
Lucas mengumpulkan orang-orang yang tadi berjaga dan juga semua pelayan. Bahkan orang yang menerima paket itu ada di depan Lucas sekarang, penjaga yang tadi juga sudah dijejerkan di hadapannya.
Lucas menatap wajah mereka satu-satu. Lucas meneliti semua wajah pekerjanya. Siapa tahu ada yang mencurigakan atau dirinya tak mengenal dirinya. Lucas juga bahkan mengelilingi mereka semua. Awas saja kalau sampai ada yang berkhianat akan habis olehnya.
"Kenapa kamu bisa menerima makanan itu Melly tanpa menghubungiku dulu. Sudah aku bilang kan jika ada yang datang mengirim makanan atau apapun tidak mengatasnamakan ku dan terarah pada istriku atau anakku kamu harus memberitahuku. Kenapa kamu tidak menelponku apa semua ini dirimu dalangnya, aku bahkan sering mewanti-wanti padamu"
Melly langsung bersujud di hadapan Lucas. Dia sudah menangis dari tadi, takut kalau nyawanya akan hilang hari ini juga. Dirinya belum siap dirinya masih ingin hidup. Bagaimana dengan keluarga juga, mereka sangat membutuhkan dirinya.
"Aku tidak suka orang yang bersujud di hadapanku. Aku bukanlah Tuhan yang harus kamu sembah seperti itu. Berdiri dan jelaskan padaku aku tidak suka pelayan di sini menjadi cengeng saat ada masalah. Aku bertanya baik-baik kenapa kamu sampai menangis. Apakah kamu mempunyai masalah atau sesuatu denganku, atau mungkin tuduhkan ku yang pertama memang benar "
Melly dengan perlahan berdiri dan mengusap air matanya" Maafkan saya tuan, karena saya teledor maafkan saya. Saya kira itu kiriman dari tuan karena mengatasnamakan nyonya Katherine makanya saya ambil dan memberikannya pada Nyonya. Saya tidak tahu sama sekali kalau dalam makanan itu ada racunnya tuan. Saya benar-benar tak mengkhianati tuan untuk apa saya mengkhianati tuan "
"Siapa yang mengirimkannya, kurirnya mungkin kamu ingat dengan plat nomor atau wajah orang itu. Pasti kamu bertatap muka kan dengan orang itu. Tak akan mungkin orang yang mengirimkan makanan itu memakai topeng "
"Dia seorang laki-laki tuan, dia tinggi kurus, rambut warna hitam sedikit panjang dan kulitnya cukup puth. Dia menggunakan sepeda motor, aku tidak mengigat plat nomornya berapa tuan " Melly menceritakan apa yang dia ingat. Tak ada lagi yang dirinya ingat selain itu. Semuanya terjadi begitu cepat. Apalagi dirinya sangat takut sekali ditanya-tanya seperti ini.
Sekarang Lucas mantap ke arah penjaga yang ada di depan "Lalu kalian kenapa tidak mengecek dulu laki-laki itu, ktp-nya mungkin atau identitasnya yang lain pekerja dari mana, makanan kiriman dari siapa. Kalian kenapa lalai, aku mempekerjakan kalian semua untuk menjaga rumah ini dan juga isinya. Menjaga anakku dan juga istriku saat aku bekerja. Kenapa kalian semua menjadi lalai seperti ini, memangnya kalian ini ingin memakan gaji buta hah. Apakah kurang besar gaji yang aku berikan sampai kalian lalai seperti ini. Ini menyangkut nyawa istriku "
"Maaf tuan kami kira itu dari tuan, kami salah tuan kami tidak teliti "
"Aku tidak butuh butuh kata maaf dari kalian, memangnya dengan kalian minta maaf semuanya akan baik-baik saja. Cari orang itu sekarang juga hari ini malam ini harus ketemu. Aku tidak mau tahu jika sampai mereka tidak ketemu maka nyawa kalian dan Melly habis di tanganku, dan kalian juga tidak akan pernah bisa kabur sampai kapanpun aku sudah tahu siapa keluarga kalian dan aku akan menghabisi mereka jika kalian sampai kabur dan tidak bertanggung jawab seperti ini "
"Tolong Tuan jangan melibatkan keluarga kami, mereka tak tahu apa-apa tuan. Kasian mereka tuan" mereka memohon pada Lucas. Semoga saja tuannya tidak terlalu keras seperti dulu lagi.
