Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 27 kenapa harus aku


__ADS_3

Brak


Aku membuka pintu kamar Dimas dengan kasar. Enak-enaknya anak ini tertidur, pasti apa yang terjadi pada Kat adalah ulahnya, kalau bukan dia siapa lagi coba.


"Apaan sih lo Kak "


"Bangun sialan, pasti lo kan yang nyuruh Darwin buat perkosa Kat "


Dimas dia langsung bangkit dengan senang, "Beneran Kak, terus-terus gimana berhasilkan dia udah diperkosa, kan ? "


"Lo gila ya, apa sih yang ada dalam fikiran lo Dimas, gimana kalau Kat trauma. Mau gimana pun dia tetap saudara kita "


"Ga biasannya Kakak kayak gini sama Kat. Biasanya kita selalu kerja sama buat usir Kat "


"Sekarang beda, tapi gue senang temen lo kayaknya sebentar lagi mati "


"Hah kenapa mati ? Emang rencananya gagal "


"Telfon saja temen lo itu "


Baru juga aku akan keluar ibu sudah datang, dia berkaca pinggang dan menatap kami berdua.


"Ada apa ini malam-malam ribut. Kalau Ayah sampai tahu bagaimana "


"Biarin saja, biar Ayah tahu anak laki-lakinya ini mau celakain Kat " jeritku dengan kesal.


Ibu langsung membekap mulutku "Apa-apaan kau ini Chelsea, kau ingin kita diusir "


Aku melepaskan bekapan yang ibu lakukan "Ibu ini gimana sih, Dimas itu mau celakain Kat. Kenapa didiemin saja, gimana kalau Kat meninggal Bu. Ibu tahu ga apa yang dilakuin anak kesayangan ibu ini ? "


"Masa bodoh, mau Dimas lakuin apapun ibu ga masalah kalau masalah Kat. Bagus sih kalau dia sampai mati. Kamu juga Kak kenapa tiba-tiba bela terus anak itu "


"Sekarang aku sadar, apa yang aku lakukan itu salah. Aku tidak mau seperti ibu dan juga Dimas. Mau bagaimana pun Kat adalah saudaraku meskipun kami tak sedarah"


"Sepertinya kau harus diperiksa Kak, kau sudah gila mau dekat dengan anak itu. Besok kita akan kerumah sakit "


"Tidak, yang harusnya dibawa kerumah sakit itu ibu dan Dimas bukan aku "


Aku yang tak mau bertengkar lagi dengan ibu segera berlari. Aku masuk kedalam kamar Kat dan mengunci pintunya.


Kat masih ada dirumah sakit, aku pulang ingin mengambil pakaian ganti untuk Kat. Tak mungkin kan dia memakai pakaian yang tadi, apalagi ada noda darah.


Aku tak mau Ayah tahu dulu, bisa gawat kalau ayah tahu. Bisa-bisa Ayah mengamuk anak kesayangannya akan dilecehkan.

__ADS_1


Ini juga perintah dari Lucas, entah kenapa dia ingin Ayah tak tahu. Katanya biar dia saja yang mengurus. Padahal tadi bisa langsung lapor polisi dengan bukti yang sudah sangat kuat.


Aku yang sudah memasukan beberapa pakaian Kat segera keluar, tapi lagi-lagi ibuku ada disini. Dia menatapku dengan tajam.


"Mau kemana kamu Kak, ini sudah malam "


"Kerumah sakit "


"Siapa yang sakit keluarga kita ga ada yang sakit "


"Apa ibu lupa kalau Kat masih keluarga kita. Dia sedang dirumah sakit, apakah ibu tak khawatir dengannya? "


"Untuk apa aku khawatir tak ada gunanya juga. Sudahlah kau masuk kamar saja "


"Ibu saja yang masuk kamar"


Aku menerobos ibuku sendiri dan berlari keluar rumah dengan cepat, sebelum ibuku menahan ku dan menarikku masuk kedalam kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sudah kami periksa 3 kali Pak Lucas, Nona Kat tidak apa-apa hanya mimisan saja dan tak akan terjadi apa-apa juga "


"Hidungnya apakah tak patah, lihatlah tadi juga keluar darah begitu banyak "


"Tapi, menurutku hidungnya agak bengkok "


"Abang sudahlah aku baik-baik saja. Aku tak merasa kalau hidungku patah, semuanya baik- baik saja aku mau pulang saja "


"Diamlah Kat, aku sedang mengurus dirimu "


"Sudah Pak Lucas, Nona Kat baik-baik saja dan dia juga tak perlu rawat inap. Saya permisi Pak, Nona "


"Iya dok makasih " aku segera mendahului Abang.


