
"Ini kamarmu, Mami sudah menyiapkan dari dulu takut-takut kau akan ditemukan. Mami juga selalu membersihkan kamar ini kau istirahat di sini ya sayang. Sebenarnya aku ingin kau istirahat di kamarku tapi di sini aku tidak bisa leluasa. Sini biar aku lihat dulu apakah lukamu sudah baik-baik saja"
Tanpa persetujuanku Abang langsung membuka pakaianku dan dia mengganti perban ku dan memberikan salep juga. Aku tidak tahu itu salep apa.
"Segeralah istirahat sayang, aku di bawah akan membantu memasak. Di sini kau harus nyaman ya kita akan beberapa hari di sini nanti kita pulang lagi ke sana untuk menyelesaikan sekolahmu dan setelah selesai kita tinggal di sini"
"Kenapa harus tinggal disini "
"Akan lebih aman disini daripada di kotamu yang sekarang. Cepat istirahat atau mau aku kelonin agar kau cepat tidur ganti pakaianmu juga"
"Tidak Honey aku akan tidur sendiri "
Abang menarik pinggangku lalu mengangkat sedikit tubuhku agar sejajar dengannya. Sekarang mataku dan matanya saling pandang "Kau tahu aku begitu bahagia bisa bersamamu dan memilikimu. Apakah kau bahagia dengan ku ? "
Aku menelan ludahku dengan sulit. Pertanyaan macam apa ini, dia bertanya padaku apakah aku bahagia bersamanya yang ada aku selalu was-was takut diapa-apakan olehnya. Apalagi sampai dia melukaiku yang paling parah mungkin dia membunuhku.
"Jawab sayang "
Abang membelai leherku dan berlanjut ke punggungku lalu memelukku dengan sangat erat, sampai-sampai aku merasakan sakit.
"Akhh ya aku bahagia denganmu"
__ADS_1
Pelukan itu melonggar Abang tersenyum dan mencium bibirku, awalnya hanya menyatukannya saja tapi lama kelamaan makin memanas.
Aku mencoba untuk menolaknya tapi Abang tak membiarkan bibirku lepas darinya. Dia mengigit bibirku dan menghisap darahku dengan sangat kuat.
"Darah mu manis dan aku sangat suka, sekarang segeralah tidur terimakasih atas ciumannya. Lain kali membalas lah sayang. Aku tidak suka bermain sendiri "
Setelah mengatakan itu Abang pergi dari kamarku ini. Aku yang lemas sampai terduduk. Apakah setiap hari aku harus senam jantung. Bagaimana ini aku harus pergi dari sampingnya aku tidak mungkin terus bertahan bersamanya.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarku. Kukira itu Abang ternyata bukan dia adalah perempuan yang waktu itu terus bersama Abang. Kenapa dia juga ada di sini aku yang kaget langsung berdiri dan menatapnya.
