Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 167 Apakah aku sasarannya


__ADS_3

"Katanya mau mati tapi baru saja aku cambuk kamu sudah berteriak-teriak seperti ini, sebenarnya kamu ini benar-benar ingin mati atau ingin membuat temanku datang kemari dan menolong mu. Tapi jangan harap temanku tak akan datang kemari. Jika dia datang kemari maka akan aku habisi bersamamu juga"


"Lepaskan aku, aku bisa mati sendiri tanpa harus disiksa olehmu. Aku ingin bergi dari rumah terkutuk ini. Aku tidak mau disini aku muak disini, kamu ini dasar anak durhaka "


Tamara malah mendengus "Itu tidak akan pernah bisa, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa. Kamu harus mati disini dan ditanganku ingat ditanganku tidak mati sendiri atau mati oleh orang lain "


Kembali Tamara mengayunkan cambuk itu dan mengenai wajah perempuan tua itu, dia berteriak histeris tapi Tamara makin menambah kencang mencambuk perempuan itu. Lalu mencekiknya dengan sekuat tenaga dan melemparkannya ke arah tempat tidur.


"Kamu tahu aku muak melihat wajahmu, tapi aku senang saat menyiksamu aku tidak rela kalau kamu sampai pergi atau kamu sampai mati. Aku tidak rela sampai kapanpun. Aku hanya ingin setiap saat menyiksamu. Aku ingin kamu mati dengan kesakitan yang begitu dalam. Sampai-sampai aku tidak akan pernah bisa melupakan kematian mu yang begitu menyenangkan "


"Maka kalau begitu kamu ikut aku saja mati, agar kamu bisa puas melihat aku kesakitan. Biar kamu bisa puas dan kita bisa terus bersama-sama "


Tamara malah tertawa mendengar itu semua dan bertepuk tangan "Aku tidak akan pernah mau mati bersamamu. Lebih baik aku mati sendiri daripada harus mati bersamamu dan melihat wajahmu itu, jangan pernah berisik lagi atau aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan kakimu atau membuatmu tidak bisa bicara lagi. Aku tidak akan mengobatimu seperti sebelum-sebelumnya "

__ADS_1


Baru juga Tamara akan keluar ada yang mengetuk pintu. Tamara jadi panik, siapa itu. Apakah Kat kalau sampai perempuan itu akan habis dia tidak peduli dia istrinya Lucas.


Jangan sampai ada yang tahu kalau dirinya menyekap seseorang. Bisa-bisa semua ini bocor dan polisi tahu dirinya paling tak suka berurusan dengan polisi.


Tamara diam cukup lama, tapi saat mendengar suara Lucas Tamara segera keluar dia menutup pintunya dengan perlahan dan menatap Lucas yang ada di hadapannya sambil menggandeng tangan istrinya.


"Kamu datang ke sini Lucas ingin menjemput istrimu yang cantik ini. Kamu posesif juga ya padahal aku akan mengantarkannya pulang "


"Begitu ya maaf ya, aku malah membawa istrimu ke sini dulu dan menahannya dulu jadi kamu harus datang dulu kemari " Tamara memperlihatkan wajah menyesalnya padahal tak ada penyesalan sama sekali dalam dirinya ini.


"Tidak masalah. Aku ingin mengajak istriku pulang. Jadi kamu tidak usah mengantarkannya kamu kan sedang hamil masa mengantarkan istri ku pulang tidak enak kan, biar bersamaku saja sekalian kan "


"Baiklah. Padahal tadi aku ingin bertemu dengan tante tapi ya sudahlah kalau kamu sudah datang kemari dan ingin jemput istrimu" Tamara melihat ke arah Kat dan tersenyum "Nanti antar aku lagi untuk belanja ya kita akan bersenang-senang lagi"

__ADS_1


Kat hanya mengganggukan kepalanya saja, dia tidak mau berkata apa-apa lagi suaminya segera membawanya keluar dari rumah Tamara, Tamara tersenyum sinis menatap Lucas dan juga Kat yang keluar dari dalam rumahnya.


"Aku tidak percaya Lucas datang ke sini tanpa dihubungi oleh perempuan itu, pasti dia menghubungi suaminya "


...----------------...


Setelah jauh dari rumah Tamara barulah Kat bisa bernafas lega, dia akhirnya bisa tenang juga "Aku sangat tidak tenang saat tadi rasanya aku sedang ada di suatu tempat yang sangat mencekam. Kenapa dia sangat menakutkan sekali kenapa ada suara teriakan teriakan seperti itu, apa dia sedang menyakiti orang apa dia punya bibi yang gila ? "


Lucas diam beberapa saat dan berpikir sejak. Kapan Tamara mempunyai bibi, dia tidak pernah bercerita padanya dan dirinya juga tidak pernah berkenalan dengan bibinya. Rasannya aneh Tamara tiba-tiba punya bibi.


"Kurasa tidak punya, mungkin dia sedang mukul seseorang, aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk pergi lagi dengan Tamara. Sepertinya dia sudah mulai bermain-main"


Kat jadi takut, takut tidurnya yang akan diincar, sepertinya Tamara sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya.

__ADS_1


__ADS_2