Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 23 kenapa tidak dari dulu


__ADS_3

"Kenapa dengan aku ini, kenapa aku harus menangis gara-gara berbicara itu pada Pak Lucas ?"


Aku yang sudah ada dikamar langsung membaringkan tubuhku. Aku tak tahu dengan keadaanku sekarang. Aku merasa hatiku hampa. Padahal aku dan Pak Lucas baru bertemu, tapi, kenapa hatiku seperti tak rela saja.


"Kat boleh aku masuk "


"Masuk saja kau juga sudah membuka pintu, kan "


"Hemm, maaf "


Kakakku Chelsea langsung masuk, tapi ada yang berbeda dari Chelsea dia menjadi sedikit baik padaku tak seperti dulu.


Chelsea duduk dan mengusap kepalaku "Sepertinya Luc mencintaimu "


Aku segera bangkit dan menatap kakakku"Maksud mu apa? "


"Setelah kau tadi pergi meninggalkan Lucas. Dia tidak berbicara apa-apa, wajahnya tersirat kekecewaan padamu dia marah. Bahkan dia tadi langsung pergi meninggalkan aku sendirian di sana. Aku yakin dia menaruh harapan besar padamu. Kau jangan pernah kecewakan laki-laki yang mencintaimu Kat, karena di dunia ini tak mudah mendapatkan laki-laki yang setia dan mau bersama-sama dengan satu perempuan itu itu saja"


Aku menundukan kepalaku "Tapi dia sudah marah padaku, karena aku pergi dengan Darwin. Aku juga sudah memintanya untuk menjauhi diriku. Aku memintanya pergi dari hidupku"


"Apa, kenapa kau lakukan itu, padahal dia baik Kat. Aku mengenalnya dari kecil dia begitu baik dan dia selalu membelamu. Apakah kau lupa dengan apa yang pernah dia lakukan padamu ?"


"Aku melakukan itu agar kau bisa bersama laki-laki yang kau cintai. Mau bagaimanapun kau tetap Kakakku meskipun dari dulu kau tidak menerima aku"


Chelsea memelukku dengan erat. Bahkan aku mendengar suara isakan darinya, kenapa Chelsea apa ada yang menyakitinya?


"Maafkan aku Kat dulu aku cemburu padamu, karena Ayah bukan Ayahku. Kau tahu kan aku hanya anak tiri saat kau datang ke rumah ini dan Ayah memberikan kasih sayang lebih padamu. Aku merasa kalau aku tidak akan disayang oleh Ayah. Makanya aku tidak suka kau ada di sini, tapi setelah aku beranjak dewasa dan aku tinggal di Amerika aku melihat teman-temanku yang memang berbeda Ayah pun tapi mereka bisa akur. Mereka bisa pergi bersama-sama, mereka bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi, kenapa aku tidak bisa menerimamu padahal dari dulu kau baik sekali padaku sungguh aku minta maaf Kat"

__ADS_1


Aku yang kaget dengan perkataan Chelsea melepaskan pelukanku. Aku menatap Kakakku itu dengan serius aku mencoba mencari kebohongan dari tatapannya.


Tapi, nyatanya tak ada, aku memeluknya kembali. Aku senang Cheslea bisa menerimaku "Kenapa kau tak dari dulu seperti ini padaku. Padahal aku begitu ingin punya Kakak seperti teman-temanku "


"Maafkan aku, aku sungguh minta maaf. Mulai hari ini aku akan merubah sikapku, aku janji padaku Kat "


Aku hanya bisa menganggukan kepalaku dengan makin mempererat pelukan ku pada Chelsea. Rasanya begitu bahagia dan tak disangka-sangka Chelsea bisa berubah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Buk buk buk, aku terus saja memukul samsak. Aku ingin kekesalan ku ini memudar pada Kat, tapi, susah sekali rasa kesal kecewa ini terus saja memenuhi hatiku dan juga kepalaku.


"Akhh kenapa begini, apakah kau ingin aku melakukan kekerasan Kat. Kau egois aku menginginkan mu tapi kau sama sekali tak menginginkan ku. Apa kurangnya aku Katherine ? " aku berteriak lalu makin menambah pukulan ku itu pada samsak yang menggantung.


