
Sudut pandang Lucas ya.
Aku yang sudah sampai di ruanganku sedang menunggu Katherine untuk datang ke sini. Ada yang ingin aku bicarakan teleponku bahkan tidak pernah diangkat bukan tidak diangkat lagi ponsel yang aku berikan pada Katherine sudah tidak aktif. Mungkin dia membuangnya.
Saat mendengar suara ketukan aku segera membenarkan dudukku dan menunggu orang yang masuk, aku tadi sudah menyuruhnya masuk.
Tapi saat pintu dibuka aku sangat kecewa, yang aku lihat bukanlah perempuan pujaan hatiku tapi malah Dian temannya.
"Mana temanmu, kenapa bukan dia. Aku kan menyuruh Katherine untuk yang mengantarkan buku-buku itu ke sini"
"Maaf Pak tadi Katherine sakit perut. Makanya aku yang menggantikannya pergi ke sini. Mungkin dia makan pedas kemarin malam "
Sungguh alasan yang sangat biasa, aku hanya bisa menghembuskan nafas "Baiklah simpan bukunya dan suruh temanmu nanti datang kemari "
"Baik Pak, aku permisi "
Setelah Dian keluar, aku menyandarkan tubuhku dikursi, aku sungguh ingin bicara dengannya menjelaskan tentang apa yang terjadi kemarin malam.
Bagaimana lagi mendapatkan Kat, apakah aku harus mengancamnya untuk mendapatkan hatinya. Baiklah jika dia tidak bisa aku dapatkan dengan cara baik-baik maka dengan cara kotor pun akan aku lakukan. Kalau dia tidak datang ke ruanganku kali ini aku akan memberikannya kejutan untuk dia bisa terikat denganku dan tidak akan bisa lepas lagi dariku.
Aku mengigat kembali tentang kejadian kemarin malam, aku sungguh tak menyangka kalau Kat bisa mengetahui aku yang sesungguhnya secepat ini.
Flashback on
Aku yang sedang di perjalan pulang tiba-tiba saja mobilku diberhentikan oleh seorang perempuan. Otomatis aku mengerem mendadak perempuan itu berlari ke arah pintu kaca mobilku. Memang aku tadi sengaja membukanya.
"Ada apa "
"Tuan bisakah kau antar aku pulang. Ini sudah sangat malam dan aku tidak tahu harus pulang menggunakan apa. Bisakah anda mengantarku sebentar saja"
"Aku bukan taksi, kau bisa menunggu taksi, bis atau apapun"
"Tolonglah Tuan aku minta tolong padamu"
__ADS_1
Aku melihat perempuan itu dari atas sampai bawah. Apakah aku harus mengantarkannya. Sudahlah antarkan saja daripada nanti bikin pusing dan malah panjang kan.
"Ya sudah kau masuk cepat, aku tidak punya banyak waktu"
"Terimakasih Tuan "
Perempuan itu dengan senang langsung masuk ke dalam mobilku. Setelah dia duduk aku melajukan mobilku kembali. Tadi aku sempat menanyakan alamat rumahnya dan dia sudah memberikannya.
Selama perjalanan dia terus saja menatapku. Kenapa aku tahu, aku melihat dari ekor mataku kalau dia curi-curi pandang terus dari tadi. Tiba-tiba saja dia memegang tanganku yang sedang menyetir aku dengan cepat melepaskan tangan itu.
"Kenapa kau begitu Tuan, aku hanya memegang tanganmu saja. Untuk balasannya karena kau mau mengantarkanku aku akan bermalam denganmu. Apapun yang kau ingin lakukan akan aku terima Tuan, mau kau menggunakan tubuhku juga aku tak masalah "
"Menggunakan tubuhmu untuk apa"
"Untuk **** aku akan memberikan gratis untuk mu, hanya untuk mu saja sayang "
Hemm, ternyata perempuan ini perempuan tidak baik. Baiklah kita mainkan dia pasti akan sangat menyenangkan sekali.
