
Daniel membuka bagasinya dia menyimpan jaketnya dan juga mengganti pakaiannya langsung di sana. Tidak mau sampai ada bau darah yang menyengat dari tubuhnya ini. Daniel harus selalu bisa menyembunyikan segalanya dari istrinya, jangan sampai istrinya ini tahu. Daniel belum siap.
Daniel masuk lagi ke dalam mobil dan melihat istrinya masih tertidur aman berarti. Daniel sebenarnya tak mau melakukan ini tapi karena mereka mengancam nyawa dirinya dan juga istrinya maka Daniel harus melakukannya. Daniel sudah benar-benar mau berhenti tak mau melakukan hal itu lagi demi kebaikan dirinya dan juga keluarga kecilnya nanti.
Daniel menjalankan kembali mobilnya untuk pulang ke rumah, jalanan sangat licin karena hujan begitu deras sekali. Sesekali Daniel melihat ke arah istrinya masih tertidur juga apakah istrinya sangat lelah sekali sampai-sampai istrinya tidak terganggu.
Tapi tak masalah Daniel tahu istrinya tadi banyak main dan itu pasti akan sangat melelahkan sekali, Daniel tak akan menganggu tidur istrinya yang sangat lelap itu.
...----------------...
Alex mengalungkan tangannya pada leher istrinya "Sayang kita mandi bareng yuk. Enak lagi hujan-hujan gini kita mandi bareng kita berendam. Pasti anget deh sayang yu cobain yu. Kita cari hal yang baru sayang "
Dengan perlahan Ayu melepaskan tangan suaminya itu "Gak mau, kalau sampai mandi bareng yang ada akan selesai nanti bakal lama banget. Udah kamu cepat mandi badan kamu tuh udah bau asem udah kerja tahu ga sih. Pulang kerja bukannya langsung mandi malah di sini merecoki aku lagi masak, nanti kalau makannya ga jadi kita ga jadi makan Alex "
Alex mencium badannya lalu menggelengkan kepalanya "Tidak bau, badanku sama sekali tidak bau sayang. Kamu hanya ingin menipuku saja, ayo temani aku mandi sayang, tak akan lama aku janji sama kamu kalau kita ga akan mandi lama "
"Aku sudah, kamu saja ayo cepat nanti kita akan terlambat makan. Kamu kan selalu ingin terus makan"
"Tidak masalah, nanti lagi saja ayo kamu juga ya lagi masak pasti nanti bau badan lagi. Jadi kamu harus mandi lagi "
"Itu cuman alasan kamu aja, cepet sana mandi atau enggak mandi kamu ga boleh tidur sama aku. Kamu tidur aja diluar disini dikursi "
Alex langsung cemberut, dia melangkah pergi ke arah kamar mandi "Selalu saja seperti itu, kamu jadi makin galak makin hari. Kamu tega banget sama suami kamu ini "
Ayu hanya tersenyum dengan tingkah suaminya ini. Ayu melanjutkan kembali memasak sup nya, karena memang ini dingin sekali hujan-hujan begini enak kan makan yang hangat-hangat.
Kalau ikut suaminya mandi yang ada Ayu akan keinginan sekali, belum lagi mandinya akan sangat lama sekali. Seperti waktu itu mereka berjam-jam dikamar mandi, kalian yang sudah menikah pasti tahu apa yang kami lakukan tak perlu aku jelaskan.
__ADS_1
...----------------...
Vio yang sudah ada di kamar langsung membuka matanya, saat mendengar suaminya membuka pintu. Apakah benar yang tadi dia lihat kalau Daniel membunuh orang itu, membunuh kedua orang itu.
Vio rasanya tidak percaya, merasa kalau semua itu hanya mimpi, tapi padanya kenyataannya memang itu benar terjadi. Berarti selama ini yang dikatakan oleh saudara kembarnya benar, kalau Daniel suka membunuh orang.
Harus bagaimana Vio sekarang apa perlu Vio kabur saja dari rumah. Baru saja Vio akan membuka pintu kamar Daniel sudah datang. Vio sampai kaget dibuatnya "Kamu sudah bangun sayang, tidur kamu tadi begitu nyenyak sekali sampai-sampai aku tak tega untuk membangunkan kamu sayang "
Vio memundurkan langkahnya. Dia hanya menganggukkan kepalanya "Ada apa dengan kamu, tiba-tiba seperti itu. Apa aku punya salah sama kamu, apa ada sesuatu yang membuat kamu marah sama aku. Coba kamu bicara sama aku, biar aku perbaiki semuanya "
Vio menggelengkan kepalanya "Tidak ada aku hanya ingin ke bawah dan mengambil sesuatu. Kamu sama sekali tak punya salah dengan aku "
"Kamu mau apa, biar aku yang ambilkan. Nanti aku yang turun ke bawah, kamu diem aja didalam kamar aku yakin kamu pasti sangat kelelahan sekali "
"Tidak aku akan turun sendiri saja, kamu disini saja "
Apa yang Vio tadi lihat membuatnya sangat takut sekali, kenapa Vio baru tahu sekarang saat mereka sudah menikah dan kenapa juga Vio tidak mendengarkan kata-kata dari Valeria. Kalau tahu seperti ini Vio tidak akan pernah mau menikah dengan Daniel.
