Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 104 Dibawa kekantor


__ADS_3

Kat selamat tidur tidak bisa diam, dia terus saja bergerak ke sana kemari. Daisy yang melihat kegelisahan Kat segera bangkit.


"Ada apa Kat. Apakah kau masih memikirkan tentang ajakan kakakku untuk menikah denganmu"


Kat yang mendengar suara dari Daisy segera bangkit dan menatap Daisy "Aku belum siap untuk menikah Daisy. Aku tidak akan bisa mengurus kakakmu dengan baik, karena aku belum siap. Mengurus diriku saja kadang aku masih susah apalagi harus mengurus suami "


"Apakah kau yakin alasannya karena hanya itu saja, tidak ada yang lain"


"Ada tapi aku bingung harus menjelaskannya bagaimana lagi"


"Aku yakin kakakku tidak akan pernah kasar lagi padamu. Aku yakin dia akan baik padamu aku lihat dia sangat mencintaimu Kat "


"Tapi semua itu apakah bisa menjamin, kalau kakak mu tidak akan berbuat yang aneh-aneh padaku "


"Iya aku yakin itu, biasanya kalau laki-laki sudah sangat mencintai perempuannya dia tidak akan pernah melakukan kekerasan ataupun melakukan apapun "


"Aku masih trauma"


Kat membaringkan kembali tubuhnya, rasanya seperti jebakan saja. Datang kemari malah diajak menikah dengan orang selama ini dirinya jauhi lalu untuk apa dirinya kabur selama 1 tahun kalau pada akhirnya dirinya akan bersama laki-laki itu juga kan.


...----------------...


Pagi-pagi sekali Kat sudah bangun sebenarnya dari tadi malam Kat tidak bisa tidur, memikirkan semua ini. Kenapa harus terjebak untuk kesekian kalinya. Apakah hidupnya ini tidak bisa tenang hidup bahagia dengan laki-laki normal dan memang mencintainya dengan normal juga, tidak ada kekerasan ataupun tidak ada pembunuhan disekitarnya.


Kenapa juga mamanya malah menjodohkan dirinya, itu akan menjadi alasan besar bagi Lucas untuk bisa mengekangnya dan menikahinya. Kalau saja tidak ada janji itu mungkin akan gampang untuk dirinya lari.


Pintu kamar tiba-tiba saja diketuk, Kat segera membuka pintu ternyata itu Lucas. Dia memberikan pakaian ke arah Katherine lengkap dengan sepatu, tas dan berbagai macam make up juga.


"Segeralah bersiap sayang, kita akan pergi ke kantor"

__ADS_1


"Kantor siapa"


"Cepat ganti pakaian, nanti juga kamu akan tahu akan pergi ke kantor siapa Cepat aku tunggu di bawah 15 menit. Jika kau belum juga selesai aku akan menarikmu keluar dari kamar"


Lucas mengusap rambut Katherine dan pergi begitu saja. Katherine yang tak mau membuat masalah dengan laki-laki itu akhirnya mengikuti saja apa kemauannya. Kat segera mengganti pakaiannya, pakai sepatu, tas dan juga menggunakan make up itu seadanya.


Tadi dia bilang akan pergi ke kantor. Sudahlah kita ikuti saja apa maunya, rasanya juga capek membantah terus pada akhirnya disakiti.


"Baru saja aku akan naik sayang ternyata kau sudah turun terlebih dahulu. Ayo kita ke kantor untuk gaun pernikahan kita akan segera disiapkan. Kau akan mendapatkan gambarnya dan kau bisa memilih gaun mana yang cocok dengan mu nanti ya "


Kat tidak menjawab dia hanya mengikuti langkah Lucas, tangannya digenggam dengan erat bahkan saat masuk ke dalam mobil pun tangannya masih digenggam. Padahal dia sedang menyetir tapi masih bisa-bisanya saja tangannya ini digenggam.