"Aku tidak yakin kalau kau bisa memuaskan ku"
"Lucas "
"Nama yang bagus"
Aku hanya diam fokus menyetir. Dia kembali meraba tubuhku. Dia memegang pahaku dan terus meraba sampai akan mengenai alas vital ku, namun aku dengan cepat menangkap tangan itu.
"Aku tidak suka perempuan yang memulai"
"Emm, baiklah aku akan diam dan jadi perempuan baik-baik "
Dia benar melakukan apa yang dia bicarakan, dia diam dan tak meraba-raba lagi tubuhku.
"Disini saja Lucas "
__ADS_1
Aku menuruti kata-katanya. Aku memarkirkan mobilku dan mengikuti langkahnya. Dia bahkan menggandeng tanganku. Aku tidak masalah sih sebelum permainan ini dimulai dia harus bersenang-senang dulu kan.
Aku yang memang tidak mau datang ke rumahnya menariknya ke tempat yang gelap. Dia pura-pura kaget padahal sudah biasa mungkin untuknya diperlakukan seperti ini.
"Kenapa di sini ayo di rumah saja. Apakah kau ingin kedinginan kalau di rumah kan ada selimut akan lebih nyaman juga"
"Aku lebih suka di tempat seperti ini"
"Ow sensasi yang liar"
Aku mendorong tubuh perempuan itu untuk menyender di tembok. Kubelai wajah perempuan itu dan tanganku yang satu lagi mengeluarkan pisau kesayanganku. Tanpa aba-aba aku menusukkannya ke arah mata sebelah kanan.
"Akhhh " teriaknya dengan sangat nyaring.
"Bagaimana suka kan kejutanku. Bukannya tadi kau berbicara apapun boleh aku lakukan pada tubuhmu. Maka ini yang akan aku lakukan. Sungguh menyenangkan dengan perempuan seperti mu pasrah mau diapakan oleh ku pun "
Dia kembali berteriak meminta tolong aku segera membekap mulutnya. Aku menatap wajahnya dengan lekat "Aku tidak suka wanita murahan jadi jangan pernah menggoda aku. Kau sangat murahan sekali "
Setelah mengatakan itu aku menusuk perut perempuan itu dengan dalam dan memutarkan pisauku di dalam perutnya. Rasanya begitu nikmat dan sensasinya sangat berbeda saja.
Tiba-tiba aku mendengar suara ranting yang terinjak. Saat aku kembalikan wajahku alangkah kagetnya ada Katherine di sana. Kenapa dia bisa ada di sini apa yang dia lakukan.
Dia mematung sesaat, aku pun sama mematung karena kaget ada Katherine di sini. Dia langsung berlari meninggalkanku saat itulah aku cepat-cepat menghabisi perempuan itu dengan menggorok lehernya.
Aku mengejar Kat, dia pergi ke mana tapi aku tidak kehilangan jejaknya karena dia berlari cukup pelan untukku.
Aku berhenti sejenak melihat Katherine masuk ke mana ternyata dia masuk ke dalam rumah sederhana paling ujung. Apakah dia tinggal di sini sekarang dengan siapa.
Aku yang ingin menjelaskan semuanya pada Katherine dan tak mau ada permasalahan segera menggedor-gedor pintunya. Tapi Katherine sama sekali tidak membukanya.
Aku mencoba mendobrak pintu itu, saat akan terbuka pintunya ada Tio yang datang. Karena aku belum mau untuk ditemui oleh polisi itu aku lari dia mengejarku tapi untungnya tidak terkejar.
Jika aku diam pasti Kat akan berbicara pada Tio kalau aku sudah membunuh seseorang. Aku tidak bisa menganggap Tio remeh aku harus waspada.
__ADS_1
Sebenarnya pada malam itu aku tidak pulang, aku menunggu Tio untuk pulang tapi sudah aku tunggu lama dia tidak pulang-pulang . Akhirnya aku membawa perempuan itu ke dalam mobil. Aku tidak mau sampai Tio menemukan mayat ini.
Intinya Kat tidak boleh menemukan bukti ini. Aku yakin Kat akan bicara pada Tio semuanya. Apalagi Tio sedang mencari pembunuh berantai itu yang tak lain adalah diriku.