Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 101 Sampai juga meski takut


__ADS_3

Benar saja kan Kat kemalaman datang ke rumah Daisy. Dia masih ada di depan pagar masih belum berani untuk masuk ke dalam rumah. Takut-takut kalau penjahat gila itu ada bagaimana dirinya harus berprilaku.


Tiba-tiba ada yang mendekati Kat "Ehh non kenapa ga masuk "


"Ehh iya pak, aku baru aja sampai tadi mau istirahat dulu "


"Yaudah ayo non masuk, jangan terlalu lama diluar takut nanti ada yang culik, apalagi kasus 12 orang yang dibantai itu serem banget "


Kat segera masuk kerumah mewah ini. Dengan langkah yang was-was Kat masuk dan disambut oleh mamih Zeline.


"Kat kamu datang kemari "


"Iya mih, aku kesini. Tadi siang Daisy telepon aku. Katanya suruh aku ke sini mih makanya aku datang, aku juga binggung kenapa Daisy tiba-tiba suruh aku datang kesini, tapi saat aku mendengar suaranya Daisy seperti sedang sedih sekali "


"Kejadiannya panjang banget, sampai-sampai Daisy ga bisa lupain itu sampai kapan pun Kat, tolong Kat buat Daisy bisa kembali seperti semula lagi, mamih ga tahu harus bagaimana "


"Ada apa dengan Daisy mih, ada apa dengan Daisy"


"Ceritanya panjang lebih baik kamu temuin dulu Daisy ya dia ada dikamarnya "


Kat akhirnya menganggukan kepalanya, dengan cepat Kat mengetuk pintu kamar Daisy "Daisy ini aku Kat, bisa kau buka pintu untukku "


Cklek tanpa banyak waktu lagi Daisy langsung membuka pintunya dan menarik tangan Kat. Daisy juga langsung mengunci kembali pintunya.


Daisy langsung memeluk Kat dengan erat "Kat aku sungguh binggung, aku takut aku malu, aku begitu hancur Kat. Aku binggung harus bagaimana, gimana kalau aku hamil Kat "


"Hah maksudnya gimana. Apa yang terjadi sama kamu , apa yang terjadi sama aku Daisy aku ga ngerti. Apa yang terjadi sama kamu"


"Aku belum bisa ceritain semuanya, aku belum bisa, aku belum siap rasanya setiap aku menyertakan semua itu aku malu, aku hancur, aku begitu hancur sampai-sampai aku tak suka dengan tubuhku ini"

__ADS_1


Daisy langsung terjatuh, Kat yang tak tahu apa yang terjadi langsung memeluk Daisy kembali. "Tenang kamu harus tenang Daisy, aku ga akan tanya lagi apa yang terjadi. Kamu tidur ya kamu harus istirahat dulu ya "


"Aku takut Kat, aku sungguh takut. Aku takut mereka menyebarkan semua videonya, aku sungguh ketakutan Kat. Bagaimana kalau mereka menghancurkan ku, aku tidak akan pernah siap. Bagaimana dengan hidupku Kat. Tolong bawa aku pergi dari sini "


"Aku tidak mau disini, aku mau pergi tolong bawa aku pergi dari sini "


Kat membantu Daisy duduk ditempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya, Kat memeluk Daisy dari samping.


"Aku akan selalu ada di samping kamu. Kamu jangan nangis ya. Aku janji akan selalu ada untukmu. Jangan seperti ini, aku ga suka lihat kamu sedih terus Daisy. Aku ga akan tanya apa-apa sama kamu "


Daisy masih saja menangis, Kat mengusap air mata Daisy dan mengusap kepalanya juga "Lebih baik sekarang kamu tidur ya, aku ga akan tinggalin kamu. Aku akan terus ada disamping kamu aku janji "


Kat terus saja mengusap rambut Daisy, setelah beberapa menit tak ada isak tangis lagi. Kat melihat keadaan Daisy ternyata dia sudah tidur.


