Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 158 Rencana bersama Tamara


__ADS_3

"Bagaimana sayang apakah sudah membatalkannya dengan Lucas"


"Sudah apa sih yang tidak untuk mu "


Siena tersenyum senang dan mengalungkan tangannya pada Stevan dan mengecup bibir Stevan dengan mesra "Aku bahagia sekali, kamu bisa membatalkan kerja sama ini dengan Lucas, aku bahagia sekali. Aku akan memberikan mu pelayanan yang lebih dari malam "


Siena melepaskan pelukannya, menari erotis dihadapan Stevan, perlahan-lahan dia membuka pakaiannya satu persatu sampai tak memakai sehelai benang pun.


Dengan tariannya yang begitu menggiurkan dan makin meningkatkan gairah Stevan. Stevan yang sudah tak tahan mendekati Siena dan mendekapnya, menghirup wangi Siena yang memabukkan.


Mencium tengkuk Siena dan meninggalkan jejak kemerahan. Lalu meremas kedua payudara Siena sampai-sampai dia mendesah. Stevan makin terpancing saja dan melakukan lebih bersama Siena.


...----------------...


"Aku tidak suka dipermainkan seperti ini, maka hancurkan dulu perusahannya perlahan "


"Sudah bang aku sudah melakukannya sesuatu apa yang Abang mau. Tenang saja aku pasti akan mengerjakan tugas dari Abang dengan benar. Aku tidak akan mengecewakan Abang untuk kedua kalinya"


"Baguslah, aku ingin dia hancur dengan perlahan. Tamara juga akan senang jika aku menghancurkan laki-laki itu "


"Baiklah Abang, aku sudah mengirimkan beberapa orang kesana "


"Bagus "


"Sayang "


Lucas langsung menyuruh Nabil pergi dan menyambut sang istri yang datang keruangannya. "Kenapa sayang, ada apa "


Kat hanya memeluk suaminya, dan mencium leher suaminya entah kenapa ingin sekali melakukan itu "Sayang jangan pancing aku "


"Lucas aku tak memancingmu sama sekali, aku hanya ingin seperti ini. Ada apa kamu sepertinya sedang pusing "


Lucas perlahan melepaskan pelukannya, kalau seperti ini tak akan bisa menjelaskan dengan benar yang ada malah berakhir diranjang.


"Aku tidak jadi sayang tandatangan kontrak, kami batal "


"Apa kenapa bisa seperti itu, bukannya semuanya sudah selesai. Kalian tinggal tanda tangan kontrak, ada masalah apa, apa kamu bertengkar bersama rekan kerja kamu itu"


"Tidak, aku tidak bertengkar ini karena Siena, dia ingin menghancurkan aku "


Kat mengusap tangan suaminya "Apa gara-gara aku "

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba jadi gara-gara kamu, ini semua tidak ada masalahnya dengan kamu memang seperti ini Siena, makanya aku memperingatkanmu untuk tidak bertemu dengannya atau mungkin nanti berpapasan jangan sampai kamu bertegur sapa dengannya. Sienna itu perempuan ular dia bisa saja melakukan apa saja yang dia mau. Dia itu terlalu licik, sangat licik makannya aku tidak mau memperpanjang kontrak kerja bersamanya "


Lucas mengandeng tangan istrinya keluar dari dalam ruangannya. "Kamu hari ini masak apa sayang. Udah wangi banget"


"Aku masak banyak makanan " jawab Kat dengan riang.


"Aku begitu semangat, mari kita makan siang sayang"


Kat mengangguk dan mengambilkan nasi dan lauknya untuk suaminya. Semuanya diambil jadi piring Lucas begitu penuh. Tapi Lucas tak menolak dia akan memakan semuanya meski kenyang, yang terpenting istrinya senang.


...----------------...


"Apa kenapa bisa "


"Kami juga tidak tahu Tuan ini sedang kami selidiki, tiga unit alat berat terbakar "


"Sebanyak itu, kenapa bisa apa ada penyelundup atau bagaimana. Kenapa bisa kecolonga seperti ini. Aku akan rugi "


Duar tiba-tiba suara ledakan terdengar begitu nyaring sampai-sampai Stevan menjauhkan ponselnya "Apa lagi itu "


"Sebentar tuan "


Lama Stevan menunggu, dia sungguh takut semuanya akan habis. Ini adalah proyek besarnya kenapa bisa seperti ini.


"Apa yang terjadi "


"Ada bom tuan dan proyek kita hancur. Mall yang sedang kita bangun hancur tuan, semuanya terbakar"


"Gila, siapa yang melakukan itu cepat padamkan, aku bisa bangkrut aku tidak mau sampai rugi besar"


"Kami sedang mematikannya tuan, aku matikan dulu tuan "


Stevan melempar ponselnya, berteriak dengan kencang. Sedangkan Siena sudah tak ada disini. Dia sudah pulang.


