
"Hei pagi-pagi sudah melamun seperti itu, tidak baik pagi-pagi itu seharusnya kamu tersenyum. Apa sih yang harus kamu fikirkan lagi, Hidup mu sudah nyaman bahkan bahagia apalagi yang membuatmu harus berpikir dengan keras*
Vio menatap kembaran yang datang. Lalu Vio menepuk sebelah nya untuk Valeria duduk di sampingnya. Vio sekarang ada di kolam lebih tepatnya di pinggir kolam dengan kaki yang menjuntai ke bawah. Vio rasannya ingin menenangkan hatinya disini saja. Lebih nyaman dan leluasa saja, apalagi suaminya sudah berangkat kerja.
"Masalah butik udah selesai, aku tambah beberapa pekerja buat lebih ringan aja sih di sana. Kayaknya ga akan ada penyerangan lagi deh, semoga aja sih beberapa hari ini aku nginep di sana buat lihat siapa orang yang akan datang tapi ga ada semuanya aman dan baik-baik saja tak perlu ada yang ditakutkan lagi"
"Kenapa harus sampai nginep kayak gitu. Kalau misalnya terjadi apa-apa gimana sama kamu. Kamu jangan gegabah deh Valeria, kamu ini perempuan gimana kalau mereka nerobos masuk "
"Ya ga masalah, ga akan terjadi apa-apa kok sama aku. Kenapa sih pagi-pagi udah murung kayak gini. Apa kamu mau aku belikan makanan "
"Aku cuma lagi kepikiran aja gimana kalau hidup aku tuh ga akan lama lagi, gimana dengan anak aku nanti suami aku juga gimana nanti "
Valeria sebenarnya sudah bosan dengan pembahasan ini selalu saja ini kalau bertemu pembahasannya "Ada apa sebenarnya dengan kamu ini, apa kamu sedang diancam oleh seseorang, atau mungkin suami kamu sendiri yang lagi ancam kamu "
"Aku akan bicara dengan suami kamu itu, sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana Daniel, makannya dengar kata-kataku waktu itu " sambung Valeria dengan menggebu-gebu.
"Ga mungkin suami aku sendiri ngancam aku, ga kok bukan karena dia, aku udah pernah bilangkan sama kamu kalau hidup aku ini ga akan lama lagi, aku seperti merasakan itu. Tapi aku minta satu hal sama kamu tolong titip anakku dan juga suamiku ya Valeria aku yakin kamu bisa "
"Kamu akan hidup dengan mereka selamanya, udah jangan mikirnya yang aneh-aneh aku juga nggak mau urus suami kamu. Aku juga punya pacar kok jadi kamu urus aja suami kamu itu "
"Dia baik kok, lambat laun kamu juga bakal suka sama dia. Mungkin sekarang ga ada perasaan diantara kalian berdua, tapi nanti pasti akan ada aku yakin itu. Aku percaya kamu akan menjadi yang terbaik untuk Daniel nanti "
Valeria langsung menutup mulut Vio dengan tangannya. Kalau tidak diberhentikan akan terus nyerocos seperti kereta api "Sudah aku tidak mau membahas itu, aku hanya ingin memberitahumu tentang kabar butik itu saja, aku sudah bosan membahas hal yang sama denganmu. Aku yakin kamu akan baik-baik saja tidak akan pernah ada yang terjadi padamu. Jangan terus berbicara yang aneh-aneh fokuslah dengan kehamilan mu Vio, lihatlah perutmu itu mulai besar kalau kamu stress kasihan anak kamu itu "
Vio menundukan kepalanya, dia menggerak-gerakan kakinya dengan kepala yang menunduk. Perasaannya entah kenapa selalu saja tertuju kesitu seperti akan ada yang terjadi saja dalam hidupnya ini.
...----------------...
__ADS_1
Alex yang baru saja bangun tidur langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk segera bersiap. Istrinya tidak ada mungkin dia sedang menyiapkan makanannya. Tapi saat Alex masuk ke dalam kamar mandi ternyata istrinya masih ada di sana sedang bercermin dan menyisir rambutnya yang sudah mulai panjang. Alex suka dengan rambut hitam istrinya itu.
