Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 190 ingkar janji


__ADS_3

Tamara yang baru saja bangun tidur langsung menyalakan televisinya dan alangkah kagetnya saat melihat penggeledehan dirumahnya. Serta ditemukan mayat Lea dan juga suaminya serta selingkuhannya.


Kenapa ini bisa terjadi, siapa yang telah melaporkan itu semua. Kenapa bisa mereka tahu. Siapa yang sudah berkhianat padanya. Kepala Tamara sudah sangat pusing sekali rasannya ingin pecah.


"Bibi Merry"teriak Tamara dengan marah, pasti bibi Merry tahu tentang masalah ini.


"Ada apa Tamara, bibi sedang membuat bubur "


"Lihatlah televisi itu. Lihatlah kenapa di rumahku ada polisi dan sampai-sampai ada tiga mayat yang dibawa. Ini apa maksudnya apa kamu menjebakku, apakah bibi ini selama ini menjebakku, pasti ini ulah bibi kan "sambil mengguncang bahu bibi Merry dengan kasar.


"Apa, kenapa bisa mayat siapa saja itu Tamara, kamu sudah membunuh siapa saja" bibi Merry melepaskan pegangan tangan Tamara pada bahunya dan menjauhinya.


Bibi Merry pura-pura tidak tahu, bahkan bibi Merry juga menampakan wajah kaget. Bibi Merry juga sudah melihat siapa-siapa korbannya di televisi makannya bibi Merry langsung bertanya ini pada Tamara "Jadi selama ini kamu yang telah menculik Lea. Jadi kamu dalang dari semua ini Tamara, pantas saja arwahnya mendatangimu. Kamu ini kenapa punya fikiran seperti itu, kenapa tidak dipikir-pikir dulu Tamara, kamu ini ya sudah kamu yang membunuhnya sekarang kamu juga yang menculiknya "bibi Merry pura-pura kaget dan kecewa pada Tamara.


Ponsel Tamara sudah bergetar dari tadi, banyak pesan yang masuk ke ponselnya Tamara, melihat semua pesan itu satu persatu dan kebanyakan mengirim tentang penggeledahan di rumahnya, serta penemuan tiga mayat di rumahnya juga.


Teman-temannya tahu, koleganya keluarga jauhnya juga semuanya tahu. Tamara melempar ponselnya tapi tak sampai pecah, Tamara begitu malu sekali. Bagaimana kalau nanti dirinya dihujat lagi.


"Akhh kenapa ini bisa seperti ini. Pasti ini ulah bibi kan"


Bibi Merry langsung menggelengkan kepalanya "Untuk apa aku melakukan itu. Aku tidak melakukan itu aku sama sekali tidak melakukannya Tamara untuk apa, kalau aku mau menjebak mu aku sudah membiarkanmu di sana dan tidak membawamu kabur ke sini. Aku tidak akan sepicik itu Tamara apa yang aku dapat dengan menjebakmu ? "


"Lalu bagaimana sekarang Bibi, aku pusing aku bingung harus melakukan apa. Aku sangat takut Bibi. Bagaimana kalau aku ditangkap polisi. Lihatlah teman-temanku saja sudah tahu. Bahkan mereka mencaci maki ku banyak di sosial media juga yang menanyakan hal ini padaku, bagaimana bibi aku binggung sekali "


Tamara menjamak rambutnya dengan kesal, dia sangat marah dengan dirinya sendiri dengan orang yang menyebarkannya juga. Tamara bingung sangat bingung sekali kenapa dalam waktu sehari semuanya bisa terbongkar.


Bahkan pembunuhan suaminya pun terbongkar semuanya, apakah hidupnya harus segera berakhir apakah harus di penjara, tidak tidak Tamara tidak mau sampai itu terjadi Tamara tidak mau. Malu sekali kalau sampai harus dipenjara, hartanya pasti akan habis semuanya akan hilang dalam sekejap.


"Bibi bagaimana ini, aku harus bagaimana bibi"teriak Tamara sambil menangis, Tamara sudah tak bisa memikirkan apa-apa lagi.


