
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di hotel, Lucas masuk dengan perempuan itu ke dalam kamarnya. Sedangkan Nabil dia masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Nabil juga tidak mau berurusan dengan Lucas dan tidak mau memberitahu Katherine, kalau Lucas membawa seorang perempuan. Siapa tahu saja Abangnya itu hanya ingin memuaskan nafsu gilanya kepada perempuan itu, mungkin membunuhnya menyiksanya atau apalah dirinya juga tidak tahu. Apa saja yang ada di kepala abangnya itu.
Baru saja Lucas dan perempuan itu masuk, perempuan itu sudah membuka semua pakaiannya. Lucas sendiri hanya diam saja menatap perempuan itu. Lagi pula dirinya juga tak tertarik dengan perempuan ini.
"Sudah sering melakukan" tanya Lucas dengan datar dengan tatapan sinis.
"Tidak ini untuk pertama kalinya"
"Pertama kali tapi sangat berani sekali, hebat ya "
Perempuan itu mencoba untuk menggoda Lucas, mengusap dada Lucas yang masih terhalang oleh kemejanya. Lalu turun ke bawah dan akan memegang ******** Lucas, tapi dengan cepat Lucas menangkap tangan itu. Menggenggamnya dengan erat.
"Tidak boleh ada yang memegang ini selain istriku"
Lucas membuka ikat pinggangnya, lalu berdiri tegak di hadapan perempuan itu, perempuan itu sudah mengalungkan tangannya ke leher Lucas, tapi dengan kasar Lucas mendorongnya lalu mencambuk perempuan itu menggunakan ikat pinggang yang tadi.
"Akhh tolong," teriaknya dengan sangat melengking.
"Teriak lah lebih kencang lagi, ayo teriak lah jangan sungkan-sungkan padaku berteriak lah sebisa mu"
Kembali Lucas mencambuknya, sudah tak terhitung Lucas berapa kali mencambuk perempuan itu, sampai-sampai sudah ada darah yang mengalir dari tubuh perempuan itu, perempuan itu sudah meringkuk kesakitan dia bahkan sudah menangis. Tak kuat menahan semua ini.
Kalau tahu seperti ini dia tidak akan datang kemari dan menyanggupi permintaan dari tuannya, untuk mendekati Lucas pengusaha muda ini ternyata dia seorang psikopat.
"Tolong jangan sakiti aku lagi, aku berjanji tidak akan memberitahu tentang kekejamanmu ini. Biarkan aku pulang biarkan aku lepas, aku janji padamu aku tidak akan seperti ini lagi, aku janji itu kamu bisa pegang kata-kataku "
"Tetaplah disini, jangan kemana-mana, ingat kataku jangan kemana-mana maka kamu akan selamat, kamu akan baik-baik saja "
Lucas masuk ke dalam toilet, sepertinya Lucas membersihkan diri, memang cukup lama perempuan itu yang memang sedikit masih bisa berjalan menegakkan badannya. Mengambil pakaiannya dia juga tidak mau keluar dengan tanpa busana kan. Dia mencoba membuka pintu, tapi kenapa dikunci padahal saat masuk pintu ini sama sekali tak dikunci.
Cklek, yang terbuka malah pintu kamar mandi dan menampilkan Lucas yang hanya memakai handuk saja. Perempuan itu yang memang sangat ketakutan sekali mundur dan diam dipojokan, badannya sudah bergetar dan ingin keluar dari sini.
"Sudah aku bilangkan diam, diam adalah perintah kamu tidak mengerti apa yang aku perintahkan. Memang ya tidak ada yang sepatuh istriku, sekarang lebih baik aku membunuhmu saja. Untuk apa juga aku menyimpan, bukannya bosmu sudah memberikannya padaku maka aku bebas untuk melakukan apapun padamu kan. Mau aku bunuh pun itu tidak masalah"
"jangan bunuh aku, tolong nanti kalau kamu sampai membunuh aku malah kamu mendapatkan masalah yang besar aku berkata jujur. Aku tidak bohong kamu malah akan mendapatkan masalah yang besar tolong lepaskan aku. Aku janji tak akan mengatakan hal ini pada siapa pun "
"Siapa memang dirimu, sampai-sampai aku harus ketakutan seperti itu. Aku sudah tahu siapa kamu sayang tidak usah banyak bicara lagi denganku. Tidak usah banyak berbohong lagi padaku, aku tahu kamu"
Lucas mengambil pisaunya yang ada di dalam tas kecil, lalu menusukkannya ke arah leher perempuan itu, menusukkannya beberapa kali. Lucas juga memukul wajah perempuan itu dengan kepalan tangannya, sudah yang tiga kali dan benar dia mati. Mati dengan keadaan yang begitu mengenaskan sekali.
