Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 140 Habis 3 tinggal 1


__ADS_3

"Keluarkan mereka berdua, tinggalkan anaknya saja Dimas di sana. Aku ingin lihat akankah di gila saat melihat kedua orang tuanya aku habisi. Keluarkan mereka berdua, cepat "


Anak buah Lucas mengikuti apa kata-kata Lucas, mereka mengeluarkannya. Bahkan mereka sampai berteriak-teriak tak karuan tidak mau dipisahkan dari anaknya.


"Kenapa kalian takut ya, akan dihabisi seperti anak perempuan kalian. Aku sudah bilangkan kalian akan dapat gilirannya "


"Gila kamu Lucas, kamu lepaskan kami semua aku akan melaporkan mu ke kantor polisi"


"Silakan laporkan saja dalam mimpi mu. Aku tidak akan pernah peduli, aku juga sudah muak mengurung kalian terlalu lama. Uangku habis hanya untuk memberi kalian makan sangat menyebalkan sekali kan"


"Gantung mereka berdua"


Setelah mereka berdua tergantung, Lucas menatap wajah mereka satu persatu, lalu dengan senyum yang menyeringai Lucas mengambil pisaunya yang selalu saja menemaninya dalam apapun yang dirinya lakukan.


"Ada sesuatu yang ingin kamu katakan nyonya dan Tuan yang terhormat. Mungkin ada pesan dan kesan kalian berdua selama aku kurung di sini, mungkin ada yang membuat kalian senang di sini, misalnya diberi makan gratis diberi tempat tinggal gratis bisa berkumpul dengan semua anakmu"


"Sialan kamu. Aku bersumpah kamu akan masuk neraka kamu akan disiksa habis-habisan, awas saja Lucas "


"Aku tahu aku mengerti Nyonya, tidak usah memberitahu. Dari awal aku sudah tahu apa yang akan terjadi nanti aku di akhirat, jadi jangan mengatakan kata-kata itu karena aku tahu semuanya. Benar tidak ada pesan yang ingin kalian ucapkan untuk terakhir kalinya. Karena mungkin hari ini kalian tidak akan hidup lagi. Hidup kalian tidak akan lama lagi, aku tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk hanya mengurusi kalian berdua saja, aku punya banyak pekerjaan "


Lucas mendekati Lisa menyayat sedikit pipinya itu. Dimas sudah berteriak di sana. Apalagi Lisa dia sudah sangat histeris "Biarkan aku yang menanggung semuanya, jangan mereka biar aku yang menanggungnya di sini. Aku yang salah aku yang membuat masalah denganmu, aku tahu kesalahanku ini sangat fatal. Jangan lakukan apa-apa pada kedua orang tuaku. Biarkan dia pergi, di sini hanya aku yang perlu dihabisin bukan mereka"


"Yakin dengan kata-katamu itu, kamu mau dihabisi tapi aku tidak menjamin orang tuamu akan selamat. Karena kamu harus tahu satu hal seorang psikopat itu tidak akan pernah menepati janjinya dengan tepat pada keluarga yang harus dihabisi olehnya. Dengarkan kata-kataku dengan baik-baik, aku tak akan memberikan kesempatan kedua "


Lucas mendekati Lisa lagi, kembali menyayat sedikit kulit Lisa dan perlahan-lahan dia makin memperdalam sayatan itu. Sampai-sampai Lisa sudah sangat kesakitan dan suaranya juga hampir habis, suaminya hanya diam saja dia menundukkan kepalanya seperti tidak mau melihat itu.


Bahkan sekarang kulit wajah Lisa sudah terkelupas seutuhnya dan Lucas membukanya dengan sangat mulus, tanpa ada yang tersayat sedikitpun dari kulit wajah itu "Lihat ini suka dengan wajah ibumu. Apakah kamu mau menyimpannya untuk kenang-kenangan Dimas anak Mami. Aku akan dengan senang hati membuatkan pigura untuk wajah ini agar kamu selalu memeluknya setiap hari"


"Sialan kamu dasar tidak punya hati, kamu tidak punya perasaan. Bagaimana kalau nanti posisi ibumu ada di sana"


"Ibuku tidak akan bodoh seperti ibumu, jangan terus membanding-bandingkan orang tuaku dengan orang tuamu. Jelas-jelas itu sangat berbeda sekali, jangan terus mengalihkan pembicaraan. Aku hanya bertanya padamu mau menyimpannya atau aku akan buang saja, aku sudah memberi pilihan kamu hanya perlu memilihnya saja. Apa sulitnya sih "


Dimas bukannya menjawab. Dia malah nangis, dia marah tidak kuat melihat ibunya di situ seperti itu. Apalagi sekarang Ibunya sudah tidak berdaya lagi. Dia hanya diam saja memang sangat takut sekali dirinya kehilangan ibunya. Ibunya adalah sosok yang sangat menyayanginya. Dia adalah orang satu-satunya yang sangat menyayanginya.


