Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 57 apakah akan berhasil


__ADS_3

Abang menatap ke arah belakang, ke arah orang yang tadi berdehem itu. Aku juga mengalihkan pandanganku ternyata itu Daisy, dia sudah duduk di tempat tidurku.


"Aku di sini masih di bawah umur. Jangan melakukan macam-macam ya , aku masih suci aku tidak mau melihat itu. Tolong jaga sikap kalian berdua, kalau mau ciuman nikah dulu, kalau ga nanti aku bilang Papi deh buat nikahin kalian besok"


"Bagus bilang saja. Jangan ganggu Kat tidur "


"Ga akan Abang sudah sana aku mau ngobrol sama Kat"


"Jangan macam-macam "


"Iya, iya "


Abang mencium keningku sekilas lalu pergi kekamarnya yang tak jauh dari kamarku. Aku menutup pintu dan tersenyum pada Daisy.


"Sini duduk Kat, sini "


Aku segera duduk berhadapan dengan Daisy, Daisy memegang tanganku "Tadi kamu bicara apa, soalnya kepotong gara-gara Abang "


"Emm, tidak ada aku hanya masih bingung saja dengan keadaan ini"


"Maksudnya bingung kenapa"


Aku memperlihatkan cincin-nya pada Daisy "Ini dari Abang "


Aku menganggukan kepalaku "Iya ini dari Abang, aku masih binggung "


"Bingung kenapa, bagus dong Abang berarti udah serius sama kamu "


"Tapi apakah ini ga terlalu cepat. Aku saja masih sekolah"


"Engga kok ga terlalu cepat, sudah ga papa pakai saja cincin dari Abang. Abang itu baik banget tahu ga sih. Meskipun ta emang sih kadang-kadang nyebelin. Tapi aslinya baik banget, kalau udah sayang sama satu orang tuh bakal terus sayang. Kalau kamu mau tahu ya Abang itu ga pernah pacaran dia tuh nunggu kamu. Dia itu sayang banget sama kamu dan dia juga cinta sama kamu loh"


"Aku "


"Iya Abang tunggu kamu, bahkan Abang cari-cari kamu ke setiap kota. Setelah pulang kuliah dari luar negeri dia itu terima setiap pekerjaan dari Papi, sekalian buat cari kamu dan akhirnya kamu juga ketemu kan sama Abang. Awalnya kita sekeluarga tuh ga nyangka Abang bisa temuin kamu secepat ini"


Aku binggung, apakah benar Abang mencintaiku, tapi kalau dia mencintaiku kenapa dia menyakitiku, dia selalu saja menghukum ku dengan kekerasan.


"Aku yakin jika kau hidup bersama Abang kau akan bahagia, dia tidak akan pernah selingkuh dia itu laki-laki setia. Bahkan dari dulu sampai sekarang dia hanya menunggumu saja Kat. Bukannya aku membangga-banggakan kakakku, tapi memang keadaannya seperti itu, kenyataannya seperti itu. Dia tidak pernah membawa perempuan ke rumah ini selain dirimu sekarang"

__ADS_1


"Tapi aku masih ragu "


"Ragu karena apa, apa yang membuatmu ragu "


"Ada saja yang membuatku ragu, tapi aku tidak bisa memberitahunya padamu Daisy "


"Kenapa, apa Abang melarangnya, apa dia menyakitimu"


Aku menghembuskan nafasku dengan kasar lalu berbaring disamping Daisy "Sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan tapi rasanya sulit sekali untuk aku ungkapkan"


"Kenapa ada apa ceritakan padaku "


Aku hanya bisa mengelengkan kepalaku saja, aku takut kalau nanti keluargaku yang akan jadi sasarannya. Aku tidak mau kakak atau ayahku yang nanti disakiti oleh Abang. Biar semua rasa sakit ini aku pendam sendirian.


Daisy ikut berbaring dan memeluk tubuhku, sebenarnya sakit dipeluk seperti ini tapi aku tak mau Daisy melihat lukaku. Pasti dia akan banyak bertanya nantinya.


"Kau seharusnya terbuka saja padaku, aku janji tak akan memberitahu pada siapapun, aku akan diam "


"Ini akan rumit sekali Daisy, "


"Baiklah jika kau tidak mau bercerita sekarang tidak masalah, tapi kapan-kapan kau boleh bercerita kepadaku"


"Iya, jika aku sudah siap aku akan bercerita padamu Daisy "


Aku dan Daisy diam, kami sibuk dengan fikiran kami masing-masing sampai tak terasa kami berdua tertidur dengan lelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi-pagi sekali aku dibangunkan oleh Daisy "Ada apa Daisy "


"Kau ikut ke sekolahku ya, hari ini tidak banyak pembelajaran kok, nanti kau bisa menungguku di kantin makan atau apapun itu ayo ikut ya "


Aku masih diam, apakah aku harus ikut, ya lebih baik ikut Daisy saja siapa tahu aku bisa kabur dan pergi dari Abang, aku tak akan pulang kerumah aku akan pergi ketempat yang jauh dan menghindari Abang.