Lucas mengambil ponselnya untuk menghubungi Nabil, agar membuang mayat ini "Nabil kemarilah cepat aku tidak mau tahu kamu harus kemari sekarang juga "
"Ada apa Abang. Bukannya kamu sedang bersiap-siap selingkuh dari Kat. Untung saja aku tidak berbicara apa-apa padannya kan, sudah kamu teruskan saja. Oh ya aku janji tidak akan membicarakan apa-apa pada Katherine, kamu bisa tenang berselingkuh. Aku ini baik hati jadi tak akan berbicara apa-apa pada Kat "
"Bicaramu itu sangat tidak ramah, datanglah kemari dan jangan pernah bicara apapun pada Kat, kalau kita datang dengan seorang perempuan. Awas saja sampai Kat tahu berarti kamu dalangnya Nabil "
"Iya iya aku tahu, kalau memang selingkuh ya begitulah tidak mau diketahui oleh istri pertama, memang kasihan ya kalau mau jadi isi pertama itu pasti tersakiti, tak pernah bahagia memang ya "
__ADS_1
"Kamu mau aku yang datang ke sana atau bagaimana Nabil "
"Aku datang ke kamarmu sekarang, marah-marah mulu ingatlah umurmu, jangan terlalu banyak marah-marah. Nanti Kat melahirkan lagi kamu sudah tua sekali dan Kat tak mau lagi denganmu "
Lucas yang muak dengar kata-kata yang keluar dari mulut Nabil langsung mematikan sambungannya, kalau terus dilayani tidak akan ada selesainya kapan dia akan datang kemari dan membawa mayat ini, kalau terus bicara.
Pintu sudah diketuk dari luar Lucas langsung membukanya dan melihat Nabil yang cengengesan, saat melihat penampilan Lucas yang hanya memakai handuk saja.
"Gimana nih rasanya perempuan yang berbeda dari istri sendiri, jadi penasaran nih sama yang namanya selingkuh tapi nggak punya pacar, jadi ya bisa selingkuh deh ah "
"Awas saja kalau sampai selingkuhi Daisy, kalau sampai kamu sama Daisy dan selingkuh kamu akan habis olehku Nabil, awas saja ya " sambil mengacungkan pisaunya yang berlumuran darah.
"Ya ga akan, mana perempuannya kemana dia apakah sudah Abang terjunkan "
Lucas menarik tangan Nabil untuk masuk, lalu kembali menutup pintunya "Aku ingin kamu buang perempuan ini sekarang juga. Bereskan semuanya jangan sampai ada jejak sedikitpun, aku tidak mau sampai orang-orang di sini tahu kalau perempuan ini aku yang membunuhnya. Intinya jangan pernah ada yang tahu, awas kalau gagal lagi "
"Jadi seperti ini ya rasanya selingkuh, lalu dibunuh setelah enak-enak kasihan sekali perempuan ini. Padahal jangan dibunuh abang, berikan saja padaku. Aku akan mengajaknya main catur, dari tadi aku kesepian di kamar tidak ada teman bermain"
"Kamu memang benar-benar ingin aku ganti ya Nabil"
"Tidak jangan ganti aku. Aku tidak mau diganti. Aku akan membereskan semua ini, kamu tinggal tahu beresnya saja orangnya ini akan hilang dari kamarmu, dan kamu juga tidak usah tanggung jawab. Tenang saja aku akan membereskan semuanya sekarang juga"
"Ya sudah lakukan. Satu lagi kita bereskan semua pekerjaan besok dan langsung pulang. Aku tidak mau besok kita harus pulang. Tak ada bantahan sedikitpun kita harus pulang "
"Apa pekerjaan 1 minggu harus dibereskan satu hari, bagaimana caranya. Kita tidak akan bisa Abang yang ada kita bisa mati berdiri, kalau sampai melakukan itu mengerjakan tugas dalam seharian itu sangat melelahkan sekali, apalagi kita harus mondar-mandir ke sana kemari menemui klien ini klien ini yang ada aku pingsan, jangan aneh aneh deh bang ah"
"Keputusan sudah mutlak, cepat kamu bawa dia keluar sekarang juga. Aku tidak suka melihat darahnya itu "
Lucas tidak pernah tahu apa yang Nabil lakukan, saat menghilangkan jejak. Karena yang dia tahu harus hilang dan semua ini tanggung jawab Nabil. Dirinya hanya tahu beresnya saja sudah itu saja.
