
Kat keluar dari dalam kamar dan melangkah keruang tamu, ternyata Lucas ada disana sedang menggambar sesuatu.
"Sayang kamu sudah bangun,duduklah disini aku sudah membuatkan mu teh hangat dan juga camilan manis agar kamu tak mual. Aku juga sudah membelikan kamu permen "
Kat duduk disamping Lucas "Kamu tahu aku sedang mual-mual"
"Tentu dulu saat Mami hamil Daisy, dia selalu muntah-muntah Papi selalu menyediakan camilan manis dan juga permen supaya tidak muntah-muntah katanya, jadi aku mengikuti apa yang pernah Papi lakukan pada Mami. Ayo cepat makan kuenya nanti setelah itu kita sarapan aku sudah memasak"
Kat merasa bersalah kenapa harus Lucas yang memasak, disini kan dirinya istrinya. Kenapa malah Lucas yang melakukan itu.
"Kenapa sayang diam saja "
"Seharusnya aku yang memasak, kenapa malah kamu yang memasak"
"Tidak masalah, sama saja mau aku atau kamu yang memasak tidak ada yang berbeda"
"Tapikan aku istrinya "
"Iya kamu istrinya dan aku suaminya lalu apa salahnya kalau seorang suami memaksakan untuk istrinya. Aku menikahimu bukan untuk menjadi orang yang selalu memasakkan ku, atau membereskan rumah. Aku menikahimu karena aku mencintaimu. Cukup kamu ada disampingku itu sudah cukup "
Lucas menatap Kat dengan lekat, Kat menjadi sangat malu sekali dengan Lucas. Lucas bisa mencintai dirinya seperti itu.
Tapi dirinya sangat sulit mencintai Lucas, kenapa sangat sulit mencintai Lucas, laki-laki yang ada dihadapannya ini.
Lucas membelai wajah Kat dan mengambil camilannya menyimpannya dipangkuan Kat "Makanlah sayang, agar perut kamu terisi dulu minum tehnya juga"
Lucas kembali fokus pada gambarnya, Kat perlahan memakan camilan itu "Kamu buat apa "tanya Kat dengan ragu.
Lucas menatap sekilas lalu kembali menatap gambarnya"Aku sedang menggambar bangunan rumah baru kita. Sepertinya aku akan beli tanah dan membangun rumah lagi yang lebih besar untuk kita dan juga anak-anak kita. Aku juga akan membuat beberapa permainan di halaman untuk mereka agar mereka tidak main keluar saja agar mereka lebih nyaman di rumah sendiri dan aku juga sudah menyiapkan tempat mainan untuk mereka, juga untuk bermain mereka juga"
"Lihatlah sayang apakah bagus "
Lucas mengangkat gambarnya dan memperlihatkannya pada Katherine "Emm, iya bagus aku suka "
"Baguslah jika kamu suka sayang, setelah gambar ini beres aku akan membangunnya dan kita akan segera pindah kesana "
Kat tersenyum, hatinya menghangat mendengar ucapan dari Lucas. Begitu baik Lucas padannya bahkan sudah memikirkan dari sekarang padahal kandungannya saja belum besar.
Tapi Lucas sudah memikirkan segalanya, hatinya tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Lucas. Apakah bisa dirinya membuka hati untuk Lucas dan mencintainya seperti Lucas mencintai dirinya.
...----------------...
Lucas dan juga Kat sekarang sedang belanja bulanan sebenarnya ada banyak pelayan, tapi Lucas meliburkan mereka semua.
Lucas ingin lebih mendekatkan dirinya pada Katherine sang istrinya, agar istrinya bisa mencintainya dan menerimanya tanpa paksaan sedikitpun.
Semoga saja istrinya bisa menerimanya dan mencintainya dengan cepat, semoga saja perhatiannya ini bisa membuat Kat luluh.
Memang dirinya sudah bertekad akan berubah demi dirinya, demi rumah tangannya dan demi Katherine. Semua dirinya lakukan untuk kebaikan dirinya dan juga Katherine.