"Maka kerjakan apa yang aku suruh sekarang juga, pergi dari sini dan lakukan apa yang aku suruh bawa laki-laki itu hidup-hidup dan aku tidak mau dia mati. Awas saja kalau kalian membawa dia dalam keadaan mati. Maka kalian juga sama akan aku buat mati "
"Baik Tuan"
Mereka semua segera bubar, apalagi yang paling takut di sini adalah Melly dan juga para penjaga. Mereka takut kalau mereka tidak menemukan orang itu bisa-bisa nyawanya melayang, lebih baik nyawa mereka saja jangan keluarga mereka.
Karena mereka semua tidak tahu apa-apa, mereka yang bekerja di sini mereka yang teledor karena telah menerima makanan itu tanpa mengecek dahulu apakah makanan itu aman. Dari mana laki-laki itu juga, lalu identitasnya apa, dia itu sebenarnya siapa. Kenapa mereka menjadi bodoh di saat bersamaan seperti ini.
Lucas duduk dengan memikirkan siapa orang yang bisa menyakiti istrinya, dirinya sudah memikirkan siapa musuhnya sekarang, tapi kalau difikir-fikir dirinya tidak sedang berurusan dengan siapa-siapa. Apa mungkin orang yang melakukan ini adalah orang terdekatnya. Ya bisa saja kan orang terdekatnya tak ada yang tahu kan.
Ponsel Lucas tiba-tiba saja berdering, dari Tamara tidak biasanya dia menelpon. Dengan cepat Lucas mengangkatnya tiba-tiba saja pikirannya mengarah pada perempuan ini "Kenapa tiba-tiba kamu menelponku, ada sesuatu yang terjadi di kantor sampai-sampai kamu meneleponku "
"Lucas bisa kamu membantuku, ada sesuatu terjadi di rumahku. Aku binggung harus minta bantuan pada siapa selain kamu. Kamu mau kan datang kemari ke rumahku sebentar saja tak lama Lucas "
"Harus aku memangnya yang membantumu, lalu pelayan dan juga orang-orang mu ke mana. Memangnya mereka cuti bersama tidak mungkin kan, ini bukan hari lebaran atau hari-hari penting untuk mereka cuti dan pulang ke rumahnya. Biasanya juga kamu mengerjakan semuanya sendiri kan lalu kenapa tiba-tiba minta bantuan padaku "
"Bukan begitu, karena kamu saja yang bisa membantu, tolonglah Lucas Kat juga tak akan marah dia kan baik dia tak akan melarangmu untuk membantuku. Aku tidak mempunyai suami Lucas aku butuh kamu untuk membantuku. Meskipun aku selalu apa-apa sendiri tapi tetap saja aku akan butuh bantuan laki-laki dan kamu yang bisa bantu aku "
"Aku saja yang bisa membantu. Memangnya anak buah kamu yang laki-laki tak bisa melakukan mereka kan sama-sama laki-laki, lalu apa bedanya. Kita berdua sama-sama orang yang sering membunuh orang dan tidak akan pernah takut dengan apa-apa. Aku tidak percaya kamu sedang membutuhkan bantuan, jadi kerjakan semuanya sendiri dan jangan menjadi perempuan yang manja, ingat aku tahu tentang dirimu jangan membohongiku dengan ucapan mu itu "
