Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 260 Di Pantai berdua


__ADS_3

Vio sedang berdiri menatap air laut, dengan deru ombak yang begitu menenangkan fikirannya. Vio dari dulu sangat suka dengan pantai, liburannya selalu saja ke pantai Vio akan bahagia saat melihat air laut yang sedang tenang.


Vio selalu bahagia apalagi saat menginjak pasir yang begitu lembut, membuat badannya rileks dan membuat Vio bisa tersenyum dengan lepas sambil bermain dengan air.


Vio mengusap perutnya dengan lembut. Ini untuk kali pertamanya dia datang ke pantai dengan keadaan hamil seperti ini, terakhir kali saat Daniel melamarnya begitu indah. Memorinya menyimpan semua hal itu, tentang suaminya dan nanti anak-anaknya semoga saja Vio bisa hidup lama dan bisa mengurus mereka juga.


Seperti yang terus diyakini oleh saudara kembarnya. Vio juga ingin hidup lama bahagia bersama anak-anaknya tapi entah kenapa fikirannya ini selalu saja tertuju kesana. Firasatnya begitu besar sekali.


"Nak Mama tidak sabar untuk menunggu kelahiranmu, Mama begitu mengharapkan mu, jika suatu saat nanti mama pergi kamu bisa menemani ayahmu. Kamu bisa membuat dia selalu semangat dan selalu bahagia. Mama tidak tahu sampai kapan umur Mama ini, tidak akan pernah ada yang tahu tentang umur kan, tapi Mama selalu berdoa untuk kamu lahir dengan selamat dan bisa menemani Ayah kamu nantinya"


Vio mendudukkan bokongnya dengan kaki yang menjuntai ke bawah menginjak pasir. Pasir lembut itu Vio tersenyum, langit mulai gelap apakah akan hujan. Tapi itu tak masalah itu adalah berkah dari Allah kan.


Daniel yang memang baru selesai menyimpan barang-barangnya menghampiri istrinya, membantunya untuk bangun "Kita bermain air, kurasa kamu akan sangat senang bermain air. Biasanya kamu akan langsung bermain air kalau ada di pantai seperti ini sayang "


Vio langsung mengangkat kepalanya dengan semangat. Tentu saja itu hal yang dia tunggu-tunggu dari tadi. Vio sedang menunggu suaminya untuk keluar lagi dari rumah sewaan mereka itu.

__ADS_1


Daniel menarik tangan istrinya dengan lembut, mereka hanya di pinggir-pinggir saja Vio terduduk dan menikmati air yang menerpa tubuhnya. Vio juga menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya "Suatu saat aku ingin tinggal di dekat pantai seperti ini, rasanya akan sangat menyenangkan sekali akan bahagia melihat air laut setiap hari dan juga menginjak pasir yang sangat lembut ini setiap hari Daniel"


Daniel mengusap lembut pipi sang istri "Tentu saja akan aku kabulkan, masa tua kita akan kita habiskan di sini di tempat yang sangat kamu inginkan. Bertahanlah bersamaku Vio dan jangan pernah pergi dari sisiku "


Vio tersenyum kecil "Akan aku coba semoga saja kita akan bisa hidup terus bersama-sama"


Vio mengangkat kepalanya dan berhadapan dengan suaminya, Daniel masih setia menatap mata sang istri yang selalu membuatnya terpesona. Ini adalah keputusan baik untuk mereka menghabiskan waktu berdua.


Daniel juga tidak mau terus sibuk dengan pekerjaan dan meninggalkan istrinya sendirian terus di rumah. Ya meskipun banyak orang tetap saja Daniel merasa kalau istrinya sendirian.


"Kenapa kamu bisa tertarik dengan ku Daniel. Padahal di luar sana, di sekolah banyak perempuan yang lebih cantik dariku bahkan lebih menarik dariku. Aku hanyalah perempuan pendiam yang tidak tahu apa-apa"


"Mungkin awalnya aku sangat risih dengan tingkah mu Daniel yang selalu mengikuti kemana-mana, tapi lambat laun aku mulai terbiasa dan malah tergantung denganmu. Aku kalau ingin keluar yakin kalau kamu akan ada dan melindungiku, aku juga tidak tahu sejak kapan aku bisa tertarik denganmu dan mencintaimu semua itu terasa tiba-tiba"


Mereka berdua mendongakan kepalanya ke atas langit, menatap langit yang makin gela saja. Daniel membantu istrinya untuk bangun, mereka sudah penuh dengan pasir. Mereka memang tidak main air seperti apa yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


Hanya duduk-duduk sambil mengobrol saja seperti tadi, tapi rasanya itu juga menyenangkan saling terbuka dan mencurahkan semuanya. Yang terpenting mereka bersama.


Daniel menggandeng kembali tangan istrinya untuk mereka berjalan-jalan di sekitar tempat ini, memang Daniel sengaja menyewa pantai ini hanya untuk mereka berdua saja. Jadi untuk hari ini dan juga besok tidak akan ada orang yang datang kemari.


Tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras, mereka berdua berlari ke arah rumah sewaan itu. Daniel juga hati-hati saat berlari, tidak mau membuat istrinya terjatuh.


Mereka sudah ada di teras, mereka berdua tertawa melihat tubuh mereka yang basah kuyup. Daniel mengusap tangan istrinya dan juga menciumnya beberapa kali "Aku sangat tergila-gila denganmu Vio, sampai-sampai aku tidak bisa melihat wanita lain selain dirimu. Rasanya aku tidak akan sanggup jika kamu meninggalkanku suatu saat nanti. Aku berharap aku dulu yang lebih dulu meninggalkan kamu, agar aku bisa menunggumu nantinya "


Vio membelai wajah suaminya yang basah dan Daniel juga memejamkan kedua bola matanya, tangan sebelahnya masih digenggam erat oleh Daniel "Aku berharap cintamu akan utuh, tapi setelah aku tiada kamu harus bisa menghadapi semuanya dan aku yakin kamu akan kuat. Kamu adalah laki-laki hebat dan aku yakin kamu akan mampu menjalani semuanya "


Mata Daniel langsung terbuka, dia menggenggam tangan Vio yang ada di pipinya lalu menggelengkan kepalanya "Aku akan selalu melindungimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk meninggal. Jika aku tidak mengizinkannya maka kamu tidak akan pernah pergi dariku Vio, kamu akan tetap ada disampingku"


Vio hanya bisa tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya. "Kalau Allah sudah menghendaki semuanya, semuanya akan terjadi Daniel kamu tak akan pernah bisa merubah takdir "


Daniel yang tidak mau mendengar lagi perkataan istrinya yang seperti itu, langsung memangkunya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Daniel tidak mau lagi mendengar kata-kata yang sangat membuatnya takut sekali akan kehilangan istrinya.

__ADS_1


Sudah cukup jangan ada kata-kata itu lagi di antara mereka berdua. Daniel membantu istrinya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan Vio juga hanya diam saja membiarkan suaminya untuk membersihkan tubuhnya yang basah kuyup dan kakinya yang penuh dengan pasir.


Seelah selesai Daniel membawa istrinya ke dalam kamar memakaikan pakaian tidur yang nyaman, dan juga mengeringkan rambutnya tak ada pembicaraan diantara mereka, Vio juga hanya bisa menatap suaminya dari pantulan cermin.


__ADS_2