Dirinya sudah berjanji tidak akan pernah menyakiti Katherine lagi, Katherine akan selalu bahagia disampingnya.
Kalau sampai dirinya menyakiti Katherine lagi, maka dirinya akan siap melepaskan Katherine untuk bahagia tanpa dirinya.
Lucas mendorong troli dan tangan sebelahnya mengandeng tangan Kat "Kita akan belanja apa sayang " tanya Lucas dengan matanya yang terus mencari-cari sesuatu.
"Emm, beli sayur, daging ayam, daging sapi sama bumbu-bumbunya aja "
"Baiklah, kamu mau camilan apa sayang. "
"Aku mau eskrim "
Lucas langsung menatap istrinya "Apakah boleh memakan eskrim saat hamil sayang "
"Hanya 1 saja tak banyak " rengek Kat
"Emm, tunggu aku akan tanya dulu pada dokter"
"Lucas, aku hanya ingin makan eskrim saja. Tak akan apa-apa pasti cuman makan satu "
__ADS_1
"Satu berdua denganku ya "
"Tak akan kenyang " rengkek Kat kembali.
"Memangnya kalau makan es krim satu kenyang ya sayang"
"Engga sih aku lagi pengen itu aja. Kalau kamu ga nurutin apa mau aku kamu mau anaknya nanti ileran saat lahir "
Lucas memelotkan matanya "Beneran akan seperti itu sayang, yaudah yu kita beli es krim satu tapi yang kecil "
Troli langsung dibawa oleh Lucas kearah tempat es krim, Lucas yang memilih sedangkan Kat sedang tersenyum senang.
Menerima es krim yang Lucas berikan dan Kat langsung memakannya, Lucas mengusap perut sang istri "Anaknya Ayah jangan sampai nanti kamu ileran ya, nanti baju-baju yang Ayah beliin malah basah udah Ayah beliin es krim ya, sekarang kita belanja"
Lagi-lagi Kat dibuat tersenyum oleh tingkah sang suaminya, yang menurutnya sangat lucu sekali. "Sayang kalau kamu lelah biar aku yang belanja kamu duduk saja disana " tunjuk Lucas.
"Tidak, aku akan ikut belanja saja "
Kat mempererat pegangan tangannya pada sang suami, mereka mengambil satu persatu makanan yang akan mereka beli.
Banyak sayuran juga yang mereka beli, ada camilan, kue dan banyak lagi. Saat akan membayar Kat duduk menunggu suaminya yang sedang mengantri.
Kat menatap sekitar yang begitu ramai sekali, padahal belum awal bulan tapi sudah banyak yang belanja. "Kakak "
Kat menatap anak yang menyapanya "Iya dek ada apa"
"Apa akan cukup bila membeli roti dengan uang segini "
Anak itu memperlihatkan uangnya pada Kat, uangnya receh "Kamu belum makan "
"Belum kak, aku mau beli roti buat adikku yang disana dia lagi kepalaran sekali. Aku binggung apakah uang ini akan cukup. Aku belum pandai menghitung kak, sebenarnya aku ingin beli roti diwarung saja tapi adikku sudah mengeluh sangat kelaparan, makannya aku masuk kemari dan ingin memberi roti "
"Simpan saja uangnya, ayo kita belanja bersama kakak"
"Kenapa disimpan Kak, nanti kan harus membayar. Apakah uangku cukup, kalau tidak cukup tidak apa aku akan kembali dan membujuk adikku untuk berjalan lagi mencari warung yang terdekat"
Kat menuntunnya masuk kedalam supermarket, Kat juga berbicara dulu pada suaminya dan suaminya setuju untuk dirinya menolong anak kecil ini.
"Kamu mau beli roti yang mana "
"Yang ini saja Kak "
"Cuman satu ? "
"Iya Kak cukup satu saja, nanti dibagi dua saja aku dan adikku tidak masalah. Asalkan perut kami terganjal dulu saja"
"Orang tua kalian ke mana"
"Ada Kak, mereka juga sedang kerja mereka pulang malam makannya aku juga dan adikku mencoba untuk membantu mereka ya seginilah kemampuan kamu. Adikku masih sangat kecil jadi aku harus menjaganya dan juga tidak boleh membiarkan dia kelaparan terlalu lama"
"Baiklah jangan ambil satu, untuk hari ini biar kakak yang teraktir "
"Tidak kak, seadanya uangku saja "
"Hari ini kakak lagi ulang tahun, jadi kakak lagi bagi-bagi. Ayo pilih apa yang kalian mau " bohong Kat agar dia mau dibantu.