"Bibi juga ga tahu, Bibi juga bingung harus bagaimana coba kamu telepon Lucas. Coba telepon dia siapa tahu dia bisa nolong kamu, siapa tahu dia bisa bantuin kamu untuk hal besar ini. Bibi udah buntu Bibi ga tahu harus pergi ke mana lagi sekarang, kalaupun kita kabur kamu akan diburu sama polisi bahkan mungkin sekarang polisi lagi cari-cari kamu kan. Kita ga bisa kemana-mana Tamara ini adalah tempat aman kamu"


Bibi Merry mengambilkan kembali ponsel Tamara dan Tamara langsung menghubungi Lucas, untungnya langsung diangkat kan. Tamara sama sekali tak curiga. Tamara malah senang sekali karena Lucas langsung mengangkatnya tak bertele-tele seperti biasanya.


"Ada apa lagi Tamara. Ada apa kamu menghubungiku, aku sedang sibuk sekali "


"Tolong bantu aku, aku butuh bantuan kamu. Aku sangat ketakutan sekali coba kamu lihat televisi. Kamu lihat apa yang terjadi dengan hidupku ini"


"Hemm baiklah"

__ADS_1


Cukup lama Tamara menunggu Lucas, Lucas tak berbicara Tamara yang memang sudah tak karuan langsung berbicara "Bagaimana kamu sudah melihatnya kan tolong aku Lucas tolong aku, aku binggung harus melakukan apa. Kamu pasti bisa bantu aku "


"Jadi selama ini mayat teman kamu, kamu sendiri yang menyembunyikannya. Kalau untuk masalah suami dan perempuan itu aku tahu tapi untuk Lea aku tidak tahu. Kenapa kamu sampai nekat menyembunyikannya apa dalang dari semua itu memang kamu sendiri yang membunuh Lea ? "


"Aku juga membunuh Lea karena ada alasannya, dia meracuniku. Dia memberikan racun padaku, makanya aku membunuhnya tapi aku lupa untuk membawa mayatnya. Aku malah membiarkan dia di rumahnya sampai saat aku kembali lagi malah sudah banyak warga yang berkerumun di sana. Aku bingung Lucas apa yang harus aku lakukan, makanya aku menyuruh orang untuk mengambil mayatnya dan juga dokumen-dokumen lainnya untuk dimusnahkan. Sekarang aku buntu bagaimana mereka sudah tahu semuanya aku tidak mau dipenjara, aku masih ingin hidup nyaman "


"Jadi apa yang kamu mau dari aku, aku hanya bisa membantumu sebisaku saja "


"Tlong bantu aku, tolong bantu aku untuk pergi dari sini aku tidak bisa diam terus di sini. Aku tidak mau dipenjara juga. Kamu tahu kan aku sedang mengandung seperti ini, kamu tahu kan aku sedang seperti ini jadi tolong bantu aku Lucas. Kalau bukan padamu aku harus minta bantuan pada siapa lagi, keluarga aku juga sudah tahu tentang masalah ini, mereka pasti akan marah dan mencaci makiku"


Tamara mengigit jarinya sampai berdarah, sambil menunggu jawaban Lucas yang sangat lama dan selalu saja seperti mempermainkannya. Lucas ini seperti setengah-setengah membantunya.


"Emm, akan aku pertimbangkan dulu. Soalnya aku sedang banyak pekerjaan. Permintaan mu banyak sekali dan aku binggung harus membantu yang mana dulu "


"Jangan seperti itu, jangan mempertimbangkannya aku butuh waktumu sekarang, aku butuh pertolonganmu sekarang bukan nanti. Kalau misalnya polisi sampai tahu aku ada di sini aku sudah habis. Kita ini teman tapi kenapa kamu sangat pelit untuk membantuku, akan aku lakukan apa saja aku janji padamu. Aku tak akan ingkar "


"Baiklah aku akan membantumu, tapi nanti malam, bersiaplah aku akan membawamu pergi dari sini jangan telat. Aku tidak mau membuang-buang waktuku. Waktuku begitu berharga sekali "


