Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 128 bulan madu


__ADS_3

"Sayang kamu sudah bangun, mari bersiap kita bulan madu "


Kat yang baru saja bangun masih belum merespon menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan ini.


"Hah bulan madu"


"Hemm, sayang apakah kamu tidak mau bulan madu nanti aku akan memuaskan mu aku janji sayang. Seperti tapi aku akan melayani mu "


Kat yang malu langsung menundukan kepalanya wajah panas sampai ketelinga, sungguh menyebalkan pasti wajahnya akan sangat merah seperti kepiting rebus.


"Sayang, jangan menundukan wajahmu. Segeralah bersiap apa mau aku bantu "


Cup saat Kat mendongakan kepalanya bibirnya dikecup bahkan beberapa kali melakukannya. "Bagaimana sayang butuh bantuanku"


Kat mengelengkan kepalanya "Tidak aku akan bersiap sendiri "


"Baiklah sayang, aku akan memasukan semua barang ini dulu kekoper. Kamu segeralah bersiap"


Diusapnya kepala Kat dan diciumnya puncak kepala Kat. Setelah Lucas pergi barulah Kat bisa leluasa. "Huff kenapa aku begitu gugup "


Kat mengusur selimutnya dan segera menganti pakainya bahkan Kat tidak mandi. Akan lama kalau dirinya mandi dulu..


Kat turun kelantai bawah dengan sangat hati-hati sekali "Sudah siap sayang "


"Sudah, memangnya kita mau pergi kemana "


"Kita bulan madu di villa ku saja ya sayang, maaf aku belum bisa bawa kamu keluar negri aku ga mau kamu kecapean. Nanti aja ya kita bulan madu untuk yang kedua kalinya kita pergi ketempat yang kamu mau "


Lucas membukakan pintu dan membantu Kat masuk kedalam mobil, setelah Kat nyaman baru Lucas masuk kedalam mobil dan pergi menuju vila.


Selama perjalanan tak ada pembicaraan, karena Kat juga tidak mau mengganggu konsentrasi Lucas yang sedang menyetir, Kat yang memang masih mengantuk akhirnya malah tertidur juga matanya begitu berat sekali.


Lucas yang melihat Kat tertidur hanya membiarkannya dia tahu kalau istrinya itu sangat kelelahan sekali. Lucas berhenti dahulu di pom bensin untuk mengisi dulu bahan bakar.


Setelah mengisi ful, Lucas menepikan mobilnya terlebih dahulu ingin membeli beberapa makanan untuk istrinya ini. Agar nanti saat divila istrinya ini bisa makan dulu.


Ya karena memang tadi tak sempat untuk makan. Sebelum turun Lucas mencium kening istrinya dahulu, lalu masuk kedalam supermarket membiarkan istrinya tidur sendirian didalam mobil.


Lucas membeli beberapa camilan, air mineral dan juga makan yang cukup untuk mengenyangkan. Ada juga minuman yang lainnya.


Saat Lucas sudah selesai membayar dia malah melihat orang yang sedang mengintip kedalam mobilnya. Lucas langsung menarik bahunya.


"Apa yang kamu lakukan "


"Apakah ini mobil kamu ?" tanya orang itu malah balik bertanya.

__ADS_1


"Ya "


"Bagus sekali, dan wanita yang ada didalam juga sangat cantik sekali "


Orang itu langsung pergi begitu saja, Lucas juga mencium bau alkohol dari orang itu. Lucas menyimpan belanjaannya dan mengikuti laki-laki itu.


Berani-beraninya dia bermain-main dengannya. Apalagi sampai mengintip istrinya yang sedang tidur tidak sopan sekali.


Laki-laki itu masuk kedalam sebuah mobil dan langsung memejamkan matanya dengan kaca yang terbuka. Lucas tersenyum melihat itu.


Lucas juga mengecek arah Cctv, ternyata tidak mengarah kearahnya. Dikeluarkannya pisau kecil yang selalu dirinya bawa.


Lucas berjalan kearah laki-laki itu tanpa suara, tanpa takut ketahuan Lucas langsung mengorok laki-laki itu. Lalu menusukan pisau kecilnya itu pada dada laki-laki itu.