"Daripada kamu menangis Dimas, tunggu aku akan memberi hadiahmu ini lengkap dari Ibumu dan juga Ayah mu "


"Oh ya ada yang ingin sekali aku katakan pada Ibumu ini, ini kan wajah yang telah menghancurkan ibu mertuaku dengan wajah ini kamu membuat ibu mertuaku sakit hati dan akhirnya tidak percaya lagi pada laki-laki. Membuatnya mengurus anaknya sendiri, tapi itu lebih baik daripada harus terus dengan laki-laki yang suka selingkuh kan. Tapi aku sudah membalaskan rasa sakit hatinya padamu Lisa kamu memang perebut suami orang dan aku tidak suka perempuan seperti itu. Akan aku habisi perempuan-perempuan yang telah merebut suami orang lain. Aku benci pada mereka "wajah Lucas sangat menyeramkan sekali saat marah seperti ini.


Memang dari dulu, dirinya tidak suka perempuan seperti itu yang gatal pada suami orang. Kalau ingin dirinya bantu garukan bisa. Akan dirinya garuk mengunakan garpu rumput agar tidak gatal lagi.


Kenapa harus merebut suami orang, banyak laki-laki lajang. Hargailah sesama perempuan. Hargailah hati perempuan. Jangan ingin kesenangan sendiri tapi orang lain yang terpuruk.

__ADS_1


Dan Lucas juga tak segan-segan akan menghabisi laki-laki yang selingkuh. Lebih baik dia mati saja dari pada mengkhianati pasangannya.


Lucas mengambil pisau yang paling besar, itu pisau daging yang bisa digunakan untuk memotong daging sapi. Lucas membawanya ke arah Lisa dulu lalu memotong jarinya, semua jarinya.


Setelah puas dengan jari-jarinya Lucas memotong jari Riyan, Dimas sendiri tidak bisa melihat penyiksaan itu dia menundukan kepalanya sambil menangis. Teriakan ayahnya dan ibunya juga sudah sangat menyakitkan apalagi melihatnya pasti akan sangat menyakitkan lagi.


"Bawakan aku sesuatu yang bisa menyatukan tangan ini dan menjadikannya kalung"


Anak buahnya dengan sigap langsung melaksanakannya. Mengambil benang yang mungkin saja bisa membuat tangan-tangan itu menjadi kalung. Lucas menyatukannya dan benar menjadi kalung yang indah. Sangat indah sekali.


Lucas melemparkannya ke arah Dimas" Pakailah Dimas, itu adalah kenang-kenangan terakhir dari ayah dan ibumu. Itu akan sangat menyenangkan sekali karena untukmu bisa melihat terus tangan mereka yang selama ini mengurusmu dan mencari uang untukmu. Sangat menyenangkan mendapatkan tangan mereka kan. Apalagi kamu sekarang tak punya tangan, jadikan itu penggantinya kalau bisa itupun"


Dimas sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Dia hanya bisa menundukan kepalanya. Dia tidak tahu harus berbicara apa lagi. Sekarang dia hanya muak marah dan kesal pada tindakan yang Lucas lakukan.


Kenapa dia harus sekejam ini, kenapa dia harus melakukan ini pada keluarganya. Hanya karena hal sepele yang dia lakukan pada Katherine, tapi dibalas dengan keluarganya yang di habisi seperti ini. Bahkan kakaknya sudah tiada dan sekarang kedua orang tuanya yang akan dihabisi lalu dirinya kan.


Lucas mengambil obeng dan menusukkannya ke perut ayahnya Dimas, karena dia dari tadi diam saja "Jangan diam terus berteriak atau apapun itu"


Tapi Riyan tidak melakukannya, dia menggigit bibirnya sekuat-kuatnya agar tidak keluar suara teriakan dan akan memuaskan Lucas. Dirinya tidak akan pernah berteriak atas kesakitan yang diberikan Lucas.