"Seharusnya aku memberi kado pada kakak "
"Tidak usah, doakan saja agar kakak bisa melahirkan dengan selamat dan anak kakak sehat"
"Kakak akan punya bayi ? "
"Iya kakak akan punya bayi, oh ya kakak lupa nama kamu siapa "
"Selamat ya kak, aku akan selalu mendoakan kakak. Aku Salma kalau kakak sendiri siapa "
"Aku Kat, mari belanja apa saja yang kamu mau "
Salma menganggukan kepalanya tapi dia hanya mengambil beberapa roti "Kenapa hanya itu saja "
__ADS_1
"Sudah cukup kak "
"Ya sudah ayo berkeliling sebentar kakak akan membeli makanan untuk kakak "
Kat mengambil beberapa makanan dan juga minumannya tak lupa. Setelah itu membayar. Kat memberikan kantongnya pada Salma.
"Kenapa banyak sekali ini kan barang-barang punya kakak sebagian. Kenapa ada di sini semua"
"Tidak masalah, kalau kamu tidak mau kamu bisa memberikannya pada orang lain nanti, segeralah temui adikmu pasti dia sangat ingin makan "
"Baiklah Kak, terima kasih atas bantuannya suatu saat aku akan membalas apa yang kakak lakukan padaku. Selamat tinggal Kak"
Kat membalas lambaian tangan anak kecil itu, sungguh dirinya sangat kasian dengan anak itu. Harus mencari uang diusia yang begitu sangat kecil.
"Mari sayang pulang" sambil merangkul pinggang sang istri.
"Lucas apakah rumah lama kita bisa dijadikan panti asuhan saja, jika nanti rumah yang akan kamu bangun sudah jadi"
Kat menatap suaminya yang seperti kebingungan "Kenapa harus di panti asuhan"
"Aku ingin membantu anak-anak yang tidak mampu, anak-anak yang ada di jalanan. Aku ingin mereka hidup layak dan bisa sekolah seperti anak yang lainnya. Apakah kamu bisa membantu mereka atau aku akan bekerja untuk membantumu mencari uang agar bisa membuat panti asuhan itu"
Lucas tersenyum dan mengecup pipi sang istri "Aku akan mengabulkan keinginan istriku, aku janji akan membuat rumah itu menjadi panti asuhan, tak usah kamu bekerja aku saja sayang, aku kan suamimu mana mungkin membiarkan kamu bekerja. Mari pulang sayang "
Lucas membantu Kat masuk kedalam mobil dan memasukan barang-barang belanjaannya. Setelah selesai segera menyetir.
"Sayang kenapa kamu begitu baik "
Kat mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan suaminya "Semua orang juga baik "
"Aku tidak baik sayang "
Kat mengalihkan pandangannya "Kamu baik, cuman harus diubah sedikit saja sikap kamu itu. Aku ga mau kalau misalnya anak-anak itu mengalami apa yang dulu pernah aku alami Didiemin sama orang tua sendiri, diacuhkan bahkan saat disakiti pun tidak pernah ada yang membelaku. Nah semoga saja saat mereka nanti ada di panti asuhan mereka akan bahagia kasih sayang penuh, makanan pendidikan semuanya tercukupi"
Kat mencoba untuk tidak menangis jangan sampai dirinya terlihat cengeng dihadapan suaminya ini. Lucas mengenggam tangan Kat dengan erat "Semua itu tak akan pernah terjadi lagi padamu sayang " Lucas mencium tangan Kat dan tak melepaskan genggaman tangannya.