"Abang kau ini malam-malam malah main pukul-pukulan, kenapa tak pagi saja olahraga nya "


Aku berhenti, aku mengenal suara itu. Kenapa dia ada disini ? Aku membalikan badan dan benar anak kunyuk itu ada disini.


"Aku itu kangen padamu Abang. Kenapa kau tidak pernah pulang maksudku kau janjikan akan pulang dan menemuiku tapi nyatanya tidak, harus aku yang ke sini"


"Aku masih banyak pekerjaan makanya aku tidak pulang. Lebih baik kau pulang Daisy jangan di sini aku ingin sendiri"


"Ist, baru saja aku datang tapi kau sudah mengusirku. Apakah kau tidak menyayangi adikmu ini, apakah kau rela adikmu dimakan oleh harimau atau adikmu ditabrak atau adikmu kecelakaan pulang malam-malam seperti ini. Aku menyetir ke sini sendirian, memakai mobil hanya untuk bertemu denganmu. Kenapa kau ini keras kepala sekali Abang. Saat kau sedang berobat pun kau tidak mau ditemui aku, bahkan kau tidak mau mendengar suaraku. Memangnya apa salahku Abang. Aku ini adikmu apakah aku ini adik tiri, apakah aku ini adik pungut sampai-sampai kau tidak mau bertemu denganku"


Aku hanya bisa menutup telingaku mendengar ocehan Daisy yang begitu panjang, dan itu membuat telingaku sakit sekali.


"Sudah kau istirahat saja, jangan menggangguku "

__ADS_1


"Kau tak ingin memelukku "


"Aku sedang olahraga. Bukannya kau tidak mau terkena peluhku ini. Sudah cepat sana kau tidurlah di kamar atas paling pojok siapa tahu nanti ada kuntilanak yang memakan mu cepat sana dasar cerewet kau"


"Awas akan aku adukan pada Mamih "


Daisy adikku langsung pergi, aku memijat kepalaku kenapa dia datang coba. Aku membuka seletting dari samsak ku itu dan terjatuh lah seorang laki-laki yang sudah babak belur. Darah juga sudah bercucuran dimana-mana.


Dia ini adalah salah satu korbanku, sebenarnya belum sesuai dengan jadwalku untuk membuat patung, tapi, sekarang aku sedang ingin menghabisi seseorang bahkan aku membawa kerumah utamaku.


Aku segera membopong laki-laki itu dan membawanya keruangan bawah tanah. Membaringkannya diruangan operasi yang sudah aku siapkan.


Enaknya diapakan ya ? Tapi, aku membuka dahulu seluruh pakainya dia sudah tak sadarkan diri. Mungkin dia sudah mati juga.


Aku segera memotong motong tubuh itu dan memasukannya kedalam kuali besar dan merebusnya. Tinggal kepalanya yang tersisa.


Aku cabuti satu persatu giginya untuk menjadi kenang kenangan nantinya, atau mungkin akan aku buatkan gelang untuk Kat.


Aku melihat kearah kuali besar itu kurasa sudah empuk. Aku memiriskan daging daging itu dan memisahkan antara tulang dan juga daging.


Aku membawa daging-daging itu dan membawanya ke halaman belakang. Aku mempunyai singa yang selalu menemaniku dari dulu, dia bernama Leo.


"Leo makanlah, aku punya hidangan spesial untukmu. Aku yakin kau akan suka "


Leo melahapnya, dia sesekali menatapku juga. Aku hanya tersenyum padannya dan Leo kembali fokus memakan daging yang aku bawakan.


Setelah puas melihat Leo, aku pergi masuk kedalam rumah. Aku kembali keruang bawah tanah tinggal tulangnya, aku menumbuknya sampai lembut.

__ADS_1


"Biarkan saja disini, aku harus beristirahat sekarang, dan aku juga tak bisa leluasa karena ada Daisy disini. Gawat kalau aku ketahuan Daisy pasti dia akan bicara pada Papih "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2