Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 45 Aku masih syok


__ADS_3

Aku segera mengunci pintu rumahku, sekarang aku harus pergi ke sekolah. Untung saja setelah Kak Tio pulang tidak ada teror lagi, tidak ada dia yang datang ke rumahku lagi. Semoga saja nanti di sekolah aku baik-baik saja.


Aku berjalan ke sekolahku karena memang agak dekat, Ayah memang membeli rumah di dekat sekolah tapi tak dekat-dekat juga.


Memang aku sengaja untuk jalan kaki, agar lebih sehat saja dan aku juga dari rumah pergi agak pagian, karena tak ada yang perlu aku kerjakan seperti di rumah Ayahku dulu. Di sini sekarang aku bebas melakukan apapun itu.


Setelah aku pindah Ayah belum ada mendatangiku. Sepertinya dia sedang sibuk dengan pekerjaannya tapi tak apa aku tahu Ayah sangat sibuk di kantor mengurus-ngurus semua pekerjaan.


Ayah juga saat di rumah sakit memberikan aku sebuah tas yang cukup besar tapi tidak besar juga sih, kalian masih ingat kan dengan itu. Aku belum membukanya tapi aku menyimpannya di tempat aman. Ayah menyuruhku untuk menyimpannya dengan sangat rapi dan aman jangan sampai ada yang mengetahuinya.


Nanti kalau ada waktu senggang aku akan membukanya, aku sekarang masih enggan untuk membukanya takut-takut Ayah memberikan sesuatu yang aneh padaku.


Akhirnya aku sampai disekolah, aku bertemu dengan Dian temanku, kami langsung berjalan kearah kelas, tapi aku tak sengaja menabrak seseorang sampai-sampai pantat ku ini mencium lantai.


"Kat ayo bangun " Dian membantuku bangun.


Aku menggapai tangan Dian dan mendongak, alangkah kagetnya aku saat melihat orang itu, orang yang tadi malam.


Aku yang ketakutan segera berlari meninggalkan Dian "Kat kenapa berlari tunggu aku "


Aku hanya menengok sebentar dan kembali berlari, aku takut, aku masih syok dan aku belum siap bertemu dengannya.


"Tolong katakan pada temanmu itu untuk menjadi orang yang sopan. Sudah menabrakku tapi tidak minta maaf"

__ADS_1


"Iya Pak Lucas, akan saya sampaikan, sebagai gantinya saya mewakili atas keteledoran Kat, saya minta maaf Pak"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku yang sudah ada di dalam kelas ngos-ngosan, saking terbirit-biritnya berlari dan tak lama kemudian Dian datang. Dia langsung menepuk bahuku.


"Kau ini kenapa berlari seperti itu saat bertemu dengan Pak Lucas. Memangnya dia hantu. Bahkan dia sampai menegurku katanya aku suruh bilang padamu kau harus sopan padanya karena kau menabraknya dan tidak minta maaf"


"Iya aku tahu aku salah, aku hanya sedang buru-buru saja"


"Sebenarnya ada apa denganmu. Coba kau ceritakan padaku, kemarin juga Kak Tio kan pergi ke rumahmu ada apa. Kenapa kau tidak menghubungiku saja kenapa harus Kak Tio, aku kan sahabatmu"


Aku binggung harus menjawab apa, tapi aku juga tak mungkin memberitahu tentang pembunuhan itu pada Dian, apalagi orang yang telah membunuh itu orang terdekat.


Aku juga kemarin tak jadi berbicara pada Kak Tio tentang siapa orang itu, aku tahu dia, aku melihat wajah dia tapi aku tak berbicara pada Kak Tio, rasanya hatiku berat sekali.


Entah bagaimana aku bisa menaruh hatiku padanya, padahal pertemuan kami baru saja sebentar. Tapi kenapa saat aku sudah menaruh hatiku aku malah tahu siapa dia sebenarnya, entah itu bagus atau tidak.