"Di rumahku sedang ada masalah, ada yang mengirimkan makanan ke rumahku tapi di dalamnya ada racunnya, tapi yang memakannya malah penjagaku. Aku ingin meminta bantuanmu untuk menyelidiki ini semua aku tidak bisa bekerja sendirian kamu tahu sendiri kan aku sedang mengandung. Kalau aku tidak sedang mengandung seperti ini aku tak akan meminta bantuanmu Lucas. Aku tak akan memohon-mohon seperti ini. Aku tahu aku bukan siapa-siapa mu aku bukan orang penting dalam hidupmu "
"Aku tidak bisa, lebih baik kamu hubungi polisi atau hubungi kerabatmu yang lain. Aku juga di rumah sedang banyak pekerjaan dan aku sedang bersantai dengan istriku. Aku harus lebih banyak menghabiskan hari-hariku bersama istri dan anakku kan, tanpa memikirkan tentang keadaan orang lain. Kamu bisa menghubungi siapapun selain aku temanmu bukan aku saja. Jadi jangan manja padaku saja "
"Maaf aku mengganggu kalian berdua ya. Ya sudah kalau kamu tidak bisa membantu tidak masalah, aku akan meminta bantuan dari tetanggaku saja. Semoga saja mereka bisa membantuku meski mereka tak mengenalku "
Lucas tanpa banyak bicara lagi langsung mematikan sambungannya. Di rumah Tamara juga ada yang keracunan apa ini sebuah kebetulan, apa sebuah kebohongan kita lihat sebenarnya siapa orang yang telah bermain-main dengannya. Hari ini juga dirinya harus menemukannya, jangan sampai lalai kembali seperti ini taruhannya adalah nyawa istrinya.
Awas saja kalau Tamara orangnya akan dirinya habisi dari dalam tanpa Tamara tahu. Dia akan habis ditangannya dan menerima akibatnya karena telah bermain-main dengannya.
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan orang suruhannya tadi sudah melihat ke kamar mayat dan ternyata itu bukan Nyonya Katherine, itu perempuan lain dia sampai ketakutan.
Bukan ketakutan melihat mayat itu, tapi ketakutan dengan nyawanya yang akan melayang hari ini juga. Dia sama sekali tidak memfotonya, malahan orang suruhan itu langsung pergi dari rumah sakit itu.
Bahkan berlari tergopoh-gopoh sampai menabrak orang sana sini, saking takutnya dan saking tidak ingin mati. Dirinya masih ingin hidup tanggungan sangat banyak sekali.
"Kenapa aku bisa salah, kenapa bisa perempuan itu yang memakannya. Harusnya Nyonya Kat yang memakan makanan itu, kenapa bisa seperti ini apa Nyonya Kat juga sepintar suaminya. Padahal aku mengirim makanan itu saat suaminya tidak ada, apa dia punya pendeteksi racun. Gawat ini gawat bagaimana dengan hidupku " laki-laki suruhan itu sudah sangat gelisah dan buntu mau melakukan apa lagi.
Orang suruhan itu segera masuk ke dalam mobil, tadi dia berganti dari sepeda motor menjadi mobil. Karena takut dicurigai dan dicari oleh anak buah Lucas. Siapa tahu kan mereka tiba-tiba mencarinya. Selama dalam perjalanan dia tak henti-hentinya mengumpat, karena banyak sekali mobil yang menghalanginya macet di sini macet sekali.
Tak biasanya ditempat ini macet, biasanya jalanan lancar tak macet seperti ini. Apakah ada kecelakaan padahal dirinya ingin kabur membawa keluarganya pergi jauh dari sini. Tidak mungkin kan perempuan hamil itu bisa mengejarnya.
