Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 95 mulai habis


__ADS_3

Lucas sekarang masuk kedalam salah satu kamar, yang dihuni oleh satu laki-laki dia sedang tidur. Lucas duduk disamping laki-laki itu dan menjambak rambutnya dengan brutal.


Sampai-sampai laki-laki itu terbangun dan menatap Lucas "Hei siapa, kenapa aku ada disini "


Lucas langsung mengambil botol minum yang ada di nakas dan memecahkannya di kepala laki-laki itu "Gila kau "


Laki-laki itu melawan dan mendorong Lucas, tapi dengan cepat juga Lucas mendorong laki-laki itu sampai tersungkur. Lalu menginjak punggung laki-laki itu.


Lucas mengambil pisau dan melukai wajah laki-laki itu, lalu memenggal kepalanya dengan pisau yang lainnya, memang singkat karena Lucas juga ingin cepat-cepat selesai dirinya sudah lelah dan ingin beristirahat.


Sudah beberapa hari dirinya meninggalkan Kat, pasti Kat kesepian tak ada dirinya kasian dia. Dirinya harus segera menyelesaikan misinya ini dan menemui Katherine.


Sedangkan Kat sendiri dia sedang makan-makan bersama teman-temannya. Karena mereka semua juga sudah tak mendengar ada pembunuhan lagi. Berarti semuanya aman.


"Untung aja pembunuh itu ga ada ya, ga bunuh-bunuh lagi jadi kita bisa makan-makan kayak gini"


"Iya bener-bener banget, senangnya hatiku ini "


"Jangan senang dulu. Tapi yang aku lihat di berita ada laki-laki yang mati loh. Itu tuh parah banget lihat ga sih di beritanya lagi viral banget. Tapi pelakunya itu ga ditemuin. Mungkin dia lagi pindah kota atau pulang ke kotanya sendiri atau mungkin cari mangsa yang lain gitu "

__ADS_1


"Hem, apakah setiap kota akan didatangi "


"Bisa saja "


"Kat kenapa kamu diam saja "


Kat langsung menatap teman-temannya "Tidak aku baik-baik saja "


"Maaf ya bila kami mengingatkan kembali tentang kematian Barbara "


"Tidak, tidak sudah tidak apa"


Tapi Kat langsung mengelengkan kepalanya, kenapa dirinya terus memikirkan tentang itu. Sudah hidupnya sudah kembali normal semoga saja tidak akan ada gangguan lagi dan semuanya baik-baik saja.


Semoga saja sampai nanti dirinya tua penjahat gila itu tak ada dihadapannya. Sungguh dirinya tak akan sanggup untuk menghadapinya bisa gila dirinya ini.


"Kat mau pulang bareng "


"Boleh kak Sindi "

__ADS_1


"Yaudah ayo pulang "


Aku segera mengambil barang-barangku dan mengikuti langkah ka Sindi. Memang rumah kami berdekatan.


"Kat kau sedang dekat dengan kak Abraham ya "


"Emm tidak kok kak, aku hanya sebatas bos dan juga karyawan saja "


"Hemm begitu ya, tapi yang aku lihat sepertinya kak Abraham suka padamu "


"Itu tidak mungkin kak, mungkin itu hanya perasaan kakak saja. Mana mungkin seorang bos menyukaiku. Aku sadar diri kak "


"Semoga saja apa yang kau katakan benar ya "


Aku menatap kak Sindi. Apakah kak Sindi suka sama Kak Abraham, apakah selama ini kak Sindi memendam perasaan pada kak Abraham. Tapi itu bisa saja kan mereka kan sudah bekerja lama.


"Apakah kakak suka pada kak Abraham maaf kalau aku lancang bertanya seperti ini pada kakak "


Kak Sindi menatapku lalu tersenyum, wajahnya sedikit mereka seperti menahan malu. Apakah tebakanku benar. Apakah kak Sindi suka sama kak Abraham.

__ADS_1


__ADS_2