
Satu orang perempuan yang memang tidak mau ikut mencari, dia kembali lagi ke dalam villa dia hanya pergi sendirian. Dia tidak tahu kalau di dalam rumah itu ada seorang pembunuh. Lucas yang memang sedang menunggu kedatangan mereka akhirnya keluar dan menatap perempuan itu.
"Siapa kau"ucap perempuan itu pada Lucas saat melihat Lucas ada di dapur.
Lucas malah tersenyum dia melemparkan sebuah pisau dan tertancap ke arah dada perempuan itu. Perempuan itu langsung berlari ke lantai atas ke kamarnya, tapi Lucas langsung mengikutinya dan berlari masuk ke dalam kamarnya.
Lucas membaringkan perempuan itu dan menusuknya di belakang. Lalu dia membalikkan badan perempuan itu dan kembali menusukkan pisaunya ke arah perutnya.
"Akhh tolong, tolong siapa saja tolong, tolong "
Lucas tidak membiarkan perempuan itu untuk pergi. Dia membekap mulut perempuan itu, lalu menguliti perempuan itu hidup-hidup . Saat dia sedang sekarat dikulitinya perempuan itu dengan sangat teliti Lucas melakukannya, tidak ada satupun kulit yang tersisa.
Lucas membanting perempuan itu ke bawah lantai, lalu turun ke lantai bawah untuk mengambil sesuatu yang pasti akan membuat perempuan itu sangat kesakitan. Mungkin bukan dia yang salah tapi tetap saja dia terlibat dalam segala hal.
Lucas kembali lagi ke lantai atas dan perempuan itu sudah sangat menjijikan, dia ingin pergi tapi tubuhnya sudah tidak mampu untuk pergi kemana-mana. Lucas menaburkan cuka dan juga garam ke seluruh tubuh Perempuan itu.
"Bagaimana suka, sangat menyenangkan sekali "
Lucas terus melakukan itu dari atas kepala sampai kaki perempuan itu. Lalu Lucas duduk dan merobek mulut perempuan itu sampai ke arah telinganya, tapi perempuan itu masih hidup dia belum juga mati.
"Hebat juga ya, kau begitu kuat sampai-sampai masih hidup, aku sampai kewalahan"
Lucas meninggalkan perempuan itu dan mencari yang lainnya tinggal 6 orang lagi. Kita habisi mereka semuanya tak boleh ada yang tersisa satupun.
...----------------...
"Mana sih, ke mana 5 orang itu. Kenapa mereka tidak ketemu sama sekali aku pusing mencari mereka. Aku ingin tidur "keluh salah satu perempuan.
"Jangan begitulah, kita kan harus mencari teman kita tidak mungkin kan kita meninggalkan mereka begitu saja"
__ADS_1
"Memangnya tidak ada waktu siang, kita bisa mencari besok sekarang itu waktunya istirahat. Mungkin mereka semua sedang bersenang-senang tanpa memberitahu kita. Ayo lebih baik kembali lagi lah ke villa capek sekali ini badanku ingin istirahat, kepalaku juga pusing"
"Hemm baiklah mari pulang pulang "
Mereka semua kembali pulang ke dalam villa, mereka tidak menyadari kalau ada orang yang tidak ada bersama mereka. Baru saja mereka sampai di dalam villa mereka masuk kekamar masing-masing.
Tapi tiba-tiba ada yang berteriak "Akhhh "
"Ada apa "
Teman-temannya langsung menghampiri perempuan yang tadi berteriak, mereka juga sampai berteriak saat melihat ada seorang perempuan berumuran darah dan dia masih sekarat mereka berenam langsung mundur.
"Apa teman-teman kita yang lain dibunuh. Ya ampun kenapa kita harus ada di situasi seperti ini"
"Ayo kita berkumpul di ruang tamu, sepertinya ada penyusup ayo kita berkumpul dan kunci semua pintu"
Mereka semua berbondong-bondong turun ke lantai bawah, malahan cepat-cepatan karena tidak mau melihat mayat perempuan itu. Sebetulnya belum jadi mayat sih masih hidup tapi sekarat tidak ada yang mau menolongnya.