Lucas yang tidak puas merobek perut Ayah mertuanya itu, setelah puas merobeknya Lucas mengeluarkan isinya memang sangat menjijikan sekali, tapi Lucas malah tertawa dan seperti menikmati semua apa yang dia lakukan.


Lucas malah tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan dari ayah mertuanya ini "Silakan saja kapan istriku akan tahu dia tidak akan pernah tahu sampai kapanpun. Lebih baik kau mati, ikatanmu dan juga Kat tidak akan ada, karena kalian berdua tidak dekat kamu saja tidak mau membela anakmu di depan ibu tirinya dan juga anak tirimu itu. Kamu juga tidak memberikan kasih sayang pada Kat, kamu hanya mementingkan keluarga sialan ku ini. Kamu hanya menghawatirkan mereka saja, kamu hanya memikirkan kasih sayang untuk mereka saja. Lalu Kat bagaimana kamu diamkan saja kan "


Lucas langsung saja memenggal kepala ayah mertuanya, lalu beralih pada Lisa yang sudah lunglai tak berdaya.


"Emm bagusnya diapakan dia, bawakan aku air keras"


Dengan patuh anak buahnya melakukannya lagi, lalu Lucas menyiramkan air keras itu ke wajahnya Lisa, Lisa langsung berteriak dengan historis berteriak sekencang-kencangnya, karena sangat perih sekali bukan perih lagi rasanya sangat-sangat menyakitkan sekali.


"Masukkan saja dia bersama anaknya. Aku ingin melihat dia akan bertahan berapa lama, kasih makan saja dia seperti biasa "


"Siap tuan"


Lucas langsung saja pergi membawa wajah Lisa yang sudah dikuliti tadi. Akan dia simpan di sini menjadi kenang-kenangannya, untuk ayah mertuanya sengaja tidak di simpan agar istrinya tidak curiga jika suatu saat nanti dia akan tahu tentang koleksi-koleksinya lagi.


...---------------...


Kat terbangun dengan terengah-engah, dia malah mengingat ayahnya. Entah kenapa iba-tiba mengingatnya. Apakah keadaan ayahnya sekarang baik-baik saja, sekarang di mana ayahnya berada kenapa tiba-tiba seperti ini ya. Tak biasanya dirinya memimpikan ayahnya dan mengingat ayahnya.


"Sebenarnya kalian semua itu di mana. Kenapa kalian tiba-tiba saja pergi, padahal aku belum bertemu dengan kalian semua. Ayah kenapa kamu tiba-tiba menghilang apa ada sesuatu yang terjadi padamu. Apa kamu kecelakaan, tidak jangan berpikir seperti itu. Aku tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak di mana Ayah sekarang. Apa aku harus minta bantuan Lucas untuk mencari ayah tapi apakah mau Lucas pembantu"

__ADS_1


Kat menyingkap selimutnya dan melihat keluar jendela mobil suaminya belum ada. Dia belum pulang juga. Kat turun ke lantai bawah mencoba mencari sesuatu siapa tahu suaminya menyembunyikan keluarganya di sini semuanya, tapi nihil tak ada.


Apakah Lucas akan seperti itu menyembunyikan semua keluarganya atau mungkin membunuh keluarganya. Tidak mungkin kan Lucas sekejam itu pada keluarganya, mau bagaimanapun mereka sudah menjadi keluarga Lucas.


"Ayah kamu di mana. Aku ingin sekali disayang olehmu. Aku ingin sekali diperhatikan seperti dulu kamu perhatikan Dimas, aku ini sekali dipeluk setiap saat kamu pulang seperti Chelsea dulu. Kamu selalu memeluknya aku juga ingin setiap kamu pulang diberikan hadiah-hadiah yang kamu beli dari berbagai negara itu, aku sangat ingin merasakan bagaimana menjadi anak kesayangan, sekarang di mana Ayah"


"Aku begitu mendamaikan setiap kasih sayang darimu, aku tidak mendapatkan itu darimu. Kemana sekarang kamu pergi, tiba-tiba saja meninggalkan aku setelah aku menikah. Bukannya kamu diam di sini terlebih dahulu sebentar tapi malah meninggalkan aku padahal aku ingin bertemu"


Kat membaringkan tubuhnya di kursi. Entahlah mungkin akan menunggu suaminya di sini saja, memikirkan ayahnya terus-menerus tidak akan ada habisnya. Memang dirinya sangat merindukan kasih sayang kedua orang tuanya. Dirinya sangat kurang kasih sayang. Ibunya meninggal saat Kat masih kecil, ayahnya sibuk dengan pekerjaan dan keluarga barunya.