"Baiklah aku akan siap-siap dulu "


"Baiklah aku tunggu "


Daisy keluar dari kamarku. Saat kulihat jam dinding baru juga jam 05.00 pagi. Apa Daisy tak salah ingin pergi ke sekolah jam 05.00 pagi, tapi ya sudahlah aku lebih baik siap-siap saja.

__ADS_1


Aku sudah siap dengan memakai kaos warna hitam, lalu rok atas lutut kotak-kotak berwarna hitam merah. Tak lupa aku membawa jaket dan juga memakai sepatu warna hitam.


Setelah siapa aku bergegas menemui Daisy yang sudah menungguku di tangga "Apakah kau tak salah pergi sekolah jam segini, ini terlalu pagi "


"Sudah ayo kita berangkat sekarang saja. Aku akan memperlihatkan sekolahku disini padamu, makannya harus berangkat pagi-pagi sekali "


Daisy menarik tanganku, tapi dia menyuruhku untuk pelan-pelan saja turun dari tangga jangan sampai mengeluarkan suara. Entah apa yang dia mau aku naik ke dalam mobil dan Daisy yang menyetir.


"Aku tahu kau dilukai oleh Abang kan "


Aku yang sedang melamun langsung kaget dan menatap Daisy yang masih fokus menyetir.


"Tidak, kau pasti salah "


"Jangan berbohong lagi pada aku Kat, aku melihat luka kamu pasti itu ulah Abang kan. Aku tahu penyakit Abang yang sebenarnya apa dan aku tahu Abang itu belum sembuh, tapi dia pura-pura sembuh di hadapan mami aku tahu segalanya"


Aku menghapus air mataku yang tiba-tiba saja mengalir "Aku sekarang akan mengantarkanmu ke stasiun kereta api, kau pergi sejauh-jauhnya ya jangan pernah datangi Abang atau bertemu lagi dengannya. Jangan pulang ke kotamu lagi. Aku sudah menyiapkan uang untukmu kau harus lari darinya, aku tidak mau nanti kau mati konyol meskipun Abang mencintaimu tapi dengan penyakit yang seperti itu dia akan terus menyakitimu"


"Penyakit apa yang kau maksud"


"Abang dulu pernah diculik dan itulah salah satu kenapa Abang bisa mempunyai penyakit itu, kau juga pasti akan kaget kalau tahu penyakitnya. Abang mempunyai penyakit gangguan mental Kat "


Aku diam, aku menatap Daisy sejenak dan menutup wajahku mengunakan tanganku jadi selama ini Abang sakit.


"Maka kau harus lari Kat, kau jangan pernah bersama Abang lagi, aku begitu menyayangimu dan aku tak mau kau sampai dilukai kembali oleh Abang "


"Apakah dia tak akan menemukan ku Daisy "


"Tidak akan, kau lari sejauh-jauhnya jangan pernah beritahu keluargamu kemana kau pergi "


Daisy memberhentikan mobilnya dan memberikan sebuah tas padaku. " Aku sudah memesankan tiket untukmu. Sekarang ayo turun"


Daisy menarik tanganku untuk berlari ke stasiun. Aku hanya bisa mengikuti Daisy saja.


Setelah mengantarkan ku kekursi penumpang Daisy memelukku.


"Sampai jumpa Kat. Maafkan Kakakku sudah melukaimu seperti ini. Mungkin pertemuan kita hanya sampai di sini saja. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi tanpa ada gangguan dari Abang. Aku sangat menyayangimu kau jangan pernah bertemu lagi dengan Abang jangan sampai kau tertangkap lagi olehnya ya, kau harus hidup bahagia tanpa siksaan ataupun kekangan dari Abang"


"Terima kasih atas bantuanmu Daisy. Aku tidak tahu kalau tanpamu aku tidak akan bisa pergi secepat ini darinya. Aku sangat berterima kasih padamu dan berhutang budi padamu Daisy "

__ADS_1


"Tidak usah memikirkan itu semua. Selamat tinggal Kat"


Daisy pergi meninggalkanku, setelah kepergian Daisy aku duduk dan memakai jaketku tak lupa aku memakai masker yang sudah disediakan Daisy juga.


__ADS_2