Lucas melangkah menjauh dari laki-laki itu. Yang pasti dia sudah mati. Lucas mencuci tangannya dan pisau kesayangannya itu.


Saat kembali lagi kedalam mobil istrinya masih tertidur. Lucas kembali menjalan kan mobilnya. Masih jauh perjalanannya ini.


Lucas sesekali melihat istrinya yang tertidur lelap. Untung saja istrinya tertidurkan. Kalau tidak, tidak akan ada kesempatan untuk dirinya membunuh orang kurang ajar itu.


...----------------...


Meraka sudah sampai divila, Lucas diam menatap istrinya yang masih terlelap. Dibelainya wajah sayang istri dan itu malah membuat istrinya terbangun.


"Sudah sampai sayang"


Kat mengedarkan pandangannya vilanya begitu besar "Apakah kita tinggal berdua disini "


"Tentu sayang, namanya juga bulan madu. Nanti akan ada yang membereskan vila ini pagi hari saja. Mau digendong sayang "


Kat menggelengkan kepalanya "Tidak usah "


"Tunggu disini "


Lucas keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Kat. Bahkan Lucas membantu Kat keluar "Kamu tunggu didalam. Kamar kita yang paling depan. Ini camilan untuk kamu. Makan ini dulu ya sayang nanti aku pesankan sarapan untuk kamu "


"Iya "


Kat masuk, sedangkan Lucas sendiri dia mengambil koper dibagasi. Kat melihat-lihat vila ini. Apakah tidak akan takut kalau dirinya dan Lucas tinggal berdua seperti ini.


Kat masuk kedalam kamar yang Lucas maksud, ini juga kamarnya begitu luas. Kat duduk dikursi paling pojok dan meluruskan kakinya yang lelah.


"Aku mandi dulu sayang "


"Iya "

__ADS_1


Setelah Lucas masuk kedalam kamar mandi, Kat memainkan ponselnya. Bosan rasanya kalau tidak melakukan apa-apa.


Kat hanya membalas pesan-pesan dari temannya yang memberikan selamat padanya. Tapi tiba-tiba saja ponselnya tak ada ditangannya lagi.


Ternyata Lucas yang mengambilnya "Tidak ada ponsel sayang, ingat kita sedang bulan madu maka kita harus fokus "


"Fokus apa "


"Fokus membuat anak sayang, sana mandi bersihan dirimu terlebih dahulu "


Kat dengan patuh melakukan apa yang Lucas katakan. Tidak bisa memainkan ponselnya. Sangat gawat sekali itu.


Kat juga mengunci kamar mandi agar Lucas tak bisa masuk, bisa saja kan Lucas tiba-tiba saja masuk. Dia kan selalu muncul dimana-mana takut-takut tiba-tuba ada disini.


Kat membuka seluruh pakainya dan baru melihat merah-merah disekitar dadanya "Apakah ini perbuatan Lucas kenapa banyak sekali "


Kat melangkah kakinya kearah shower dan rasanya segera sekali badannya serasa dipijat dan rileks. Tadi saat bangun tidur badannya pegal-pegal..


Setelah selesai Kat mengambil jubah mandinya dan keluar dari kamar. Lucas malah sedang menatapnya dengan senyum yang begitu lebar.


"Ada apa dengan kamu "


"Duduk sini sayang "


"Jangan macam-macam "


"Tidak akan sayang. Mana mungkin aku macam-macam pada istriku sendiri, duduklah di sini"


"Aku ingin menggunakan pakaian dulu"


"Tidak usah hanya kita berdua di sini, tidak usah memakai pakaian itu akan lebih memudahkanku"


Kat langsung memeluk tubuhnya"Tidak mau, aku harus memakai pakaianku dulu"


"Mau datang ke sini sendiri atau aku yang mendatangi"


Kat dengan pasrah akhirnya melangkah kakinya dan mendekati Lucas duduk bersisian dengan Lucas"Luruskan kakimu sayang "


"Mau apa "


"Luruskan saja sayang "


Lagi-lagi Kat patuh dia melakukannya. Lucas langsung saja memijat kaki Kat "Pasti kamu kelelahan sayang"


Tapi lama kelamaan pijatan itu malah berubah, menjadi pijatan plus-plus. Kat bahkan tak bisa menolaknya karena tangannya sudah dipegang dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2