"Ya ampun kenapa Nyonya menelpon, aku tidak boleh mengangkatnya aku tidak mau mengangkatnya. Aku masih mau hidup aku masih mau hidup, tenang aku harus tenang, aku tidak boleh kelihatan ketakutan aku harus tenang menghadapi semua ini. Aku harus bisa mengendalikan semuanya "
Kembali ponselnya berdering, mau tidak mau orang suruhan itu mengangkat teleponnya. Setelah menenangkan dirinya "Hallo nyonya "
"Mana aku sudah menyuruhmu untuk memfoto kan mayat dari Kat, tapi mana aku tidak mendapatkannya sama sekali. Sebenarnya kamu ini melakukan pekerjaanmu dengan benar atau tidak datang tidak ke rumah sakit itu"
"Aku datang Nyonya, aku datang sedang diperiksa dulu jenazahnya Nyonya, aku tidak bisa langsung masuk seperti itu. Di sana juga banyak orang sepertinya keluarga Tuan Lucas datang "
"Yakin di rumah sakit, tapi aku mendengar banyak sekali klakson mobil dan kebisingan yang lain. Sebenarnya kamu ini mengerjakan tugas dengan benar atau tidak, jujur padaku sialan jangan berbohong padaku"
"Aku masih di luar rumah sakit. Maksudku aku tadi keluar rumah sakit dulu karena aku tidak mau dicuriga. Di sini banyak sekali anak buah dari tuan Lucas, mereka sepertinya sedang mencariku, makanya aku tidak bisa gegabah untuk melakukan hal itu aku tidak bisa masuk dengan gegabah nyonya "
"Aku tunggu 15 menit lagi, kalau sampai kamu tidak melakukannya dan tidak mengirim foto itu siap-siap saja malam ini kamu akan habis di tanganku, akan aku jadi kan sup kamu ya "
"Jangan nyonya jangan"
Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu mobil laki-laki itu, dia kebingungan karena banyak orang dengan memakai pakaian hitam dan tubuh mereka tinggi besar, wajahnya juga menyeramkan wajah mereka menakutkan sekali.
Pintunya dibuka dengan paksa dan tangannya ditarik begitu saja "Ada apa ini, kenapa tiba-tiba aku dikeluarkan dari dalam mobilku. Aku tidak melakukan kesalahan, aku tidak menabrak mobil kalian kan dari tadi kan di sini macet, ada apa dengan kalian ini hah"
Bahkan orang-orang yang ada di sana tidak bisa membantu, mereka hanya bisa melihat saja karena sebagian orang bertubuh tinggi besar itu mengarahkan senjatanya ke arah orang-orang yang akan menolong.
Salah satu dari laki-laki tinggi besar itu berteriak untuk tidak memvideo apa yang mereka lakukan, kalau sampai itu terjadi maka mereka akan langsung diserang.
"Ada apa ini kenapa kalian membawaku, aku tak salah apa-apa jangan apa-apakan aku tolong lepaskan aku. Jangan sakiti aku tolong aku "
"Diamlah berisik "sambil menyiku wajah laki-laki itu bahkan sekarang laki-laki suruhan itu hidungnya berdarah. Saking kerasnya sikuan dari laki-laki bertubuh tinggi besar itu.
...----------------...
Bruk
Laki-laki itu didorong dengan keras sampai-sampai dia tersungkur di kaki Lucas. Lucas membuang rokoknya dan menatap laki-laki itu yang baru pertama dirinya lihat, ditendangnya wajah laki-laki itu dan Lucas lebih meneliti lagi siapa laki-laki di hadapan ini.
"Siapa yang menyuruhmu sampai-sampai harus seperti ini, mengorbankan nyawamu sendiri. Siapa orang yang menyuruhmu aku tahu kamu bukan orang yang berpengalaman "
Laki-laki itu masih bungkam dia masih tidak mau bicara, dia menundukkan kepalanya tidak mau menatap Lucas tapi Lucas dengan cepat kembali menendang wajah laki-laki itu.
