Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 197 Kebahagian keluarga kecil ku


__ADS_3

2 Tahun kemudian


Sekarang Daniel sudah mulai bisa berjalan dan juga berbicara lancar. Kat yang sedang mengandung anak keduanya hanya bisa menghela nafas anaknya berlari kesana kemari saat sedang disuapi seperti ini.


"Daniel sayang jangan lari-lari seperti itu, Mamah cape ngikutin kamu "


Daniel mendekati Mamahnya dan mendongakan kepalanya "Mamah duduk saja, nanti Daniel yang akan mendekati Mamah, suapi Mamah suapi "


Kat mengikuti apa yang anaknya mau Kat duduk dan menyuapi anaknya. Setelah itu Daniel kembali berlari dan mengelilingi tubuh Mamahnya.


"Daniel duduk dulu, kalau makan sambil berlari-lari seperti itu kamu ga akan kenyang dan nasinya akan keluar lagi "


Daniel berhenti dihadapan mamahnya "Mamah aku sedang bermain "


"Iya Mamah tahu, ada saatnya bermain jangan berlari-lari terus ya. Makan dulu selesaikan makan mu kalau Ayah tahu dia marah "


"Hemm, Mamah aku ingin main "rengek Daniel


"Nanti ya, sini duduk dulu disamping Mamah makan setelah itu boleh main lagi asal jangan terus berlarian seperti itu "


Daniel dengan kesal duduk didekat mamahnya dan Kat bersyukur anaknya mau menuruti kata-katanya. Kembali Kat menyuapi anaknya.


"Ayah pulang "


Daniel langsung semangat lagi saat mendengar nama ayahnya. Daniel berlari kearah ayahnya dan ingin digendong "Gendong Ayah gendong "


"Ada apa anak ayah ini, kenapa tiba-tiba ingin digendong " sambil mengendong anaknya.


"Ya, aku rindu bermain dengan Ayah. Mari bermain bola Ayah "


"Daniel kamu sedang makan. Cepat kemari makan dulu selesaikan makan kamu "


"Tuh mamah suruh makan dulu, ayo cepat kamu harus makan dulu "


"Aku sudah kenyang "sambil menutup mulutnya.


Tapi Lucas membawa anaknya kearah sang istri "Ayo coba bilang sama Mamah "


"Mamah aku kenyang "

__ADS_1


"Kenyang atau mau bermain, kamu baru makan sedikit dan terus saja berlari-lari dari tadi. Mamah sudah bilangkan kalau Daniel ingin bermain berarti mau makan juga "


Daniel malah memainkan tangannya dan menundukan kepalanya dan wajahnya juga terlihat kesal "Makan dulu ayah akan ganti pakaian setelah itu kita akan bermain "


"Benarkah "sambil mendongakan kepalanya


"Tentu kapan Ayah bohong makan dengan lahap dan baik diam disamping Mamah ya "


"Baiklah Ayah "


Daniel sudah minta turun dan Lucas dengan senang hati menurunkan anaknya. Setelah itu Daniel mau disuapi lagi oleh Mamahnya.


Lucas mencium kening sang istri dan masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakainya dulu. Sekarang aktifitas Lucas ada sepulang kerja bermain dengan anaknya Daniel yang begitu lincah dan aktif sekali.


Lucas fikir dirinya kecil tak seaktif anaknya. Ya Lucas masih bisa mengendalikan dirinya dan mengasuh adiknya. Tapi semoga saja nanti Daniel bisa akur dengan sang adik.


"A buka mulutnya yang besar sayang "


Daniel membuka mulutnya dan melahap semua yang mamahnya suapi, sambil tersenyum dan menggenggam tangan mamahnya yang satunya lagi.


Lucas juga sudah keluar dari dalam kamarnya dan duduk disamping anaknya Daniel. "Habiskan dulu "


Daniel menganggukan kepalanya karena didalam mulutnya juga penuh dengan makanan.


...----------------...