"Kenapa kau diam Kat, aku bertanya padamu "


"Kenapa aku kemarin panggil Kak Tio karena kemarin aku lihat orang lagi dibunuh sama seseorang. Makanya aku panggil Kak Tio kalau panggil kamu aku ga mau kalau kamu sampai jadi korban. Kamu jelas tahu kan Kak Tio itu siapa dia itu polisi dan dia pasti bisa lawan pembunuh itu "akhirnya aku jujur pada Dian toh kalaupun nanti aku berbohong akan ketahuan. Kak Tio juga pasti nanti akan berbicara kan pada Dian.


"Apa ,kenapa bisa kau melihat pembunuhan, lalu orang yang membunuhnya melihat mu " .

__ADS_1


"Iya. Dia melihatku dan meneror rumah, makanya aku menelpon Kak Tio. Aku sangat takut saat itu aku tidak tahu harus menghubungi siapa. Aku bingung makanya aku langsung hubungi Kak Tio, pintuku juga hampir terbuka aku di sana sudah tidak tahu harus melakukan apa lagi"


"Kau lebih baik pindah atau tidak kau kembali saja dulu pada Ayahmu. Aku menjadi khawatir memang aku mendukungmu untuk memisahkan diri dari keluarga menyebalkan itu tapi aku saat mendengar ceritamu lebih baik kau kembali saja ke rumah orang tuamu"


"Tidak aku tidak mau, aku tidak mau nanti malah diolok-olok oleh ibu. Lebih baik aku bertahan saja di sana. Kak Tio juga kan sudah ke sana pasti orang itu akan takut dengan Kak Tio "


"Kau itu sedang berhadapan dengan seorang pembunuh Kat, kau tahu kan seorang pembunuh itu pintar dia bisa melakukan apa saja. Bisa saja dia menduplikat kunci rumahmu atau mungkin membobol rumahmu atau dari atap dia masuk kan bisa saja. Dia itu banyak akal jangan remehkan seorang pembunuh Kat mereka itu bisa nekat"


Ada benarnya juga kata-kata dari Dian, tapi aku belum siap untuk kembali lagi kerumah itu, aku takut Dimas akan melukaiku lagi, aku masih trauma.


Tiba-Tiba aku mendengar suara yang datang ternyata itu Pak Lucas. Aku lupa kalau sekarang adalah pelajarannya. Aku kembali takut.


Saat pelajaran Pak Lucas berlangsung aku banyak menunduk. Aku tak banyak melihat matanya dari tadi dia melihatku, tapi aku tidak mau menatapnya aku takut, aku takut kalau dia melakukan sesuatu.


"Baiklah untuk hari ini pelajaran kita akhiri sampai di sini. Untuk kau Katherine kumpulkan tugas-tugas temanmu dan antarkan ke ruanganku "


Deg, aku langsung mendongakan kepalaku, apa aku harus mengumpulkan tugas teman-temanku dan harus bertemu dengan Pak Lucas.


Aku masih diam, sedangkan Pak Lucas sendiri sudah pergi, teman-temanku segera mengumpulkan buku-bukunya di mejaku.


"Kat kenapa kau diam saja, tadi kan Pak Lucas memintamu untuk mengantarkan buku ini ke ruangannya. Ini semua sudah terkumpul kenapa kau malah melamun"


Aku melihat wajah Dian "Bisakah kau menolongku. Aku sakit perut, aku harus ke kamar mandi sekarang. Bisa kah kau antarkan semua ini ke ruang Pak Lucas. Aku dari tadi sudah menahannya, aku sudah tak kuat Dian "

__ADS_1


"Baiklah, akan aku antarkan keruangan Pak Lucas "


Aku hanya menganggukan kepala dan segera pergi, perutku tiba-tiba saja mulas dan aku ingin segera pergi kekamar mandi, sungguh ini tak bisa ditahan lagi sakit sekali.


__ADS_2