"Baik aku akan segera bersiap "


Tamara menyimpan ponselnya dan tersenyum pada bibi Merry. Hatinya sudah tenang sekali saat mendengar jawaban dari Lucas seperti ini "Bibi akhirnya Lucas mau membantu, aku bahagia sekali, ternyata dia masih peduli padaku bibi. Aku senang sekali "


Tamara menggenggam kedua tangan Bibi Merry "Tapi bibi harus selalu ikut pada aku ya. Aku tidak mau sampai Bibi tinggalkan aku tidak mau sampai bibi jauh dariku. Aku ingin selalu ada bibi, bibi yang selalu ada disampingku saat seperti ini jadi jangan tinggalkan aku ya bi"


Bibi Merry menundukkan kepalanya, sungguh dirinya sekarang merasa sangat bersalah lagi Tamara berharap kalau dirinya bisa bersama terus bersamanya, tapi nyatanya semua jebakan ini, semua tentang laporan itu adalah ulah dirinya, ulah kelakuannya ulah Lucas juga. Tamara sudah dijebak oleh dua orang sekaligus.


Kenapa dirinya ini gampang sekali berubah fikiran, waktu itu ingin Tamara hancur tapi sekarang malah berbeda, malah kasian dan merasa bersalah. Entahlah nanti akan bagaimana saat Tamara sudah ada ditangan Lucas apakah dirinya akan berubah fikiran lagi.


"Ada apa Bibi apa Bibi tidak mau ikut denganku, apa Bibi tidak mau bersamaku. Kenapa bi ada apa kenapa bibi tidak mau denganku "


Bibi Merry mengelengkan kepalanya "Bukan seperti itu. Bibi senang akhirnya kamu bisa pergi dari sini dan tidak ditangkap polisi, hanya saja Bibi tidak akan pernah ada setiap saat untukmu. Bibi takut suatu saat Tuhan akan mengambil nyawa Bibi, tidak akan pernah ada yang tahu kan nyawa kita akan sampai kapan"


"Pokoknya Bibi harus selalu ada di sampingku, aku mau bibi ga kemana-mana "


"Iya bibi akan ada untuk kamu "


Tamara memeluk Bibi Merry dengan sangat erat, hidupnya pasti akan baik-baik saja seperti semula. Ada Lucas yang akan membantunya yang akan menangani semua kasusnya.


Semua orang akan dibungkam oleh Lucas. Memang Lucas itu teman yang sangat baik dan pengertian sekali. Bibi Merry juga sama orang yang baik dan mau ada terus disampingnya menemani dirinya juga.

__ADS_1


Memang seharusnya dari awal Tamara ini sudah berubah tidak jahat lagi, seharusnya saat tahu suaminya selingkuh Tamara mengusirnya saja ya. Tapi ya sudah lah semuanya sudah berlalu juga.


...----------------...


Kat sudah menyiapkan berbagai macam makanan, dia sendiri yang memasaknya dari tadi sore Kat berkutat di dapur. Kat melihat jam tangannya sudah jam 08.00 malam, tapi suaminya belum pulang juga.


Bahkan Kat sudah menidurkan Daniel agar makan malam bersama suaminya lebih tenang, karena kalau sampai Daniel bangun kasihan dia akan main sendiri. Kat juga sudah berdandan dengan cantik untuk suaminya saja.


Kat membuka ponselnya dan mencoba untuk menghubungi suaminya, tapi tidak diangkat seperti biasa nomor suaminya itu sangat sulit untuk dihubungi. Akhir-akhir ini susah sekali.


"Mungkin sebentar lagi ya dia pulang, tak mungkin Lucas lupa dengan janjinya ini. Dia sendirikan yang membuat janji bukan aku"


Kat duduk di meja dan melihat makanannya yang miring sedikit langsung menatanya kembali, lalu menyalakan lilin juga. Kat membuka galeri ponselnya dan melihat foto-fotonya bersama suami dan anaknya sambil menunggu juga agar tak bosan kan.