"Oh ya Lucas kenapa saat kita pulang aku tidak melihat Ayahku dan juga Ibu Lisa, mereka ke mana ya dan Kak Chelsea serta Dimas mereka berdua di penjara. Apakah boleh aku menemuinya, aku hanya ingin berbicara sedikit pada Kak Chelsea dan juga Dimas ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya"
Lucas menatap istrinya sebentar dan fokus lagi menyetir "Ayah dan ibu tirimu itu sudah pergi. Katanya dia akan pergi jauh darimu dan tidak akan pernah menemuimu lagi. Aku memang menyuruh mereka untuk tidak mengatakan itu langsung padamu. Aku tidak mau kamu nanti sakit hati sayang lebih baik kamu menjalani hidupmu yang sekarang saja bersamaku. Jangan memikirkan mereka ya "
"Dan untuk Chelsea serta Dimas mereka sudah dipenjara tapi bukan di penjara di sini, aku mengirimnya ke penjara yang ada di tengah laut, aku memang sengaja mengirim mereka ke sana agar mereka tidak bisa keluar dan dihukum seadil-adilnya"
"Tapi yang aku tahu kalau dipenjara di tengah laut seperti itu bukannya kejahatannya sangat fatal sekali seperti pembunuh berantai dan yang lainnya"
"Iya aku hanya ingin kamu aman saja, kalau mereka di penjara di tempat penjara biasa mereka bisa saja kabur. Mereka bisa saja bekerja sama. Aku tidak bicara padamu agar kamu tidak banyak pikiran sudah ya biarkan keluargamu bahagia masing-masing. Jangan pikirkan mereka lagi"
"Apakah Ayah tidak mengatakan sesuatu atau menyampaikan apa untukku"
"Tidak ada, dia hanya ingin aku menjagamu dengan baik dan membahagiakanmu itu saja. Dia pergi karena dia sudah sangat malu dengan kelakuannya dulu telah memakai semua uang mamamu. Dia sekarang sadar kalau apa yang dia lakukan itu salah, seharusnya dia tidak memanfaatkan harta mantan istrinya. Sudah ya kamu jangan pikirkan mereka lagi. Kamu kan sedang mengandung kasihan nanti Dede bayinya kalau mamanya terlalu banyak pikiran dan stress"
Kat mengagukan kepalanya, padahal dirinya ingin berbicara pada Ayahnya, hanya berbicara empat mata dan ada sesuatu yang sangat ingin dia katakan tapi ya sudahlah kalau mereka ingin pergi darinya. Ya sudah dari dulu kan mereka tidak pernah mengharapkan dirinya.
Semoga saja mereka hidup bahagia tanpa ada gangguan dari dirinya, semoga mereka selalu bersama-sama dan menjadi keluarga yang lengkap sampai nanti akhir hayat.
Lucas menatap istrinya yang sedang menunduk, sengaja dirinya berbohong agar istrinya tidak terus bertanya tentang keberadaan keluarganya. Karena mereka tidak pantas untuk ditanyakan atau dipertanyakan.
Bahkan sekarang Chelsea saja sudah mati. Baru saja dirinya mendapatkan kabar dari anak buahnya dan mereka sudah melakukan apa yang dirinya katakan, sesuai apa yang dirinya perintahkan sudah dilakukan bahkan sudah di videokan dan difoto kan.
"Kamu mau jajan sayang "
"Tidak aku mau pulang saja, aku mau mandi "
"Tentu nanti aku akan siapkan semuanya ya"
Kat menganggukan kepalanya "Oh ya apakah Ayah mengatakan kalau dia akan pergi kemana padamu Lucas"
"Tidak, dia tidak memberitahunya. Sepertinya dia memang ingin kamu tidak mengetahuinya tinggal di mana. Sudahlah aku sudah bilang kan jangan pikirkan dia. Semuanya akan baik-baik saja tanpa ayahmu dan keluargamu itu, aku sudah berjanji kan padamu aku akan selalu ada disampingmu dan aku tidak akan pernah menyakitimu lagi, sekarang keluargamu hanya aku dan juga mertuamu saja"
Kat tak menjawab, mengalihkan pandangannya kearah lain.
__ADS_1