
Aku yang mengingat kembali tentang sebuah perjanjian itu hanya bisa tersenyum bahagia. Tapi Katherine sama sekali tidak mengingatnya. Bahkan saat pertama kali kami bertemu Katherine tidak mengingatku sepertinya dia sudah melupakan semuanya.
Apakah Ayahnya sudah mencuci otak Kat sampai-sampai dia lupa dengan semuanya. Entahlah aku tidak tahu bagaimana kehidupan Katherine, tapi setelah aku datang mengantarkan Katherine waktu itu aku tahu bagaimana kehidupannya.
Dia tidak bahagia bersama Ibu tirinya Lisa, Katherine di perlakukan bukan seperti anak tapi seperti pembantu. Aku lihat Katherine yang cantik menjadi kurus. Dulu saat kecil dia lumayan gemuk dia juga sangat manis tapi sekarang juga dia masih manis dan cantik malah makin cantik melebihi Mama Jovanka.
Aku waktu itu sempat cekcok bersama Lisa ibu tirinya Katherine. Aku memarahinya untuk tak semena-mena lagi pada Katherine. Kalau tidak aku akan melakukan apa yang menurutku baik. Kalian juga bingung kan saat Katherine akan diperkosa, siapa yang menolongnya itu. Yang menolong adalah aku. Aku adalah orang yang memakai topi itu.
Aku tidak akan mungkin membiarkan perempuanku dilecehkan oleh laki-laki lain selain aku tentunya. Hanya aku yang bisa menyentuh Katherine sampai kapanpun.
Mungkin ada sebuah janji yang tidak bisa aku tepati pada Katherine yaitu tentang gangguan mentalku ini. Aku tidak bisa sembuh aku sangat sulit sekali sembuh bahkan sampai sekarang aku belum sembuh.
Entah karena sudah turunan juga dari Papiku yang memang dulu adalah pembunuh berantai atau memang karena penyakit ini. Entahlah aku juga tidak tahu tapi katanya penyakit ku ini disebabkan oleh aku yang trauma diculik, juga karena terlalu didoktrin untuk menonton hal yang seharusnya aku tidak tonton. Apalagi aku juga dipukuli kan waktu itu oleh mereka semua, tapi kurasa aku tidak trauma diculik deh.
Aku selalu mengawasi kemanapun Katherine pergi, bahkan saat di kelas. Kenapa aku selalu menatapnya karena aku begitu bahagia bisa bertemu dengannya lagi. Aku begitu senang bisa melihatnya lagi. Aku bisa bertemu lagi dengan perempuan kecil yang sudah membuat janji bersamaku.
Bahkan aku sampai belajar memasak hanya demi Katherine agar membawakan dia bekal. Aku tahu dia pasti tidak sarapan dulu. Aku tahu pasti dia kelaparan makanya aku membuatkan dia bekal hanya demi dia aku seperti ini.
Apakah cukup ceritaku ini untuk kalian, kalian sudah tahu siapa aku sebenarnya sekarang. Aku sedang membuat sketsa yang akan aku lakukan malam ini pada korbanku. Sepertinya aku ingin melakukan sebuah permainan yang akan sangat merumitkan para polisi.
Aku ingin membuat mereka kerja lebih giat lagi. Mungkin kedua korbanku kemarin tidak ada apa-apanya dengan yang sekarang. Aku menggunakan sebuah perhitungan yang begitu matang.
Hari ini adalah tanggal 25 dan aku akan melakukan aksi itu pada tanggal ganjil sepertinya akan sangat menyenangkan melakukannya malam ini juga. Aku akan melakukannya apakah kalian ingin ikut denganku mencari korban yang cocok untuk aku pajang nantinya.
Untuk menggemparkan semua masyarakat disini, baru saja ku menyelesaikan gambarku Mamihku tercinta menelfon..
