
Pernikahan Kat dan juga Lucas sudah selesai, begitu megang dan banyak sekali undangannya. Kat yang sedang dikamar sendirian memijat kakinya yang sakit.
"Aduh pegel banget pake sepatu tinggi gini " .
Kat mengangkat kakinya ketempat tidur dan meluruskannya. "Kenapa nikah harus pake sapatu tinggi nyebelin banget "
Pintu tiba-tiba dibuka, ternyata Lucas yang masuk, dia juga masih lengkap mengunakan pakaian pengantinnya. Lucas langsung duduk dan memijat kaki Kat.
"Kenapa tidak bilang kalau tidak nyaman "
Kat menundukan kepalanya malu ditatap seperti itu oleh Lucas, memang hatinya belum sepenuhnya menerima.
Tapi dirinya sadar diri hanya laki-laki inilah yang bisa menjaganya. Semoga saja secara perlahan dirinya akan mencintai suaminya.
"Kenapa menunduk, apakah kamu tidak mau melihat wajah suami mu. Biar aku bantu membuka gaunmu "
Lucas beralih kebelakang Kat dan membuka resleting dengan sangat perlahan, bahkan sesekali Lucas mencium punggung Kat yang polos.
Kat yang diperlakukan seperti itu malah merinding, padahal Lucas bukan hantu kan. "Kamu sudah siap sayang "
__ADS_1
Kat langsung membalikan badannya "Siap untuk apa"
Lucas membelai pipi Kat dengan lembut "Malam pertama, apakah kamu lupa setelah menikah kita harus melakukannya sayang "
Kat malah makin merinding saat Lucas menatapnya dengan begitu tajam dan satu lagi tatapannya begitu nakal.
"Aku harus membersihan diriku dulu "
"Sepertinya tidak usah sayang "
Gaun Kat dibuka oleh Lucas, Kat langsung menutup dadanya. Padahal masih mengunakan bra tapi Kat yang waspada langsung menutupnya.
Lucas membaringkan Kat dengan perlahan, pertama yang Lucas lakukan mengecup bibir Ket dengan sepuas-pusnya.
Wajahnya Kat malah tegang, apakah dirinya siap, bagaimana ini apakah harus bilang pada Lucas kalau dirinya ini belum siap.
Baru juga Kat akan bicara pintu kamar mereka sudah diketuk"**** " umpat Lucas dengan kesal
Dia bangkit dari tubuh Kat tak lupa menyelimutinya terlebih dahulu. Didepan kamar ada ayahnya Katherine dan juga ibu tirinya.
__ADS_1
"Ada apa "
"Aku ingin berbicara dengan Katherine "
"Masalah apa "
"Masalah ini penting dan aku harus berbicara dengan Katherine "
"Istriku sudah tertidur, lebih baik berbicara denganku. Sama saja kan aku ini suaminya, jadi kalian tidak perlu sungkan untuk berbicara padaku mari kita ke ruang tamu dan berbicara jangan ganggu istriku yang sedang beristirahat"
Mau tidak mau mereka mengikuti Lucas "Jadi apa yang ingin kalian bicarakan"
"Lucas jamu tahu kan kalau Chelsea datang kemari terlebih dahulu dan juga Dimas ikut menyusul kakaknya, tapi kenapa mereka tidak ada di pernikahan kalian. Aku bertanya pada Katherine dia mengatakan tidak tahu apa kamu tahu sesuatu tentang kedua kakak beradik itu "
Lucas tak langsung menjawab dia mengeluarkan rokoknya dan menghisapnya "Apa bayarannya, bila aku tahu di mana anak kalian berdua"
"Lucas aku ini ayah mertuamu "
"Aku tahu kamu adalah Ayah mertuaku, hanya ingin tahu saja apa bayaranku jika aku tahu tentang keberadaan anak kalian berdua. Mungkin kalau Kat yang menghilang kalian tidak akan mencarinya dan segusar ini "
__ADS_1
Riyan diam, dia menatap mantan istrinya dan mengusap wajahnya "Aku tidak punya apa-apa Lucas untuk dipertaruhkan"
Lucas malah tertawa, dia malah diam dan mengisap kembali rokoknya.