Sekarang sudah jam 09.00 Kat melihat keluar rumah belum juga ada, belum ada tanda-tanda suaminya akan pulang. Kembali Kat membuka ponselnya dan juga mencoba menghubungi suaminya, tapi nihil seperti awal tidak diangkat.


"Sebenarnya kamu ini ke mana sih, kalau emang ga bisa tepati janji ya seenggaknya kamu kasih kabar aku, jangan diemin aku kayak gini kamu ini sebenarnya dikantor ngapain sampai malam seperti ini"


Kat kembali duduk, dia merenung mencoba untuk menunggu suaminya satu jam lagi. Bahkan lilin yang tadi sudah Kat nyalakan sudah mati karena sudah habis sampai bawah malahan.


Kat sudah sangat mengantuk menunggu suaminya, Kat menidurkan kepalanya di meja. Dia menunggu dan menanti detik demi detik, menit demi menit tapi suaminya tidak ada tanda-tanda akan pulang. Apakah suaminya sengaja.


Kat langsung bangkit dan menghembuskan nafas kesalnya "Sepertinya Lucas akan mengingkari janji nya lagi, dia selalu saja ingkar janji. Sepertinya mulai sekarang aku tidak usah percaya lagi dengan janji-janji suamiku. Karena pada akhirnya dia juga tidak akan menepati janji ini semua. Sekarang sudah jam 10.00 malam dia sudah telat 2 jam harus sampai jam berapa aku menunggu Lucas pulang "


Kat menatap makanan yang sudah dia sajikan tadi sudah dingin, dengan wajah yang sedih Kat membuka high heels nya dan membawanya naik ke lantai atas. Sudahlah semua perjuangannya hanya sia-sia saja, Kat menghapus riasan wajahnya dengan asal.


Kat mengganti pakaiannya menggunakan pakaian tidur, menatap anaknya sebentar di kamar sebelah dan mengusapnya untuk menenangkan hatinya "Mungkin mulai sekarang kita tidak akan punya waktu ayahmu nak, mungkin kita akan menghabiskan waktu berdua saja ayahmu terlalu sibuk untuk hal lain di luar. Mama akan selalu ada untuk kamu tidak akan pernah ingkar janji padamu juga "


Kat berjalan kembali ke arah kamarnya dengan lunglai membaringkan tubuhnya dan mematikan lampu tidur juga, mungkin tidur di tempat gelap seperti ini lebih menyenangkan menyendiri memeluk dirinya sendiri, tanpa ada pelukan hangat dari suaminya lagi seperti biasa-biasanya.


"Kamu membuatku curiga Lucas yang tadinya aku tidak mau curiga padamu malah kamu seperti ini kan, kamu sudah menghancurkan kepercayaanku dengan susah dihubungi, pulang larut malam tak menjelaskan apa yang sedang kamu kerjakan, kamu hanya sibuk dengan duniamu tanpa memikirkan aku dan juga anakmu "


"Aku mengerti sekarang di mana posisiku dan harus bagaimana aku bersikap saat kamu seperti ini, percuma kan aku juga bertanya padamu dan pada akhirnya juga kamu akan banyak alasan dan berbohong pada aku Lucas. Kamu sama saja dengan laki-laki lain tidak ada bedanya. Memang dari awal seharusnya aku tidak percaya pada setiap janji-janji kamu"


Kat menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut, menangis sendirian dan meratapi nasibnya mungkin pada awal-awal pernikahan Lucas begitu baik dan begitu perhatian bahkan.


Setiap hari memberi kabar di mana, makan apa pokoknya semuanya Lucas akan memberinya kabar, tapi sekarang mana tidak ada sama sekali tidak ada kabar sedikitpun.


Lalu Lucas lupa dengan semua janji-janji yang dulu, bahkan janji yang sekarang baru saja tadi pagi Lucas buat janji akan makan malam bersamanya, tapi mana janji itu Lucas lupakan dengan cepat. Bahkan tak ada kabar sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2