Bahkan juga menginjak dadanya "BicaraRehan atau aku akan mengeluarkan anakmu dari sekolahnya dan tidak akan pernah ada yang menerima di manapun nantinya. Aku juga akan mengeluarkan ibumu dari rumah sakit bagaimana "
"Tolong jangan lakukan itu, aku dengan susah payah menyekolahkan anakku di sekolah itu. Jangan lakukan itu tolong "
"Maka beritahu aku, siapa dalang dari semua ini. Aku ingin semua itu keluar dari bibirmu sendiri. Sebenarnya aku tidak mau membawa anakmu tapi karena ini menyangkut nyawa istriku maka aku harus melakukannya, kamu sudah bermain-main dengan orang yang salah. Seharusnya sebelum menerima pekerjaan kamu selidiki dulu siapa yang akan kamu hadapi "
__ADS_1
"Aku akan jujur, tapi tolong lepaskan aku berikan aku hidup aku harus mengurus anakku yang masih kecil, masih banyak tanggungan yang harus aku lakukan, tolong jangan persulit hidupku dan juga keluargaku jangan habisi aku tolong"
"Apa jaminannya jika aku melepaskanmu dan tidak menghabisi mu, aku ingin sesuatu darimu "
"Aku tidak akan pernah ada di hadapanmu lagi dan aku akan keluar dari pekerjaan ini, aku tidak akan lagi mau disuruh-suruh tolong lepaskan aku, keluargaku sangat membutuhkan aku. Aku akan pergi dari kota ini sejauh-jauhnya sampai kamu tidak bisa melihatku. Aku tak punya sesuatu untuk aku berikan padamu tuan"
"Siapa yang telah menyuruhmu untuk membunuh istriku, dengan memasukkan sianida di makanan itu"
"Nyonya Tamara yang menyuruhku dia yang menyuruhku, aku hanya diberikan kotak makanan itu tanpa diberitahu racun apa yang ada di dalam sana. Tolong tuan jangan sakiti aku, jangan sakiti keluargaku. Mereka akan hidup susah tanpaku tuan. Aku disini tulang punggung keluargaku"
Lucas sudah bisa menebak dari awal pasti ini ulah Tamara, karena dirinya juga tidak punya musuh lagi. Kenapa perempuan itu ditolong malah menusuknya dari belakang ada apa dengan Tamara.
Perempuan itu sepertinya sudah mulai gila lagi, Tamara memang ingin habis ditangannya. Dia sudah bosan hidup ternyata. Baiklah akan dirinya habisi perempuan itu dengan perlahan seperti rencana awalnya.
"Kenapa dia menyuruhmu untuk membunuh istriku, apa alasannya aku ingin alasan yang masuk akal darimu "
"Dia tidak suka kalau anda dekat dengan istri anda. Dia tidak suka sesuatu yang pernah dekat dengannya dimiliki oleh orang lain, dia ingin dirimu selalu ada di sampingnya meskipun kamu tidak menjadi suaminya. Dia ingin memiliki anda, hanya dia yang boleh memiliki anda. Itu yang saya tahu tuan, tong saya hanya disuruh saja "
"Kamu yakin alasannya itu, apakah itu masuk akal "
"Aku yakin sekali, aku pernah mendengar percakapannya dengan seseorang yang ada di dalam kamar tolong lepaskan aku. Aku benar-benar tidak akan pernah membantu lagi Nyonya Tamara. Aku akan pergi sejauh-jauhnya aku akan mencari pekerjaan yang lain, tolong aku banyak sekali tanggungan belum orang tuaku, orang tua istriku dan juga anak-anakku serta istriku, tolong aku kalau tanpa aku mereka akan menjadi apa"
Rehan bersujud dihadapan Lucas, dia meminta ampun atas apa yang telah dilakukan. Dirinya melakukan ini karena butuh uang. Banyak sekali pengeluarannya. Bahkan kadang dirinya binggung harus dari mana lagi mencari uang.
Saat ada yang menawarkan pekerjaan ini dirinya mau, meskipun taruhannya nyawanya sendiri. Tapi untuk keluarganya dirinya akan terus berjuang, apapun akan dirinya lakukan.
"Apalagi yang kamu tahu tentang Tamara, selain itu selain yang pernah kamu dengar. Mungkin dia pernah mengatakan sesuatu pada kamu "
"Nyonya Tamara hanya Ingin nyonya Katherine meninggal, dia ingin tidak ada lagi perempuan yang ada di sampingmu hanya dia yang boleh ada di sampingmu. Maafkan aku karena telah gegabah melakukan hal itu pada istrimu. Tolong jangan apa-apa kan keluargaku dan juga diriku, aku mohon ampun padamu tuan"
"Telepon dia sekarang juga, aku ingin bukti kalau benar-benar Tamara yang sudah menyuruhmu "
Tanpa banyak bicara lagi Rehan melakukan apa yang diucapkan oleh Lucas "Bodoh dasar bodoh. Kenapa kamu sangat bodoh bukan Katherine yang mati, tapi malah Dea dia pelayannya, sialan kamu ini bagaimana hah. Kamu ini ga becus ya Rehan "Rehan langsung mendapatkan caci maki dari Tamara.