Kat segera mengambil ponselnya dan mencari berita yang siapa tahu berkaitan dengan Daisy. Tapi nyatanya tidak ada, tidak ada sama sekali berita tentang Daisy.


Kat menyalakan televisi yang ada dikamar Daisy, dan melihat berita juga, tapi dirinya malah melihat berita tentang pembantaian 12 orang sekaligus di sebuah villa.


"Pembantaian, apa ini berkaitan dengan Daisy apa orang gila itu yang melakukannya "


Kat terus saja fokus menatap televisi, dirinya yakin ini berkaitan dengan Daisy, Daisy bilang bagaimana kalau hamil, apakah Daisy diperkosa ?


Sungguh Kat tidak tahu tentang masalah ini, dirinya juga tak mungkin mendesak Daisy kan yang ada dia akan takut dan makin trauma.


Kat terus saja berfikir, memikirkan semua tentang masalah ini. Masalah yang tidak dirinya ketahui. Ingin mencari tahu tapi dirinya takut. Takut bertemu dengan penjahat itu.


...----------------...


"Mami apa ada tamu"

__ADS_1


Zeline segera mengusap air matanya dan menatap anak laki-lakinya "Iya ada Kat kemari dan sedang bersama Daisy, mamih tidak tahu harus bagaimana lagi. Bagaimana kalau Daisy trauma, bagaimana kau dia tidak mau keluar rumah lagi "


"Mamih bisa tenang semuanya akan baik-baik saja. Daisy akan pulih seperti semula lagi, Mami hanya perlu berdoa dan mencoba untuk berbicara dengan Daisy terus-menerus"


"Iya tapi Mami takut bahkan sekarang saja Mami tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam kamarnya. Mami takut Daisy melakukan sesuatu hal yang sangat fatal dan membuat nyawanya menghilang"


"Itu tidak akan mungkin terjadi Mami. Daisy tidak mungkin melakukan itu. Semuanya akan baik-baik saja apalagi sekarang ada Kat kan dia datang kemari dia bisa menjaga Daisy "


Lucas langsung memeluk mamihnya yang lagi-lagi menangis, tapi ada senyum senang yang diperlihatkan oleh Lucas. Tidak perlu jauh-jauh sekarang dirinya mengejar mangsanya dia sudah datang sendiri kemari.


Itu akan lebih mudah dan dirinya juga tidak usah berpura-pura lagi menjadi orang lain, harus memakai topeng yang sangat membuat dirinya gerah sekali.


...----------------...


Kat terus saja mencari berita tentang pembantaian 12 orang itu, tapi memang di sana tidak ditemukan bukti dan sidik jari orang yang telah membunuhnya. Kenapa bisa seperti itu kenapa dia dengan mudah menghabisi 12 orang dalam satu hari, bukan satu hari sih satu malam mungkin.


Tiba-tiba saja ponsel Kat berbunyi ada notifikasi pesan. Kat langsung melihatnya ternyata itu dari Lucas. Kat sangat ragu membukannya tapi mau tidak mau buka sajalah.


Penjahat : Kau akan kembali dalam dekapan ku, sudah aku ingatkan kan kalau kau tak akan pernah bisa lari dariku. Kau akan terus kembali padaku.


Kat yang tidak peduli melempar ponselnya, Kat berbaring disamping Daisy saja. Rasanya sekarang tak usah takut dengan penjahat itu.


Disini akan banyak yang melindunginya dan akan aman. Aman sejahtera dan tak akan dia semena-mena pada dirinya.


"Baik Kat jangan fikirkan laki-laki itu kau akan baik-baik saja disini. Kau hanya perlu fokus pada Daisy saja. Kau kemari juga untuk Daisy jangan hiraukan setiap ancamannya"


Kat memeluk Daisy dan mengikat selimutnya sampai dada mereka. Semoga saja Daisy bisa lebih baik saat dirinya ada disini. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja.


Satu lagi dirinya bisa lepas dari penjahat itu. Penjahat yang menyebalkan dan selalu saja menerornya.

__ADS_1


__ADS_2