
Kat menghembuskan nafas leganya akhirnya Lucas keluar juga. Sungguh dirinya takut sekali. Kat segera pergi kekamar mandi menganti pakaiannya dan juga langsung saja berbaring..
Lebih baik tidur saja, dirinya sangat ketakutan sekali, kalau harus melakukan hubungan suaminya istri dengan psikopat. Takutnya malah disakiti kan.
Membayangkannya saja sudah takut, apalagi kalau sampai melakukannya. Lebih baik sekarang tidur saja. Mungkin hari ini dirinya selamat tidak tahu nanti.
"Baiklah pejamkan matamu Kat, jangan takut malam ini kamu selamat tidak tahu nanti kedepannya tidur saja "
----------------
"Dimana Lucas anak kami, jangan main-main ingat itu, kami tidak akan mengampuni mu "ancam Lisa.
"Ya ampun aku takut sekali mendengarnya, ampun ibu tiri, aku tak akan macam-macam padamu"
Lucas membuang rokoknya menatap mereka berdua "Hemm, baiklah akan aku pertemukan kalian dengan mereka. Pasti mereka akan sangat senang sekali. Mari ayah mertua dan ibu tiri mertua akan aku antarkan mari "
Lucas bangkit dan menunggu mereka untuk jalan lebih dulu, sedangkan Lucas mengikutinya dari belakang. Senyum Lucas tak pernah luntur sama sekali.
__ADS_1
Ini adalah waktunya untuk membalas mereka semua, membalas kesakitan istrinya. Pasti akan sangat menyenangkan sekali kalau mereka menderita bersama-sama.
"Silahkan masuk " Lucas sendiri yang membukakan pintu penumpang, Lucas sendiri pula yang menyetir.
----------------
"Maksudnya apa, kenapa kamu membawa kami kemari dimana Dimas dan juga Chelsea jangan main-main denganku " teriak Lisa karena kesal.
"Shut ibu tiri aku tidak suka teriakan mu, sangat membuat telingaku sakit. Sebenarnya kamu ingin bertemu dengan anakmu atau tidak, kalau tidak ya sudah kita kembali lagi"
"Pertemukan aku dengan anakku "
Lucas berjalan terlebih dahulu sudah banyak anak buahnya yang menyambutnya dan memberikan hormat juga.
Saat mereka masuk sudah disuguhkan dengan kedua anak mereka yang dikurung disel yang berbeda "Nah ini anak-anak kalian, apa kalian suka "
"Dimas " histeris Lisa karena melihat anaknya sudah tak memiliki tangan.
__ADS_1
"Sialan kamu, apa yang kamu lakukan pada anakku "
Lisa yang akan menyerang Lucas langsung ditahan oleh anak buah Lucas, Riyan juga sama ditahan, Riyan tak banyak bicara tapi terlihat dari raut wajahnya kalau dia sedih dan kecewa.
"Apa salah mereka sampai kamu melakukan ini dasar pembunuh "
"Baru tahu aku pembunuh, banyak sekali yang anak kalian lakukan. Bahkan tak bisa terhitung. Inilah yang pantas anak kalian terima. Mungkin ini tak seberapa mau bergabung "
Lucas mendekati Lisa dan mengeluarkan pisau kecilnya, lalu menyobek bibir Lisa "Terlalu banyak bicara dan sekalu menyakiti istriku "
Lisa sama sekali tak bisa berteriak, dia hanya menangis saja, perih sekali dan sakitnya luar biasa sekali.
"Masukan mereka kedalam satu sel, satukan saja mereka. Akan aku habisi mereka satu-satu dihadapan mata mereka sendiri. Jangan sampai mereka lari, beri makan mereka 3 kali sehari saja jangan terlalu banyak makan nanti mereka gemuk "
"Baik tuan kami mengerti "
"Baik aku mempercayakan ini semua pada kalian. Sudah terlalu lama aku meninggalkan istri tersayangku dimalam pertama "
__ADS_1
Lucas bergegas pergi dari sana, memang inilah yang dirinya mau dari dulu. Membuat mereka hidup menderita.
Bahkan akan lebih menderita lagi, dari yang pernah mereka lakukan pada Katherine. Ini pasti akan sangat setimpal.