"Di mana sekarang kamu, pulang kemari dan serahkan nyawamu padaku seperti perjanjian awal kita. Kamu sudah gagal melakukan apa yang aku suruh, aku hanya menyuruhmu untuk memberikan makanan itu pada Kat, tapi masih gagal bagaimana kalau aku menyuruhmu untuk membunuhnya langsung mungkin itu akan sangat mustahil"
Rehan menatap ke arah Lucas, tapi Lucas malah menyuruhnya untuk menjawab dulu Tamara, tapi dengan kebohongan" Nyonya aku memang gagal. Aku sudah sangat gagal melakukan itu, maafkan aku nyonya, aku memang salah "
"Memang kamu sudah gagal, sekarang kamu di mana pulang sekarang dan serahkan nyawamu padaku. Aku tidak akan pernah segan-segan untuk membunuhmu. Aku sudah membayarmu dengan besar, tapi hasilnya malah begini memalukan sekali. Kamu sungguh memalukan sekali "
"Aku akan mengembalikan uangnya kembali Nyonya. Aku tahu aku salah aku akan mengembalikan uangnya padamu akan aku kirim kembali ke rekeningmu, aku tidak mau mati, aku ingin hidup nyonya"
Tamara malah tertawa terbahak-bahak mendengar itu, lalu dia kembali berbicara "Mana mungkin kamu bisa mengembalikan uang itu. Sedangkan uangmu itu sudah dipakai oleh keluargamu yang miskin itu, cepat kembali, aku bisa mencarimu kemanapun ingat itu "
"Aku akan mengirimkannya Nyonya, aku janji akan mengirimkan semua uang itu aku juga tidak mau mendapatkan pekerjaan seperti itu lagi"
"Awas saja, aku akan mencari mu sampai ketemu, bahkan keluarga mu pun akan habis olehku "
Sambungan langsung dimatikan oleh Tamara.Rehan langsung menatap Lucas dan memohon untuk menyelamatkan keluarganya "Tolong Tuan aku sudah memberi tahumu kalau Nyonya Tamara lah yang melakukan ini, sekarang bantu aku untuk menyelamatkan keluargaku tolong, aku tidak bisa melihat mereka mati di tangan nyonya Tamara"
"Kamu yang memulai maka kamu yang harus menyelesaikan, aku melepaskanmu dan bawa pergi keluargamu mungkin saat ini aku sedang baik padamu, tapi lain kali tidak akan pernah. Aku ingin tahu apa-apa saja yang kamu lakukan bersama Tamara, saat dia menelpon kamu harus mengirimkan semuanya padaku. Tapi tanpa kamu mengirimkannya pun aku sudah tahu tapi jika sampai kamu berkhianat maka aku akan mendatangi persembunyianmu tanpa butuh waktu lama, aku akan menemukanmu"
"Baik Tuan. Aku akan terus mengatakan apapun yang nyonya Tamara katakan padaku. Terima kasih karena kebaikan mu sudah melepaskan ku "
Lucas hanya diam saja membiarkan pria itu untuk berlari pergi dari ruangan yang sudah dirinya sediakan untuk menyiksanya. Sebenarnya ingin menghabisinya tapi setelah melihat bagaimana background dari keluarganya latar belakangnya seperti apa Lucas menjadi kasihan.
__ADS_1
Sebenarnya selama bersama istrinya Katherine sisi lain di dalam hatinya mulai tergerak, yaitu memiliki rasa kasihan pada orang lain. Dulu mungkin tidak pernah ada sedikitpun merasa kasihan pada orang lain, bahkan masa bodo mau orang itu mati mau keluarganya itu miskin ataupun terpuruk apapun dirinya tidak peduli.
Tapi sekarang rasa manusiawinya mulai keluar, semenjak hidup dengan perempuan yang benar-benar dirinya cintai. Hidupnya benar-benar berubah.