Alex dengan perlahan berjalan kearah istrinya dan berdiri di belakangnya. Terlihat di pantulan cermin kalau istrinya itu kaget melihat Alex memangnya Alex hantu sampai-sampai istrinya kaget seperti itu.
"Aku keluar dulu Alex "
Baru saja Ayu melangkahkan kakinya tapi pinggangnya sudah ditahan Alex dan mau tidak mau Ayu kembali lagi dan berhadapan dengan Alex sekarang "Kenapa buru-buru sayang, aku ini suamimu kan jadi tidak apa-apa kalau kita ada dalam satu kamar mandi berdua seperti ini. Tidak ada yang aneh dan tidak akan ada yang melarang dan tidak akan ada yang marah juga, kita sudah sah lalu apa lagi yang harus ditakutkan "
Ayy begitu gugup ditatap seperti itu oleh Alex. Tadi hanya ingin cuci muka saja dan membereskan rambutnya, Ayu tidak tahu kalau Alex akan masuk apa Ayu tadi lupa mengunci pintunya ""Emm, iya tapi aku sudah selesai, aku mau keluar saja aku akan menyiapkan sarapan untukmu pasti para pelayan sudah ada di luar. Aku akan membantu mereka dulu"
Kembali Ayu melangkah tapi lagi-lagi Alex menahannya, menahan pinggang istrinya lalu Alex menyatukan kening mereka berdua makin gugup saja Ayu.
Ayu sangat-sangat takut kalau hatinya akan menghianatinya, bukan apa-apa pernikahan mereka hanya satu tahun Ayu tidak mau kalau nanti dia mencintai Alex saat dia pergi pasti akan sakit rasanya.
"Kenapa buru-buru kita mulai dari awal seperti yang pernah kita bicarakan. Aku benar-benar mencintaimu Ayu aku tidak akan pernah mengecewakan kamu lagi, kita mulai semuanya dari nol lagi aku tidak akan pernah membuat kamu menangis lagi. Aku janji itu sama kamu Ayu "
Ayu keluar dari kamar mandi itu. Bukan apa-apa Ayu masih ingat dengan pengkhianatan yang Alex lakukan, meskipun dalam surat perjanjian mereka bebas melakukan apa-apa. Tapi tetap saja rasanya Ayu merasa dikhianati Ayu segera keluar dari dalam kamar dan ternyata benar sarapan sudah disediakan.
Alex sendiri dalam kamar mandi tentu saja merasa akan sangat sulit mendapatkan Ayu lagi. Apalagi dengan penghianatan yang dia lakukan. Tapi Alex tidak akan pernah melepaskan Ayu sampai kapanpun, bahkan surat perjanjian itu sudah Alex bakar tidak ada lagi perjanjian mereka menikah satu tahun. Mereka akan tetap seperti ini tidak akan pernah berpisah sampai kapanpun.
Alex tidak akan pernah melepaskan Ayu. Alex benar-benar bodoh karena telah membuat surat perjanjian yang tak penting itu, jadi seperti ini kan jadinya rumit.
Alex segera melakukan rutinitasnya, sebenarnya dia sudah telat pasti kakaknya pergi terlebih dahulu ke kantor, tapi ya bagaimana lagi Alex sangat kecapean sekali setelah mengerjakan tugas kantor yang menumpuk yang harus Alex bawa, karena waktu itu dia pergi mengantar istrinya pulang.
Alex yang sudah selesai dan sudah rapi pergi ke arah meja makan. Di sana juga sudah ada Ayu yang menunggunya. Ayu masih saja diam tapi Ayu melayani Alex seperti biasa mengambilkan sarapan dan memberikannya juga kopi.
Alex juga tidak banyak bicara dulu. Alex tidak mau membuat Ayu tidak nyaman dengan tingkahnya, perlahan namun pasti itu lebih baik kan daripada terburu-buru dan kedepannya juga tidak akan baik.
