Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 276 Diam saja dirumah


__ADS_3

"Kapan aku bisa bertemu dengan Tamara. Aku ingin berbicara dengannya Daniel banyak yang ingin aku bicarakan, aku tak bisa menunda nya lagi, kapan lagi aku akan bisa bertemu dengan Tamara "


Daniel yang baru saja pulang bekerja sudah ditanya seperti itu. Padahal Daniel sudah sangat ingin melupakan tentang itu ingin menjauhkan kata-kata yang membahas Tamara, tapi istrinya malah bertanya tentang perempuan itu.


"Apa sebenarnya yang ingin kamu tanyakan, bisa tidak kamu diam saja di rumah dan tidak usah memikirkan tentang Tamara. Dia itu bukan orang baik bisa saja nanti kamu saat bertemu dengannya, dia akan melukai kamu. Sudahlah kamu hanya perlu diam di rumah dan mengurus anak kita, itu yang harus kamu lakukan "


"Aku hanya ingin bicara dengan Tamara saja itu saja, kalau kamu tidak membolehkannya aku tidak masalah. Aku juga tidak akan memaksa. Aku akan tetap diam di rumah dan menunggu anak kita"


Vio tiba-tiba saja keluar dari dalam kamar. Daniel yang memang tadi sudah tersulut emosi mengusap wajahnya dengan kasar. Daniel ini pulang bekerja bukannya ditanya, bagaimana pekerjaannya apakah ada masalah atau apa malah ditanya Tamara sungguh istrinya itu membuatnya pusing.


Daniel yang tidak mau mengganggu dulu istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket sekali. Banyak sekali yang Daniel pikirkan.


Kalau misalnya itunya ditemui sekarang malah akan jadi bertengkar. Biarkan saja dulu istrinya agar tenang dulu. Bukannya Daniel tak mau membujuk Daniel sudah tahu bagaimana sifat istrinya.


...----------------...


Daniel mencari keberadaan istrinya ternyata dia sedang duduk bersama anaknya di taman belakang. Daniel duduk di sampingnya dan mengambil alih Arumi. Karena anaknya juga saat Daniel datang mau langsung dipangku.


"Maafkan aku tadi tiba-tiba marah sama kamu. Sekali lagi aku minta maaf padamu "


Vio menatap suaminya sekilas yang dari tadi terus menatapnya "Tidak masalah aku tahu seharusnya aku tidak bertanya seperti itu di waktu yang tidak tepat. Aku yang salah di sini seharusnya saat pulang kerja aku tidak menanyakan hal itu padamu, aku seharusnya melayani kamu, menanyakan keadaan kamu malah langsung bertanya seperti itu"

__ADS_1


"Iya maafkan aku, tolong jangan terus pikirkan Tamara. Kamu mau apa juga bertemu dengannya. Yang ada malah celaka. Sudahlah biarkan jangan pernah bertanya lagi itu. Aku tidak mau kalau terjadi apa-apa dengan kamu, Tamara itu bukanlah perempuan yang baik dia itu sangat berbahaya sekali Vio, kamu tak tahu dia yang sebenarnya "


"Aku hanya ingin bertemu dengannya. Siapa tahu dia bisa berubah, siapa tahu dia bisa kembali menjadi Tamara kecil yang sangat baik. Aku tak tega kalau melihat dia kenapa-napa, mau bagaimanapun dia adalah teman kita kan, kita semua pernah bersama-sama dengan Tamara. Mungkin saja kita semua bisa menyadarkan Tamara kan "


Vio berpikir seperti itu kalau Tamara itu anak baik, pikiran Vio benar-benar positif sekali padahal nyatanya selama ini Tamara itu sangat menyebalkan dia bukan anak baik-baik dia itu ingin menghancurkan segalanya.


Tamara itu bahkan dulu sering melukai Vio, tapi fikiran istrinya malah seperti itu, kenapa istrinya ini baik sekali sih.