__ADS_1
"Hallo Mami ku sayang ada apa"
"Mami begitu khawatir padamu Abang, apakah kau di sana baik-baik saja. Mami lihat ada sebuah berita di kota itu apakah bukan dirimu kan yang melakukan itu. Bukan kau kan yang telah membunuh ketiga orang itu pada hari yang sama"
"Mana mungkin Abang membunuh orang lagi. Abang kan sudah berobat masa Abang masih kayak gitu. Mami hanya perlu percaya sama Abang kalau Abang udah berubah. Mungkin itu kebetulan saja. Abang baru beberapa hari di sini sudah ada pembunuhan kayak gitu. Mami tenang saja bukan Abang kok yang lakuin itu"
"Mami tenang kalau bukan Abang yang lakuin itu, gimana di sana kamu betah kan, kamu di sana baik-baik saja kan"
"Abang betah kok Mi, Abang juga mau bilang makasih sama Papi karena udah bikin Abang ngajar di sini. Ya sebenarnya sih Abang maunya di kantor tapi kan Papi maunya Abang ngajar dulu di sekolah punya Papi. Jadi ya udah sih ga apa-apa buat menyelidiki juga kan di sekolah ini apakah ada yang korupsi atau enggak. Mami di sana gimana baik-baik saja kan, ga ada masalah kan"
"Nanti setelah semuanya beres kamu pegang kantor yang di sini ya pulang, Mami ga bisa jauh-jauh dari Abang, udah dari kecil Abang pergi ninggalin Mami sekarang Abang juga malah dikirim ke sana sama Papi buat ngajar. Tapi ga apa-apa kan Abang, ga sakit hati kan dikirim jauh kayak gitu sama Papih "
"Enggak dong buat apa Abang sakit hati yang ada Abang senang. Apa yang Abang selama ini cari udah ketemu Mih"
"Mami tahu saja apa yang ada dalam pikiran Abang"
"Kami akan pergi ke sana dan ambil Katherine"
"Jangan Mi, biar Abang di sini yang jaga Kat. Abang ga mau paksa dia. Sudah biarkan saja kita juga harus ambil harta Mama Jovanka kan dari laki-laki sialan itu. Bukannya aku gila harta tapi itu milik Katherine bukan milik mereka. Mami tenang saja aku akan urus semuanya dengan baik"
"Tapi jangan ada kekerasan ya, Mami tidak mau kamu membunuh orang lagi"
"Tidak akan Mami tenang saja. Aku tidak akan melakukan kekerasan pada mereka Katherine aman bersamaku, dia sekolah di sini dan tahun ini juga dia akan lulus"
"Kapan kau membawanya kemari"
__ADS_1
"Saat dia menjadi calon menantu Mamih, tunggu saja aku akan mendapatkan hati Kat dulu "
"Pasti Kat akan cepat mencintaimu. Anak Mami kan ganteng. Masa sih Katherine ga tertarik sama Abang"
"Dia beda sama perempuan lain Mih, kayak Mami dulu saja susah di dapetin sama Papi"
"Kamu tahu dari mana"
"Dari mana lagi kalau bukan Papih yang cerita, Mami kayak ga tahu aaja Papi itu kan sekarang sukanya cerita-cerita tentang masa lalu, gimana kejar Mami, gimana perjuangannya buat dapetin Mami"
"Hehehe iya Mami lupa kalau kebiasaan Papi kamu sekarang udah berubah. Kamu di sana jangan pernah telat makan ya. Kalau ada apa-apa langsung telepon Mami atau Papi ya. Daisy juga di sini sudah nanyain terus kamu katanya dia mau ke sana"
"Pokoknya Mami tahan Daisy jangan sampai dia ke sini. Aku ga mau direcoki sama dia Abang pusing kalau harus tinggal satu atap sama dia. Dia itu cerewet banget Mih tolong ya tahan dia"
"Daisy pengen ketemu sama Abangnya gimana dong"
"Biar nanti aku yang pulang Mih, jangan sampai dia ke sini ya, aku lagi banyak kerjaan banget"
"Ya udah sekarang kamu kerjain dulu tugas kamu ini udah hampir mau sore loh, pulang ya kamu pasti belum pulang deh"
"Iya Mi sebentar lagi aku pulang. Ya udah aku beresin kerjaan dulu ya Mami di sana hati-hati"
"Iya sayang"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1