"Nyonya kenapa tidur disini "


Katherine menatap orang itu yang datang ternyata pelayan perempuannya "Aku hanya ingin menunggu suamiku pulang, kamu tidak usah khawatir kamu kembalilah ke kamarmu aku disini hanya ingin menunggu suamiku saja"


"Tapi Nyonya, kata Tuan Nyonya harus selalu diam di kamar"


"Aku muak dan semua aturan itu aku juga tidak akan pernah kabur. Tenang saja aku hanya tidur sini memang apa salahnya"


"Maaf nyonya, aku hanya mengikuti perintah dari tuan saja, kalau nyonya harus dikamar "


"Aku tidak akan kabur, sudah sana kamu pergi jangan ganggu aku disini. Aku ingin sendirian ini kan rumahku. Jadi kamu tidak bisa mengatur ku, mau aku tidur di manapun itu bukan urusanmu pergi sana jangan ganggu aku, aku ingin disini aku ingin tidur disini "


"Tapi ini demi kebaikanmu, kalau sampai tuan tahu dia akan sangat marah sekali nyonya. Tolonglah mengerti posisi saya di sini. Saya tidak bisa membiarkan nyonya tidur di sini dan nanti Tuan tahu. Kami akan habis, mungkin besoknya nyonya tidak akan pernah melihat wajah kamu lagi. Untuk hari ini tolong menurut tidurlah di tempat tidurmu nyonya agar Tuan tidak marah pada kami semua. Nyawa kami ada di tangan nyonya. Mungkin jika nanti nyonya tidak pindah-pindah kami benar-benar habis "


Kat yang memang kasihan pada mereka dan tahu bagaimana suaminya itu akhirnya masuk saja ke dalam kama. Membaringkan kembali tubuhnya menunggu suaminya yang entah kapan akan pulang, mungkin tidak akan pernah pulang.


...----------------...


Lucas yang sudah selesai membersihkan dirinya. Memajang wajah ibu tiri mertuanya itu, melihat Dimas yang sedang menangis memeluk tubuh ibunya, sepertinya Ibunya sudah mati. Lucas menatap Dimas dan duduk di hadapannya tapi masih terhalang oleh penjara itu, Lucas tak sampai masuk kedalam.


"Kamu harus mengganti semua ini, nyawa dibayar nyawa. Kamu lihat saja aku akan menghabisi Katherine, ingat itu aku tidak akan segan segan untuk menghabisinya, aku akan menghabisi istrimu itu"


"Bagaimana caranya, kamu saja masih di sini apa kamu bisa lari tidak akan pernah. Membuka kunci ini saja kamu tidak akan pernah bisa, kamu jadi jangan terlalu banyak bermimpi dan mengancam. Karena semua itu tidak akan pernah terjadi ingat itu. Aku tidak pernah bermain-main dengan kata-kataku, lebih baik kamu tenang jika masih ingin hidup, jika sudah puas memeluk tubuh ibumu keluarkan dia harus segera diberi pada anjing"


"Sialan kamu, Ibuku harus dikubur dengan layak. Aku tidak mau dia diberikan pada anjing"


"Imbalannya untukku apa, kamu akan memberikan apa padaku. Jika ada imbalannya maka aku akan menuruti kemauan mu, aku tidak akan ingat. Misalnya kamu memberikan aku jantungku atau hatimu aku akan mengubur ibumu dengan layak sangat layak sekali bahkan akan aku buat pengajian untuk membuat ibumu tenang. Untung saja aku tidak menyiksa ibumu sampai habis-habisan hanya dikuliti saja wajahnya itu tidak menyakitkan. Sangat sebentar sebenarnya aku tidak puas tapi aku ingin melihat kamu yang gila karena kehilangan semua keluarga kamu, jadi nikmatilah bagaimana rasanya kehilangan orang tersayang"


Lucas pergi dari sana, biarkan saja dulu Dimas untuk memeluk ibunya sampai dia puas. Setelah itu maka dirinya akan mengambilnya, tapi entah kapan. Dirinya juga ingin melihat Dimas lebih menderita lagi.


Nanti kalau amarahnya sudah keluar lagi, makan Dimas akan dirinya habisi, lebih dari ayah, ibunya dan kakaknya karena dialah yang telah bermain-main dengannya dan ingin melecehkan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2