__ADS_1
"Aku mungkin sekarang akan pulang larut malam Ayu, aku ada proyek baru jadi aku akan lebih banyak meeting dengan karyawan-karyawan yang lain. Kamu tidak masalah kan atau mungkin kamu mau pindah ke rumah utama agar lebih banyak orang, aku akan segera memindahkan semua barang-barang kita lagi bagaimana "
Ayu yang sedang memakan rotinya menelannya dengan cepat "Tidak masalah, aku sudah biasa kan tinggal di sini sendiri, aku sudah nyaman di sini kamu bawa kunci cadangan saja takutnya nanti aku tidur. Kamar kamu juga ada dilantai dua aku tidak mungkin naik turun. Disini lebih enak "
"Tentu saja. Tapi kamu yakin atau mungkin mau titip sesuatu nanti saat aku pulang, apa ada yang ingin kamu mau. Kurasa kamu tidak pernah mengidam biasanya orang yang sedang hamil selalu ingin ini itu, tapi kenapa kamu tidak. Apakah kamu sungkan ingin menyuruhku, aku tidak masalah kok direpotkan oleh istri sendiri kamu mau apa "
Ayu menggelengkan kepalanya, memang dia tidak mau apa-apa "Aku sedang tidak mau apa-apa Alex. Aku hanya ingin diam saja di rumah aku ingin menyulam itu saja sih dan mama juga sudah membelikan peralatannya waktu itu. Jadi aku tak perlu mencari lagi dan membelinya sudah ada semua disini"
"Baiklah jika butuh sesuatu jangan sungkan menelponku, kalau mau pergi ke kantor pergi saja. Aku tidak akan melarangmu tapi jangan pergi sendiri ya selalu pergi dengan sopir dan membawa salah satu bodyguard yang ada di sini. Aku takut terjadi sesuatu nanti di jalan, kalaupun kamu mau belanja pakai ATM yang aku berikan jangan disimpan terus aku memberikan itu untukmu, itu adalah uang belanjamu beli apa yang kamu mau, beli pakaian kebutuhan mu dan yang lainnya "
Ayu lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya. Rasanya tidak perlu ada yang Ayu beli di sini sudah tercukupi semuanya, dari pakaian, sepatu bahkan make up semuanya sudah ada. Apalagi yang harus Ayu beli semuanya sudah lengkap makanan juga apalagi sudah terpenuhi semuanya.
Alex segera membereskan sarapan paginya itu. Alex mencium kening Ayu terlebih dahulu, lalu dia berpamitan "Aku pergi dulu ya, kamu di sini hati-hati kalau butuh apa-apa jangan sungkan untuk telepon aku. Aku akan ada waktu untukmu aku usahakan akan selalu mengangkat telfon mu itu "
Ayu lagi-lagi dibuat melongo oleh tingkah Alex. Alex pergi setelah mengambil tasnya, bagaimana Ayu membuat hatinya menjadi tertutup kalau Alex terus begini yang ada Ayu malah makin akan terus berharap dan akan sulit untuk melupakan Alex nantinya.
"Aku harus melakukan apa agar Alex tak suka dengan aku, apa benar yang dikatakan Alex tadi atau dia hanya sedang berpura-pura saja ingin menaklukan aku , aku begitu takut untuk memulai semuanya takut kalau semua ini hanyalah jebakan Alex"
Ayu segera mempercepat sarapan paginya. Ayu juga sudah menyiapkan kegiatannya untuk hari ini. Ayu tidak mau memikirkan tentang Alex dulu.
Para pelayan juga sudah datang dan membereskan semua bekas sarapan mereka. Sebenarnya Ayu ingin memasak tapi semuanya sudah disediakan. Malu juga berbicara dengan ibu mertuanya sudah disediakan malah ingin masak sendiri.
"Nona apa ada yang diinginkan lagi, mungkin ingin jus atau buah-buahan"
"Nanti siang saja. Tolong bawakan jus mangga ya dan juga beberapa camilan. Sudah mungkin itu saja nanti kalau aku ingin sesuatu akan bicara denganmu"
"Baiklah nona, kami permisi dulu "
__ADS_1
Ayu hanya menganggukan kepalanya saja. Ayu bergegas pergi kearah depan jendela. Ayu akan duduk disana sambil menyulam, sebenarnya Ayu tak bisa melakukannya tapi sedang belajar semoga saja nanti bisa melakukan ini semua.