Lucas membaringkan tubuhnya di tempat tidur, mencoba untuk menghubungi istrinya tapi nomornya benar-benar tidak aktif. Keterlaluan istrinya ini, harus cepat-cepat pulang dirinya.
Awas saja akan dirinya peluk istrinya itu, ternyata dirinya tidak bisa jauh dari istrinya dan kata-kata istrinya yang bilang kalau dia khawatir sudah sangat menyentuh hatinya.
Apa mungkin istrinya sudah membuka hati untuknya, semoga saja dia sudah membuka hati dan ingin hidup bersamanya dan mencoba untuk mencintainya. Semoga saja harapannya tidak patah.
...----------------...
Lucas menatap dirinya di cermin, memakai minyak wangi dan memakai jasnya setelah itu Lucas keluar dari dalam kamar hotelnya, dengan Nabil yang sudah menunggunya.
Mereka berdua sekarang akan pergi ke pertemuan pertama. Ini adalah laki-laki yang memberikannya perempuan itu padanya. Sungguh menyebalkan sekali pasti dikirimnya perempuan itu ada niat yang terselubung kan, tidak mungkin dia dengan tiba-tiba mengirimkan perempuan itu apa adanya. Apalagi memberikannya dengan sukarela.
Lucas berjalan ke arah sebuah ruangan dan di sana sudah ada orang yang menunggunya. Setelah bersalaman dan berbincang sebentar Lucas memberikan berkasnya "Bagaimana Tuan Lucas aku kemarin sudah memberikanmu perempuan. Apa kamu suka dengan perempuan itu. Lalu kenapa sekarang kamu tidak membawanya, seharusnya dia ada disampingmu kan "
"Sebenarnya tidak usah kamu memberikan aku lagi seorang perempuan, ini masalah bisnis tidak ada sangkut pautnya dengan perempuan dan harus kamu tahu juga aku sudah menikah. Bukannya kamu datang juga kan ke pernikahanku dan juga istriku, masa kamu lupa "
"Oh iya tuan saya datang, saya kira Tuan akan kesepian makanya saya sengaja mengirimkan perempuan yang sangat cantik, yang sebanding dengan istri anda untuk bisa menemani anda di hotel"
"Terima kasih atas niat baikmu itu, tapi aku tidak suka, jadi jangan lakukan itu lagi. Aku lebih senang pekerjaanku selesai dengan cepat dan pulang ke rumah menemui istriku "
__ADS_1
"Kita sudah sepakat untuk bekerja sama Tuan. Aku tidak mau sampai kamu tidak fokus pada kerja sama ini. Aku sudah mau bekerja sama denganmu itu pun harusnya membuatmu senang kan, jangan menyia-nyiakan semuanya tuan "
"Ya Tuan Lucas. Aku sangat senang bisa bekerja sama denganmu, aku tidak akan pernah memberikanmu lagi seorang perempuan. Aku berjanji itu tuan. Sekali lagi maafkan aku tuan "
"Baguslah kalau begitu aku permisi dulu, karena aku harus datang ke pertemuan yang lain selamat siang"
"Selamat siang tuan"
Lucas melangkah pergi dari sana dia kembali menatap Nabil yang ada di sampingnya "Sudah kamu pesankan tiket untuk kita pulang hari ini, intinya aku ingin pulang hari ini mau beres ataupun tidak pekerjaan. Aku ingin pulang nanti masalah yang lainnya kita bisa urus lain waktu atau mungkin kamu saja yang mengurus semuanya biar aku yang pulang sendirian"
"Selalu tidak sesuai dengan jadwal kita, padahal kita kan satu minggu di sini tapi kenapa tiba-tiba kamu mau pulang "
"Namanya juga manusia bisa berubah kapan saja. Jadi bagaimana sudah kamu pesankan tiket belum aku sedang bertanya tiker jangan mengalihkannya pada yang lain "
"Ya sudah, aku sudah memesankan tiket untukmu saja, aku tidak akan pulang abang. Aku akan membereskan pekerjaanmu yang lainnya yang menumpuk di sini. Aku tidak mungkin tiba-tiba pulang dan meninggalkan pekerjaan yang banyak. Bisa-bisa aku stress dan kepalaku pecah"
"Tidak usah mengeluh terus menerus, gajimu paling besar di kantor ku. Bahkan aku selalu memberikan bonus dan yang lainnya. Jadi jangan banyak bicara atau mungkin kamu ingin gajimu aku potong setengah, agar kamu tidak terus saja berceloteh seperti ini, hemm"
"Jangan Abang, aku hanya meluapkan kekesalanku saja padamu. Sudahlah aku akan di sini kamu pulang saja nanti sore. Aku sudah memesankan tiket pesawat. Nanti sore untuk kamu pulang ke Indonesia dan menemui istri tersayang mu kalian akan segera bertemu"
"Baiklah mari kita bereskan pertemuan-pertemuan yang lain, agar aku bisa cepat pulang dan menemui istri tercintaku aku tidak bisa jauh darinya"
"Iya tahu kok pengantin baru, nggak usah bilang gitu aja suka pengen punya istri juga "
...----------------...