Vio pasti akan menolak Daniel dan pergi jauh dari Daniel. Vio jadi takut sendirikan dengan suaminya itu. Takut suaminya akan melukainya nanti. Apalagi dengan anaknya ini takut Daniel nanti melukainya juga.
Sedangkan Daniel sendiri begitu bingung dengan tingkah istrinya. Ada apa Daniel pikir tidak ada masalah yang Daniel buat dari tadi. Daniel tidak melakukan apa-apa semuanya baik-baik saja, tapi istrinya pergi begitu saja seperti ketakutan.
Daniel keluar dari kamar dan melihat istrinya menemui mamanya. Ada apa ini Daniel membuka ponselnya dan melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan yang membuat istrinya sampai seperti itu, tapi tidak ada semuanya baik-baik saja.
...----------------...
"Kamu mau ke mana Vio, kok buru-buru kayak gitu kayak yang ketakutan. Coba kamu bicara sama Mama siapa tahu Mama bisa bantu kamu sayang "
__ADS_1
"Engga kok mah, aku cuman pengen kebawah aja pengen keluar "
"Mau apa keluar, kamu kan baru pulang dan di luar juga hujan emangnya kamu mau ke mana. Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli sayang"
Kat langsung membawa menantunya itu menjauh dari sana, bingung dengan tingkah Vio yang tiba-tiba seperti ini gugup dan sangat ketakutan. Kat menutup ruangan itu dan duduk berhadapan dengan menantunya ingin menanyakan sesuatu.
"Ada apa sebenarnya dengan kamu, apa kamu ada masalah dengan Daniel tiba-tiba saja kamu berlari seperti itu. Kamu kan sedang hamil sayang jangan lupakan itu "
Vio tanpa pikir panjang langsung menceritakan apa yang tadi dia lihat "Tadi di jalan, mobil kami dihadang. Aku tidak tahu awalnya tapi saat mendengar sebuah perkelahian aku bangun dan aku melihat Daniel membunuh orang-orang itu mah, itu sangat menakutkan sekali aku takut dengan Daniel. Aku tak menyangka Daniel akan melakukan hal itu "
Jadi Vio menantunya ini belum tahu ya, kalau Daniel itu memang seperti itu. Daniel itu suka membunuh orang. Kat mengusap tangan Vio dengan lembut "Kamu sayang sama Daniel, kamu percaya sama Daniel ? "
"Iya aku sayang sama Daniel dan aku juga percaya sama Daniel, tapi aku syok melihat keadaan itu bagaimana kalau misalnya nanti ada polisi yang datang, bagaimana kalau misalnya ada keluarganya yang datang. Aku sungguh takut kalau Daniel akan menghabisi mereka juga "
"Kamu pernah disakiti sama Daniel. Mama pernah tanyakan satu hal itu sama kamu"
Vio menggelengkan kepalanya, memang Daniel tidak pernah melukainya apalagi memarahinya dengan sangat kencang atau dengan kata-kata kasar. Daniel selalu lembut padannya bahkan selalu menuruti apa kemauan Vio.
"Maka cukup diam di samping Daniel dan percaya padanya, kalau dia tidak akan pernah melukaimu Vio. Daniel benar-benar mencintaimu, mana mungkin dia akan tega melukaimu jadi kamu tak usah takut ya "
Vio diam, kenapa Ibu mertuanya ini seperti tenang sekali seperti kalau memang kejadian ini sudah biasa. Apakah hanya dirinya saja yang tidak tahu kalau Daniel memang mempunyai sesuatu hal yang berbeda dari orang lain.
"Apakah ada sesuatu yang Daniel sembunyikan dari aku Mah"
"Mama tidak bisa menceritakan itu, semua ini adalah rumah tangga kamu dan juga Daniel. Kamu bisa tanya langsung pada Daniel apapun itu yang kamu mau tahu, mama tidak mau ikut campur hubungan kalian berdua tapi bicarakan dengan baik-baik. Mama menjamin semuanya kamu tidak akan pernah dilukai oleh Daniel, Daniel itu sangat menyayangi kamu, tolong jangan membuat dia kecewa ya mama percaya Vio kalau kamu bisa seperti mama nanti ke depannya"
Vio mengerutkan keningnya, apakah ayahnya Daniel juga sama seperti Daniel seperti itu, Vio melepaskan genggaman tangan dari Kat dan Vio membelakangi Ibu mertuanya itu mencerna setiap kata-kata yang diucapkan oleh ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Vio benar-benar orang satu satunya yang tahu akan hal ini. Jadi Daniel selama ini adalah semoga psikopat, lalu kenapa juga Sela tak pernah bicara pasti Sela juga tahu kan tentang hal ini tidak mungkin tidak tahu.