"Sialan, kenapa ini bisa terjadi, aku harus kesana aku harus cek semuanya "


Stevan langsung saja pergi meninggalkan semua pekerjaannya ini proyek yang begitu besar. Ini adalah proyeknya yang begitu berharga. Kenapa sampai ada yang mau menghancurkan.


Padahal hampir jadi, semuanya akan jadi dan tinggal bangun yang lainnya. Sialan siapa orang itu, awas saja akan dirinya cari orang itu.


...----------------...

__ADS_1


"Sudah Abang semuanya beres "


Lucas tersenyum, dia menatap Nabil yang ada dihadapannya "Bagus aku senang. Bagaimana kamu sudah menjebaknya juga "


"Sudah, aku sudah membuat siapa pelakunya kita tak akan disalahkan atas semua ini. Kita akan aman Abang, permainan ini akan sangat menyenangkan sekali "


"Baguslah rasa sakit hatiku terbalas juga, aku tidak akan bisa membiarkan mereka untuk hidup senang seperti itu. Mereka harus mati tapi bukan aku yang akan membalasnya, lihat saja Tamara akan melakukan apa pada suaminya dan selingkuhan suaminya itu. Aku hanya akan menjadi penonton dan menjadi orang yang membantunya dari belakang"


"Dia datang kesana lihat lah "


Lucas mendekati Nabil dan melihat kehancuran Stevan dia begitu frustasi, hebat juga suruhan Nabil bisa serapih ini mengerjakan tugasnya.


Apalagi sekarang dia merekam dengan diam-diam seperti ini "Darimana kamu dapat tim seperti ini "


"Itu masalah gampang Abang, mereka adalah anak-anak didikanku. Mereka sudah aku latih jadi mereka tidak akan melakukan kesalahan sedikitpun. Bahkan aku mencari tim IT yang sangat hebat, aku bisa membobol keamanan mereka juga. Apa Abang mah mau aku melakukan itu "


Lucas mengelengkan kepalanya dan kembali duduk ditempat semula "Tidak usah, nanti juga akan Tamara lagi yang mengurus perusahaan itu, kita jangan terlalu menghancurkan perusahaan itu. Kita hanya perlu menghancurkan Stevan dan tidak usah meruntuhkan perusahaannya, karena itu bukan perusahaan Stevan itu milik Tamara"


"Hemm, baiklah aku akan aku ikuti "


Lucas mengambil sebatang rokok dan menikmatinya, begitu senangnya hari ini. Stevan belum tahu siapa dirinya ini.


Sekali menyentil hatinya maka inilah akibatnya dia akan hancur sehancur hancurnya. Bahkan Tamara juga sebentar lagi akan bergerak.


Lucas yang mendengar ponselnya berdering mengambilnya ternyata dari Tamara ada apa dia, sepertinya akan membicarakan suaminya.


"Ada apa Tamara "


"Siapkan jebakan yang lebih dari itu, aku sudah tahu permainanmu. Kamu menghancurkan semuanya kan pekerjaan yang sedang Stevan lakukan, aku tidak masalah. Asal nanti kamu memberikan suntikan dana pada perusahaanku. Aku tidak mau sampai perusahaanku itu sampai bangkrut, aku sudah mengembangkannya begitu lama bahkan butuh waktu bertahun-tahun "


"Tenang saja, sejak kapan aku merugikan mu Tamara. Aku hanya ingin memberikan pelajaran pada laki-laki itu dan perempuan ular itu. Mereka berdua tidak pantas hidup kau pulang dulu saja ke Indonesia dan aku akan membantumu. Jika kamu ingin menghabisinya maka aku akan menyediakan tempat yang begitu indah untuk kamu menghabisi mereka berdua, mungkin itu akan memuaskan jiwamu itu"


"Baiklah aku akan segera pulang, siapkan permainan yang lebih gila lagi dari ini, jebak mereka berdua sampai mereka berdua pusing dengan semua ini aku ingin mereka hancur perlahan-lahan dan aku sendiri yang akan mengeksekusi mereka. Berani-beraninya bermain-main denganku"


"Baiklah, aku akan menjadi penonton setia "


"Baiklah aku matikan jangan sampai istrimu cemburu padaku, kapan-kapan aku ingin lebih mengenalnya "


"Ya silahkan aku tak melarang, asal kamu jangan macam-macam "


"Tenang saja aku tak seperti itu "

__ADS_1


Sambungan langsung dimatikan, Lucas kembali menikmati rokoknya rasanya senang sekali bekerja sama dengan orang yang sama-sama berdarah dingin. Pasti akan sangat menyenangkan sekali.


__ADS_2