"Aku ingin tanya satu hal padamu. Bagaimana keadaannya apa dia baik-baik saja sekarang, apakah tak ada yang terjadi dengannya "


"Iya dia baik-baik saja, anak buahku yang menjaganya. Aku tidak mau dia berkeliaran lagi dan membuat masalah. Oang seperti itu tidak akan mungkin diam di tempat dan fokus dengan hidupnya, dia pasti akan terus mengganggu jadi mau tidak mau aku harus melakukan itu pada Tamara. Aku tak bisa memberikan kelonggaran lagi pada Tamara "


Vio menganggukan kepalanya mencoba untuk mengerti semua, Vio tak mau masalah tentang Tamara malah akan panjang dan nanti jadi masalah juga kan. Vio tak mau suaminya marah-marah.


Daniel mengambil paket itu "Apakah semuanya sudah dicek. Apakah semua ini sudah aman tidak ada yang mencurigakan, aku tidak mau sampai ada kesalahan ya"


"Sudah Pak semuanya sudah dicek dan baik-baik saja, tidak ada yang mencurigakan sedikit pun "


"Baiklah terima kasih"


"Sama-sama Pak saya permisi dulu "

__ADS_1


Daniel mengambil paket itu dan memberikannya pada istrinya "Sayang kamu beli apa, kok paketnya besar isinya apa ini aku jadi penasaran sekali "


"Ya udah ayo kita buka sama-sama. Ayo kita ke kamar dulu, kamu pasti akan sangat suka sekali "


Mereka berdua melangkah pergi ke arah kamar, lalu Vio mengambil gunting dan membuka paket itu. Vio memperlihatkan semua isi dari paket itu pada suaminya tak lupa dengan senyum yang merekah.


Vio memperlihatkan satu persatu barang yang dia beli, ada tas kecil, sepatu, bandana, jepitan, pakaian pokoknya banyak lagi yang Vio beli. Entah kenapa saat melihat baju-baju anak yang seperti ini yang sangat lucu Vio sangat tertarik dan ingin membelinya.


"Aku rasa anak kita belum bisa memakai itu"sambil mengambil tas kecil yang baru tadi di Vio perlihatkan, tas ini begitu kecil akan masuk apa coba.


"Tidak masalah Daniel, nanti saat dia sudah bisa berjalan pasti akan sangat lucu, dia memakai tas, memakai sepatu yang ini lalu memakai bandana yang lucu ini juga. Kamu bayangkan saja bagaimana nanti anakmu itu, pasti akan sangat lucu sekali aku tak sabar sekali" Vio sudah tersenyum senang saat membayangkan anaknya akan lucu sekali pasti, Vio sudah bisa menebak itu. Pasti semua orang juga akan gemas dengan anaknya itu.


"Iya tapi saat dewasa aku tidak akan pernah membolehkan anakku ini memakai pakaian yang pendek, ataupun pakaian yang dapat memancing laki-laki untuk mendekatinya. Aku akan selalu menjaganya bahkan kalau perlu aku akan mengikuti anakku ini" Daniel mulai posesif pada anaknya lagi.


"Kamu tidak boleh terlalu posesif pada anakmu ini, bagaimana kalau tiba-tiba dia akan tidak suka. Kita hanya perlu memberitahunya saja tidak usah mengekangnya, ingat itu Daniel kasian kalau dia di kekang "


"Akan aku coba, tak aku tak janji sayang, Arumi adalah anak pertamaku dan dia juga seorang perempuan "


Daniel memeluk Arumi dengan erat, lalu menciumi pipi gembul nya itu. Arumi bukannya menangis dia malah tertawa senang, Arumi juga menepuk-nepuk tangannya.


"Anak ayah ini kenapa begitu mengemaskan sekali, ayah ingin mengigit pipi kamu ini"

__ADS_1


Daniel membaringkan Arumi dan juga dirinya ikut berbaring juga, bermain dengan Arumi, ini adalah sesuatu yang membuat Daniel bahagia.


__ADS_2