Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 42 Lebih baik aku pergi


__ADS_3

"Mau apa kau kemari, kau mau menyakiti Ket lagi. Aku sudah tidak menganggap mu sebagai anak lebih baik kau pergi dari rumahku dan menyingkir lah"


"Ayah maafkan aku, aku sungguh minta maaf, aku akan minta maaf pada Kat "


"Tidak usah, kau tidak usah meminta maaf pada Kat, semua keputusan ada di tanganku kau pergi dari rumah dan jangan pernah perlihatkan wajahmu padaku lagi"


"Ayah aku minta maaf "


"Ayah Kat sadar "


Ayah Kat segera masuk, Ibunya dan juga Dimas masuk kedalam ruangan itu juga.


"Sayang kamu bangun "


Kat menatap siapa saja yang datang. Saat melihat Dimas rasanya campur aduk antara marah dan takut.


"Kenapa kau ikut masuk " teriak Ayahku dengan marah.


Aku segera bersuara "Tidak apa Ayah biarkan dia masuk, tidak usah usir Dimas dari sini lebih baik aku pergi saja dari rumah"


"Apa yang kau katakan, kau ini anakku kenapa kau tiba-tiba ingin pergi dari rumah. Tidak ada yang boleh pergi dari rumah selain dia Dimas yang harus pergi dari rumah. Kau sudah sangat keterlaluan tanpa ada bukti kau malah memperlakukan Kat seperti ini, lebih baik kau minggat dan tinggal dirumah teman ku itu "


"Tidak Ayah biarkan Dimas tinggal di rumahnya, aku sadar kalau itu bukan rumahku atau bukan tempat tinggalku. Lebih baik aku ngekos saja. Ayah tidak usah khawatir kalau aku akan kenapa-napa. Aku akan baik-baik saja semuanya akan baik-baik saja. Mungkin jika aku berpisah dari kalian semua mental aku akan lebih baik dan fisikku juga tidak akan tersiksa. Aku sudah capek dan lelah dengan apa yang aku rasakan di rumah itu"


"Tidak, jangan kemana-mana Ayah tidak akan mengizinkan kau pergi kemana-mana "

__ADS_1


"Tapi aku sudah tidak kuat Ayah, biarkan aku untuk mandiri. Ayah bisa mengunjungiku ke rumahku nanti. Aku tidak mau tinggal di sana. Aku ingin hidup bahagia"


"Memangnya selama hidup dengan Ayah kau tidak bahagia, kenapa kau berkata seperti itu Ayah selalu mencukupi apa yang kau mau"


"Iya aku tahu Ayah selalu mencukupi apa yang aku mau, tapi Ayah tidak tahu bagaimana aku saat hidup di rumah itu. Aku ingin lebih bahagia lagi aku ingin lebih mandiri D


dan aku juga ingin tahu bagaimana hidup sendiri, banting tulang sendiri. Ayah tidak usah mengkhawatirkan tentang biaya sekolahku aku akan mencari uang sendiri"


"Tidak, itu tak akan terjadi. Ayah tak akan mengizinkan mu pergi kemana-mana kau harus diam dirumah."


"Aku mohon Ayah "


Aku sudah menangis, aku sungguh ingin pergi dari rumah itu. Aku sudah tak kuat tinggal disana. Aku ingin pergi sejauh-jauhnya. Aku tidak mau berhubungan dekat lagi dengan mereka.


Aku sudah lelah, aku sudah tak bisa menahan semua ini. Mungkin dulu aku masih bisa menahannya tapi sekarang tidak. Saat Dimas menyakitiku secara fisik aku sudah tak bisa.


