
Sudut pandang Tio
Seperti apa yang dikatakan oleh Katherine, aku segera meluncur ke alamat yang diberikan Katherine. Aku tadi mencoba untuk menghubungi nomor Kat tapi tidak aktif. Semoga saja dia selamat dan tidak dikejar oleh penjahat itu.
Aku segera mengerahkan para polisi yang lain untuk segera ke alamat ini. Sekarang aku sudah sampai rumah ini terbuka dengan lebar.
Kami semua masuk dengan mengarahkan pistol, takut-takut dia ada di sini tapi kami sudah mengelilingi semua ruangan ini dan mengikuti tanda panah yang ada di sini tidak ada siapa-siapa. Hanya ada mayat saja 3 mayat di sana.
"Tio sepertinya dia sudah kabur "ucap rekan ku
"Cari dia sampai ketemu, jangan sampai dia lolos cari sekarang juga. Sepertinya dia adalah pembunuh berantai yang sedang kita cari "
"Siap "
Aku kembali menelusuri tempat ini. Sedangkan yang lainnya mengevakuasi mayat-mayat itu yang kulihat sepertinya aku mengenal orang-orang itu. Itu adalah teman-temannya Dian kan. Kalau tidak salah Kakak kelas mereka.
Aku sudah mencari ke berbagai tempat, bahkan tadi aku sudah naik lantai 2 tapi tidak ada. Dia kabur lewat mana. Aku kehilangan jejaknya apa dia mengejar Katherine.
Kembali aku menghubungi Katherine tapi tidak aktif nomornya. Sudah tidak aktif, aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku segera menghubungi nomor Dian untuk segera mengecek keberadaan Katherine.
__ADS_1
"Ada apa Kak "
"Coba kau cek ke rumah Katherine, apakah dia ada di rumahnya atau tidak"
"Baik Kak. Aku akan coba cek. Memangnya ada apa Kak "
"Sudah kau pergi saja dulu ke rumah Katherine, kalau bisa antar dengan Pak sopir. Jangan sendiri ya"
"Baik Kak"
Setelah aku mematikan sambungan telepon aku melihat beberapa polisi menghampiriku "Kita sudah mencari kemana-mana tapi tidak ditemukan Tio. Sepertinya dia sudah kabur jauh"
"Bawa mayat-mayat itu ke rumah sakit, kita otopsi saja dulu"
Mayat-mayat itu segera dimasukkan ke kantong mayat, akan kita cek dan kita lihat apakah ada sidik jari atau sesuatu yang menempel di tubuh mereka semoga saja ada.
Ambulans juga sudah datang, mungkin tadi ada regu yang menelpon ambulans. Mayat segera di masuk-masukkan ke dalam ambulans dan kami semua segera berpencar pergi.
Bahkan masih ada yang stay di sini dan membuat garis polisi agar tidak ada yang bisa masuk dulu ke rumah ini dan ada beberapa juga yang mencari ke hutan. Siapa tahu dia lari ke hutan karena rumah ini ada di tengah-tengah hutan.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, aku pergi dulu ke rumah Kat. Aku ingin mengecek keadaannya dulu apakah dia baik-baik saja. Karena Kat tadi tidak memberitahu siapa pembunuh itu.
Ciri-cirinya seperti apa, aku tidak tahu karena di rumah itu pun tidak ada petunjuk satupun yang memperlihatkan siapa pemiliknya, tidak ada fotonya atau apapun itu tidak ada.
Aku sudah sampai di rumah Katherine dan Dian sudah ada di sana bersama kakaknya Kat.
"Katherine sudah pulang kan, mana dia "tanya aku dengan terburu-buru.
"Tidak ada Kak, Kat belum pulang. Ini juga aku tanya sama Kak Chelsea kalau Kat belum pulang. Kita juga udah cek kekamarnya emang ga ada. Tapi saat kita cek lemarinya sebagian pakaian Kat udah ga ada Kak"
"Ga ada, apa Kat kabur"
"Kenapa Katherine harus kabur "sela Kakaknya padaku.
Kat sedang dalam bahaya. Dia sedang dikejar seorang psikopat. Apakah kau tidak tahu kalau adikmu sedang dikejar kejar"
"Apa kau yakin"
"Ya aku yakin, untuk apa aku berbohong Kat tadi menelpon aku dan memberitahuku di mana psikopat itu berada, tapi saat aku mengecek pembunuh itu tidak ada. Sudahlah lebih baik Dian kau di sini dulu saja tunggu Kat sampai pulang. Siapa tahu dia pulang dan pakaian-pakaian itu mungkin sedang di laundry atau memang sudah dibuang tidak terpakai. Kakak akan menempatkan beberapa polisi di sini jangan kemana-mana kalian berdua jangan kemana-mana"
__ADS_1
Aku kembali pergi dari rumah Katherine, aku masih penasaran dan ingin mengecek kembali ke lokasi. Aku benar-benar kembali lagi ke sana dan mengelilingi hutan yang sangat lebat itu.
Tapi percuma saja aku tidak menemukan apa-apa. Aku sama sekali tidak menemukan keberadaan penjahat itu dan juga Katherine menghilang begitu saja seperti ditelan bumi.