Karena aku tadi lihat Abang sudah membuka mulutnya dan pasti akan protes lagi.


"Kau ini kenapa diam saja, kenapa kau malah membiarkannya pergi. Hidungmu belum sembuh dan kau juga harus rawat inap, tak bisa langsung pulang seperti ini "


"Aku baik-baik saja Abang. Aku ingin pulang besok ada ulangan harian dan aku harus masuk sekolah, aku tak mau dirawat inap "


"Aku akan bilang pada gurunya untuk tak mengadakan dahulu ulangan harian. Tidur dan diamlah disini jangan membantahku. Kau hanya perlu patuh padaku itu sudah cukup "


Aku kembali disulitkan dengan kata patuh, tapi, untuk apa patuh dia itu pacar orang. Aku tak mau dikendalikan oleh pacar orang.

__ADS_1


"Aku tidak mau patuh pada Abang, lebih baik Abang pulang saja pada pacar Abang. Aku tak mau membuat masalah kalau dia cemburu nanti, aku tak mau dilabrak aku tak mau membuat masalah "


"Aku tak punya pacar "


Aku melongo mendengar ucapan dari Abang. Kenapa kata-katanya tak panjang hanya kata itu saja terlontar dari mulutnya. Aku yang kesal dengan kebohongan nya segera berbaring dan menutup seluruh tubuhku mengunakan selimut.


"Kau bisa mati kalau ditutup seperti ini "


"Tidak akan, lebih baik kau perhatikan pacar mu itu. Jangan terus perhatian padaku "


"Kau cemburu " sambil membuka selimutku yang menutupi seluruh tubuhku ini.


Aku mengelengkan kepalaku "Untuk apa aku cemburu, aku sama sekali tak cemburu, sudahlah aku mau tidur "


"Aku belum selesai bicara dan kau tak boleh tidur "


"Ada apa Abang kurasa tak ada yang perlu kita bicarakan"


"Ada, kau ada hubungan apa dengan Darwin sampai-sampai dibawa ketempat seperti itu "


"Aku tak punya hubungan apa-apa, memangnya aku dibawa kemana ? "


"Kau sudah telanjang dan Darwin melihat tubuhmu "


"Apa " aku yang mendengar itu kaget dan langsung menutup tubuhku ini.


"Tak usah ditutupi aku sudah tahu "


Air mataku tiba-tiba mengalir, apa Darwin ingin memperkosaku ? Kenapa dia begitu jahat padaku, karena sebuah permainan saja dia ingin menghancurkan ku.


Tiba-tiba aku merasakan tangan Pak Lucas yang mengusap pipiku, "Jangan menangis karma akan datang padannya. Kau hanya perlu menunggunya saja, aku sudah menghapus apa yang dia foto dan fidio jangan pernah dekat lagi dengan laki-laki manapun selain aku. Ingat itu kau hanya boleh bersamaku saja, kau akan aman bersamaku "


Aku tak bisa menjawab aku hanya bisa menangis saja, meratapi nasibku yang begitu jelek. Nasibku kenapa tak seperti orang lain. Mereka begitu bahagia tapi aku, selalu saja ada cobaan yang membuatku terlihat rapuh.


Abang memelukku dengan erat, aku malah makin kencang menangis. Aku seperti mengadu padannya, mengadukan kalau hidupku ini begitu sial dan begitu berat aku jalani.


"Kenapa harus aku Abang ? "


"Karena kau wanita kuat "


"Tidak aku lemah "


Aku menyembunyikan wajahku di dada Abang dan melampiaskan semua rasa sakit ku disana .

__ADS_1


__ADS_2