Kembali di pertemuan kedua, sama saja mereka menyuguhkan wanita pada Lucas. Bahkan langsung dua wanita mendekati Lucas, tapi dengan kasar Lucas mendorong perempuan itu.
"Maaf tuan. Bisakah anda menyuruh kedua perempuan ini untuk keluar dari ruangan and, karena saya tidak nyaman mereka terus saja mendekati saya. Saya sudah mempunyai istri. Jadi tolong hargai saya dan juga istri saya, jangan seperti ini saya seperti tak dihargai disini"
"Maaf tuan. Biasanya kalau orang-orang yang bertemu dengan saya dan akan bekerja sama dengan saya selalu saya suguhkan dengan dua perempuan. Biasanya mereka mau, maaf karena telah mengganggu kenyamanan tuan"
"Jangan samakan setiap manusia, setiap manusia akan berbeda-beda aku tidak suka kalau di pertemuan kita ada perempuan gatal lagi seperti mereka. Ingat aku tidak mau melihat lagi ada yang seperti ini, jika sampai di pertemuan kedua kita ada yang seperti ini, aku akan membatalkan semuanya aku tidak keberatan nanti aku akan rugi "
"Iya iya Tuan maaf maaf aku sungguh minta maaf mari kita selesaikan pembicaraan ini tentang pembangunan hotel itu Tuan. Maafkan aku, aku tidak akan pernah menyinggung mu lagi, aku tidak akan memberikan perempuan-perempuan ini lagi padamu aku berjanji itu "
"Bagus lebih baik kamu juga setia pada istrimu, agar istrimu tidak sakit hati aku paling tidak suka pada laki-laki yang selingkuh dan menyakiti istrinya. Jangan salahkan aku yang tiba-tiba saja menghilang dan tidak lagi bekerja sama dengan mu "
Laki-laki itu diam tidak menjawabnya, sedangkan Lucas fokus pada dokumennya. Lucas yang ingin cepat-cepat pulang bahkan membaca dengan cepat dokumen itu.
Membolak-baliknya melihat apakah ada yang ganjil atau tidak. Apakah ada yang salah atau tidak. Lucas membaca semuanya meskipun dengan cepat, dia begitu teliti membaca semuanya agar tidak terkecoh dan salah nantinya.
"Baiklah aku sudah menandatangani surat ini, hotel akan segera dibangun dan kerjasama kita akan segera terlaksanakan, tapi jika kamu sampai membawa lagi seorang perempuan selain istri kamu aku tidak akan segan-segan membatalkan semuanya. Aku tak akan takut rugi "
"Baik Tuan"
Lucas keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Nabil. Bahkan dia tidak mengatakan permisi sama sekali. Lucas muak jika bertemu dengan laki-laki yang menggunakan perempuan sebagai objek untuk merayu temannya, maksudnya kolega nya untuk mendapatkan hal yang lebih banyak lagi. Apakah perempuan tidak bisa dibuat hormat oleh mereka.
Makannya di kantornya Lucas tidak mempekerjakan perempuan. Bukannya dia benci atau apa-apa hanya saja ingin menjaga perasaan istrinya. Ada yang bekerja perempuan tapi di perusahaan yang lain dan hanya Nabil yang datang ke sana dirinya tidak mungkin menghianati istrinya atau tergoda dengan perempuan lain itu akan sangat mustahil sekali.
__ADS_1
Satu lagi diperusahaan ibunya Kat, banyak perempuan yang bekerja disana. Karena dulu yang memimpin adalah Ayahnya Kat. Jadi tak usah ditanyakan lagi kenapa harus banyak perempuan yang bekerjanya.