"Kau kesal padaku"


"Untuk apa aku kesel padamu, memangnya aku ada hak untuk bisa kesal, marah padamu tidak ada kan"


"Kau berhak untuk marah kesal atau apapun padaku jika kau mau itu pun "


"Aku akan tetap menikahimu, meskipun kau menolak seribu kali aku tetap akan menikahimu ingat itu aku tak akan pernah melepaskanmu "


"Percuma saja kan aku berbicara, karena pendapatku di sini tidak penting karena kemauanku di sini tidak dianggap"


"Aku sudah bicara pada Mami dan Papi kalau kau bersedia menikah denganku dan pernikahan kita satu minggu lagi akan diadakan, berbarengan dengan pernikahan Adiba dan juga Toni"


"Satu minggu apa kau gila aku masih_"


"Masih apa sayang, semuanya sudah disiapkan. Kau hanya perlu tunggu beresnya saja tidak usah takut semuanya aku yang mengaturnya pernikahan kita akan mewah sekali"


Sudahlah lebih baik Kat diam saja, daripada terus berbicara yang ada malah cape sendiri kan.

__ADS_1


...----------------...


Setelah sampai di kantor banyak mata yang melihat ke arah Kat, sampai Kat malu sendiri. Ada apa ini penampilannya aneh. Apa ada yang kurang, apa ada yang menempel di wajahnya sampai-sampai mereka menatap dirinya seperti itu.


Tapi Lucas langsung menatap mereka semua, otomatis mereka langsung menundukan kepalanya karena takut melihat tatapan Lucas yang begitu tajam dan menakutkan sekali.


Mereka berdua masuk kedalam lift, diam tak ada pembicaraan sama sekali. Kat juga tak mau berbicara dengan penjahat ini.


Malas sekali rasanya"Masuk sayang "


Kembali dirinya dipapah masuk kedalam sebuah ruangan mewah. "Baiklah aku akan menjelaskan sesuatu padamu. Mungkin aku terlihat lancang dulu mengambil berkas-berkasmu yang ada di dalam lemarimu dan menggantinya dengan berkas palsu"


"Apa kau mengambilnya"


"Kalau aku tidak mengambilnya yang ada Chelsea akan mengambil berkas itu dan membuatku miskin. Sudah baik aku mengambil berkasmu itu dan mengetahui kalau Chelsea yang sebenarnya, kau terlalu percaya pada dia, dia tidak benar-benar baik padamu. Ini adalah kantor orang tuamu masih banyak kantor keluargamu tapi ini adalah salah satunya, ini adalah induk kantor keluargamu dan masih ada cabang-cabang yang lainnya. Aku hanya ingin memberi tahu yang ini saja dulu, kau bisa berkeliling melihat semua kepunyaan dirimu"


"Tidak mungkin Chelsea jahat, dia sudah berubah "


"Ya sudah kalau tidak percaya, aku tidak peduli yang terpenting aku sudah memberitahu semuanya kalau Chelsea itu bukan kakak yang baik. Dia hanya pura-pura baik padamu nanti juga kau akan tahu siapa dia sebenarnya tanpa harus aku membuktikannya padamu . Ayo sayang mari sini duduk di pangkuanku dan akan aku beritahu semuanya tentang apa saja yang harus kau pelajari. Mungkin kau ingin mengelola perusahaan ini sendiri tapi kalau kau tak mau biar aku yang mengelola semuanya tidak masalah"


Kat masih diam menatap wajah Lucas apakah benar yang dikatakan Lucas, lagi-lagi tangannya ditarik oleh Lucas.


"Lama sekali kau ini tinggal duduk manis seperti ini saja susah sekali "


"Biar aku perlihatkan bagaimana terbentuknya kantor ini, coba kau lihat baik-baik ya "


Pinggang Kat dipeluk dengan erat dan dagu Lucas ada dibahu Kat. Sesekali juga Lucas mencium leher Kat dan itu membuat Kat tak nyaman.


"Stop aku tidak mau, aku mau pulang "

__ADS_1


Kat langsung berlari begitu saja meninggalkan Lucas. Kat mengusap lehernya, kenapa dirinya tak bisa melakukan apa-apa kenapa dirinya diam saja saat diperlakukan seperti itu.


__ADS_2