"Sudah sayang, susah sekali seperti biasa ingin main robot-tobotan terlebih dahulu dan mendengarkan buku dongeng "


Lucas berbaring disamping istrinya dan memeluk perut istrinya yang sudah buncit "Yang sabar ya sayang "


"Tentu aku akan selalu sabar, Daniel kan anakku sayang. Aku suka Daniel yang manja denganku seperti itu. Aku jadi ingat saat aku kecil dan manja pada papih. Aku pun dulu tak pernah mau lepas dari papih "


"Aku bahagia Daniel mendapatkan kasih sayang penuh, nasibnya baik tidak seperti aku dulu yang haus akan kasih sayang bahkan kurang "


Lucas yang tahu bagaimana masa lalu istrinya segera mendekati istrinya dan memeluknya dengan erat "Sekarang tak usah takut ada aku disamping kamu yang selalu akan menyayangimu. Anggap aku sebagai suami, teman, sahabat bahkan ayahmu sendiri aku akan selalu memanjaganmu dan juga menyayangimu seterusnya. Kasih sayangku tak akan pernah memudar"


Kat menangis mendengar penuturan sang suami, memang selama menikah Kat tak pernah kekurangan kasih sayang apalagi dari suaminya yang selalu sabar menghadapi tingkahnya yang kadang seperti anak kecil.


Apalagi Kat juga memiliki ibu mertua yang baik, adik ipar yang baik dan keluar yang selalu memeluknya. Kat begitu beruntung masuk kedalam keluarga ini.

__ADS_1


Kat fikir dulu saat menikah dengan Lucas akan sengsara dan penuh dengan penyiksaan, ternyata fikirannya itu salah malah sebaliknya Lucas begitu baik dan begitu menyayanginya.


"Sudah sayang jangan menangis"


"Aku menangis bahagia karena keputusan ku benar untuk selalu ada disamping kamu, untuk selalu bertahan dengan kamu. Terimakasih sudah menyayangiku lebih dari orang tuaku "


"Tentu itu sudah kewajibanku, aku akan terus seperti ini sampai kita menua. Kasih sayangku, rasa cintaku tak akan pernah pudar "


Kat hanya bisa menganggukan kepalanya, mempererat pelukannya pada suaminya. Menghirup dalam-dalam wangi tubuh suaminya yang sudah menjadi candu baginya sekarang.


...----------------...


Daniel terbangun di malam hari, Daniel celingak-celinguk mencari boneka pandannya, lalu turun dari ranjangnya untuk pindah kekamar orang tuanya.


Dengan langkah kecilnya Daniel berlari dan membuka pintu kamar orang tuanya. Lalu naik keatas ranjang dan menindih dadah ayahnya.


"Ayah, ayah aku tak bisa tidur " bisik Daniel.


Lucas yang setengah sadar menatap anaknya dan memindahkannya kearah sampingnya tak menyimpan Daniel ditengah takut nanti menendang mamahnya.


Lucas mendirikan penghalang disamping tempat tidurnya agar Daniel tak jatuh "Ya sudah sekarang kamu tidur lagi ya, akan ayah peluk "


"Iya Ayah, boneka ku jangan ditindih kasian dia nanti dia tak bisa bernafas "


Daniel memeluk bonekanya dan memeluk ayahnya juga. "Ayah apakah mamah akan baik-baik saja setelah adik keluar "


"Tentu kenapa bertanya seperti itu " jawab Lucas yang binggung dengan penuturan sang anak.


"Baiklah kalau Mamah akan baik-baik saja. Aku takut nanti mamah sakit setelah melahirkan adik, nanti Daniel dengan siapa, siapa yang akan menemani Daniel dan menyuapi Daniel "


"Makannya Daniel harus selalu menurut pada mamah ya, jangan menyusahkan mamah. Selalu jaga mamah saat ayah sedang bekerja ya "


"Tentu ayah "


"Baiklah sekarang tutup matamu, ini sudah malam sekali lihat jam "


"Iya ayah, aku akan menutup mataku, peluk Ayah "


Lucas memeluk anaknya dan bonekanya tentunya. Anaknya ini kalau tidur harus saja ada boneka panda ini tak mau lepas.

__ADS_1


Memang kalau main tidak bersama boneka ini tapi kalau tidur harus selalu ada boneka panda ini dan tak boleh pernah lepas dari pelukannya.


Ini adalah boneka panda yang diberikan oleh istrinya saat ulang tahun pertamanya dan Daniel begitu menyukainya sampai sekarang, bahkan bonekanya sudah dekil sekali tapi tak boleh di cuci dan tak boleh diganti.


__ADS_2