"Lihat Dimas malah dia yang ingin pergi seharusnya kau"


Dimas tiba-tiba mendekatiku dan memegang tanganku dengan cepat juga aku melepaskannya "Aku tidak mau dipegang olehmu"


"Aku ingin minta maaf padamu Kat, sungguh aku minta maaf aku sudah salah sangka padamu. Aku hanya syok melihat mata ada di kamarku dan surat juga. Makanya aku tiba-tiba menuduh mu, aku minta maaf kau jangan pergi ya kau tetap tinggal di rumah biar aku yang pergi"


"Memangnya kau tidak bisa bertanya baik-baik padaku. Apakah harus dengan kekerasan dulu baru kau sekarang minta maaf dan menjelaskan semuanya. Jika bicara dengan baik-baik pun aku akan mengerti aku akan menjawab semuanya dengan sejujur-jujurnya"


"Iya aku tahu, aku terbawa emosi sungguh aku minta maaf jangan pergi dari rumah"

__ADS_1


"Aku sudah memaafkanmu, tapi aku tidak bisa untuk tinggal bersamamu lagi. Kau seperti seorang psikopat aku tidak mau tinggal dengan orang seperti itu. Aku lebih baik pergi daripada harus tinggal bersamamu. Mungkin sekarang aku tidak tahu kau minta maaf padaku dengan tulus atau hanya untuk berpura-pura di depan Ayah. Aku tidak tahu apa maksudmu ini, aku sudah mengenalmu lama Dimas jadi aku tetap memutuskan akan pergi dari rumah"


"Ayah tidak akan pernah setuju " Ayahku menyela.


Aku mengusap air mataku "Lebih baik keluar kalian semua dari ruanganku. Aku ingin sendiri, aku ingin menenangkan diriku. Kumohon jangan membuatku makin stres dan makin gila memikirkan tentang semua ini. Aku ingin sendiri dan aku akan baik-baik saja"


Mereka semua keluar, aku yang sudah sendirian kembali menangis, aku trauma dengan apa yang dilakukan Dimas. Saat berbicara dengan Dimas pun sebenarnya aku tadi bergetar, tapi aku menahannya.


Aku ingin bisa lebih berani pada mereka, aku tidak mau terus diinjak-injak oleh Dimas dan juga Ibu. Apa salahku sampai-sampai aku harus diperlakukan seperti itu.


Apa karena masalah Mamah, Ayah dan juga Ibu. Tapi kenapa harus anak-anak yang menjadi korbannya, kenapa aku yang harus medi korbannya.


Mereka yang punya masalah, tapi aku disini yang selalu disiksa. Aku lelah diperlakukan tidak adil oleh Ibu sejak kecil.


Dimas juga selalu saja mengejekku, membuat mentalku hancur dan juga kacau Kak Chelsea juga dulu seperti itu, tapi dia sudah berubah aku bersyukur dia sudah baik pada aku dan tidak seperti dulu lagi.


Tapi rasanya untuk tinggal di rumah itu, aku tidak sanggup, aku tidak akan pernah bisa. Bila nanti Ayah terus memaksaku aku tidak akan mau kalau harus terus tinggal di sana bisa-bisa aku mati karena fisik, mentalku semuanya diuji semuanya di pertaruhkan.


Aku tadi tidak bilang pada Ayah kalau Ibu telah menyiksaku, menyuruhku beres-beres, memotong uang jajanku, itu hanya untuk semata-mata agar mereka tidak bertengkar.


Aku tidak mau mereka bertengkar hebat dan nanti ujung-ujungnya aku yang akan Ibu salahkan dan aku yang akan Ibu siksa. Mungkin dia bisa-bisa membunuhku.


Biarkan Ayah tidak tahu tentang masalah itu, biarkan Ayah tetap bersama Ibu aku tidak mau menghancurkan rumah tangga mereka yang sudah dibina sejak lama.


Sudah bertahun-tahun mereka menikah, tidak mungkin kan aku menghancurkannya dengan sebuah kata kalau ibu selalu menyiksaku .

__ADS_1


Aku tidak mau melakukan itu dan aku tidak mau mengganggu mereka, lebih baik aku pergi untuk kebaikan diriku sendiri. Aku akan mencoba mandiri untuk hidupku dan masa depan ku.


__ADS_2