"Hai Kat, apakah kau masih mengingatku. Aku Daisy adik dari pacarmu itu, aku masih tak percaya kalau kau berpacaran dengan laki-laki menyebalkan itu. Apakah kau yakin berpacaran dengan kakakku yang dingin seperti kulkas itu. Kau tahan bersamanya aku tadi mendengarnya sampai kaget sekali. Kenapa kau duduk di lantai ada apa, apa dia menyakitimu"
Apakah aku harus jujur pada Daisy, apa yang dilakukan oleh kakaknya tapi itu malah akan menyakiti diriku sendiri. Pasti Abang malah akan menyiksaku "Tidak aku baik-baik saja. Maaf aku lupa denganmu kau juga waktu itu ada di sekolah kan"
"Iya aku datang ke sekolah itu sebenarnya aku ingin menemuimu, tapi Abang kulkas ku itu tidak membolehkan ku untuk menemuimu, menyebarkan sekali kan dia. Aku sampai bolos sekolah untuk bertemu denganmu, tapi dia tidak mengizinkannya. Tapi akhirnya dia menepati janji kalau dia akan membawamu aku senang sekali kita jalan-jalan ya. Ayo kita ke mall, terus kita makan, kita nonton film terus terus kita ke Timezone ke mana lagi ya, ke pasar malam ya malam ini ada pasar malam loh kita ke sana ya oke "
Daisy begitu ceria, dia tumbuh menjadi anak yang ceria dan bahagia berbeda denganku yang selalu saja tertekan "Boleh, tapi kita harus izin dulu pada Abang "
Daisy menarik tanganku dan kami duduk diatas tempat tidur "Sepertinya tidak usah izin padanya, tenang saja kau pergi denganku. Dia tidak akan pernah marah. Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku sudah lama tidak bertemu denganmu kira-kira sudah berapa tahun ya kita tidak bertemu. Rasanya lama sekali"
"Apakah kau yakin dia tidak akan marah nantinya. Ya kita sudah lama tidak bertemu. Bahkan sampai-sampai aku melupakan wajahmu maafkan aku ya"
__ADS_1
"Tidak usah meminta maaf seperti itu. Wajar kita hanya bertemu saat kecil saja, sekarang sudah berbeda kita sudah dewasa aku sudah cantik kau juga makin cantik, tapi sepertinya kau sangat takut ya pada Abang. Jujurlah padaku apa dia menyakitimu. Aku janji tidak akan bicara sama siapa-siapa termasuk pada Abang. Bibirmu kenapa "
Refleks aku langsung memegang bibirku. Apakah aku harus bercerita pada Daisy, dia tadi berkata kalau dia tidak akan mengatakannya pada siapa-siapa. Baiklah biar aku bicarakan saja semuanya pada Daisy, mungkin akan membuatku lega dan membuat aku terlindungi di sini "Ceritanya panjang sekali. Sebenarnya aku takut dengan_"
"Sayang " belum juga aku selesaikan perkataanku sudah dipotong. Abang sudah ada di hadapan kami, aku bahkan tidak tahu kapan dia masuk.
"Kau mengagetkan saja. Apakah kau berubah menjadi hantu Abang, aku sedang mengobrol dengan Kat jangan ganggu kami berdua, sudahlah kau sana memasak saja bersama mami. Biarkan Kat bersamaku dia akan aman kau tidak usah takut pacarmu ini akan aman bersama aku"
"Kau keluarlah Daisy. Aku menyuruh Kat untuk istirahat bukan mengobrol denganmu. Ada waktunya untuk mengobrol aku menyuruhnya untuk tidur sana keluar pergi ke kamarmu dan kerjakan tugasmu itu yang banyak. Kau tidak pernah mengerjakan tugasmu sana kerjakan"
"Abang ini aku ini baru bertemu dengan Kat, saat di sana aku tidak dibolehkan olehmu untuk berbicara pada Kat sedikitpun, sekarang aku harus berbicara dengannya banyak yang ingin aku bicarakan. Jadi kau jangan ganggu aku"
"Katherine harus istirahat. Dia baru saja sampai dia perlu istirahat banyak nanti kau boleh mengobrol, mungkin kau boleh tidur bersamanya. Itu pun kalau dia mau. Cepat bereskan tugasmu akan aku belikan mobil baru"
"Beneran beliin mobil baru nih , ga bohong kan"
"Ga, cepet kerjain PR mu sekarang juga nanti Abang kasih mobil sama kamu"
"Oke Abang aku kerjakan PR ku sekarang. Nanti kita bicara lagi ya, nanti kita tidur bersama oke. Aku akan kembali ke sini lagi dadah Kat "
Daisy langsung berlari begitu saja meninggalkan aku bersama Abang. Tatapan Abang langsung beralih padaku dan sekarang hawa dari kamar ini sudah berbeda. Apa yang akan dia lakukan padaku sekarang. Ya Tuhan tolong aku, aku belum bicara apa-apa pada Daisy.
__ADS_1