"Aku takut, aku takut sekali aku ingin pulang, aku ingin pulang "
"Ya sudah ayo pulang "
Mereka langsung berlari keluar untuk menghampiri mobil mereka masing-masing, tapi tiba-tiba saja ada peluru yang menghampiri mereka.
Bahkan ada yang sudah terkapar dan tak bisa kemana-mana. Ada dua orang yang terkena peluru tinggal 4 orang lagi, 2 perempuan dan 2 laki-laki.
Mereka berempat diam didalam mobil, datang seseorang dari semak-semak lalu tersenyum pada 4 orang yang ada di dalam mobil. Mereka mencoba untuk menyalakan mobil tapi nyatanya tidak mobilnya tidak nyala sama sekali.
Lucas yang memang keluar dari persembunyiannya mengambil batu besar, lalu menghantamkan batu itu ke kepala orang yang sedang merangkak ingin pergi ke arah mobil yang kosong. Dia menghancurkan kepala itu sampai hancur sehancur-hancurnya.
__ADS_1
Sedangkan orang terakhir yang masih diam dan syok melihat kelakuan Lucas hanya bisa diam sambil menangis, lalu Lucas menghampirinya dan mengangkat dagunya.
"Bagaimana bermacam-macam dengan keluargaku menyenangkan"
Diambilnya pisau kecil namun tajam itu, lalu Lucas langsung menancapkan pisau itu ke arah mata orang itu sampai copot "Aakhh tolong siapa saja tolong "
Lucas langsung mengarahkan pisau itu ke arah leher orang itu, agar cepat selesai semua aksinya harus cepat selesai hari ini juga. Tidak peduli mayat-mayat mereka akan ditemukan oleh Polisi ataupun tidak, yang terpenting semua amarah, kekesalannya terbalaskan.
Lucas berlari ke arah mobil dan menatap mereka berempat dari kaca depan, mereka sudah sangat ketakutan sekali tapi ada seorang laki-laki yang memang mengenal Lucas.
"Bukannya itu kakaknya Daisy ya" ucap Agus
Ternyata Agus yang mengenal kakaknya Daisy "Kau yakin itu kakaknya Daisy"
"Iya Itu Kakaknya Daisy, aku pernah lihat dia. Aku pernah melihatnya dia mengantarkan Daisy ke sekolah aku kan dengan Daisy satu SMA. Aku tahu dia, dia adalah kakaknya Daisy "
"Sudah aku bilang kan jangan pernah bermain-main dengan Daisy, jadi seperti ini kan kejadiannya aku mau pulang aku tidak mau mati, aku tidak mau mati "teriak perempuan yang paling belakang.
"Tolong aku tidak mau di sini"
"Teman-teman semuanya tenang. Jangan ribut ayo kita nyalakan mobil dan tabrak saja dia, dia itu sama manusia tidak mungkin kan dia terus menang"
Lucas turun dan mengelilingi mobil itu, lalu mengambil batu dan memecahkan salah satu kaca paling belakang. Lucas menarik rambut perempuan yang paling ujung dan membawanya keluar dari dalam mobil.
"Beginilah balasannya kalau kalian bermain-main dengan keluargaku, sudah aku bilang kan jangan pernah ada yang bermain-main dengan keluargaku"
"Lepaskan dia, dia tidak salah aku yang salah aku yang telah berbuat itu pada Daisy, tolong lepaskan dia semua ini salah Devon, dia yang meminta kami untuk melakukan itu pada Daisy "teriak Agus
"Kau bisa menolak kan, kau bisa melaporkannya ke polisi atau apapun itu. Banyak teman-temanmu di bawah. Bukannya kau mengikuti apa kata-kata Devon maka ini balasannya. Kau akan menerima balasannya dibunuh olehku dan kau juga akan dihukum nanti di neraka. Aku pastikan kalian semua masuk neraka dan tidak akan ada yang selamat "
__ADS_1
Lucas mengambil pisaunya dan "Tidakkk "