
"Akhh tolong Lucas jangan kayak gini, lo gila gue ini temen lo. Lepas Lucas lepas, lo gila Lucas apa masalah kita perasaan ga ada masalah " teriak Agung yang sedang disiksa.
Tapi Lucas tidak peduli, dia terus saja menusukan jarum yang sudah dibakar. Mungkin Agung akan lebih cepat infeksi. Dirinya akan membiarkan Agung mati dengan perlahan karena infeksi.
Jarum itu tak berhenti menusuk tubuh Agung, bahkan wajahnya sudah penuh, sekarang Lucas sedang mengukir tubuh Agung.
"Lucas lepasin sian lo ya"
Agung terus meronta-ronta tangan dan kakinya sudah memerah karena terus menarik-narik nya sedangkan tali yang mengingatkan tak lepas-lepas.
"Inilah balasannya untuk laki-laki yang berani-beraninya merendahkan calon istriku "
"Yang mana Lucas yang mana "
Lucas mengambil cambuk yang sudah dia oleskan dengan racun dan tanpa aba-aba langsung menyambut Agung.
"Akhh, sakit tolong jangan siksa aku terus. Aku minta maaf, aku sungguh minta maaf"
"Tidak ada kata maaf lagi untuk mu, sekali kamu membuat aku tersinggung maka inilah akibatnya. Apalagi kamu berani merendahkan calon istriku.Dia bukan perempuan murahan, dia adalah milikku, tak boleh ada yang menyentuhnya selain aku"
__ADS_1
Lucas mengambil kembali jarumnya yang sudah panas, bahkan bukan satu jarum saja tapi sekaligus 10, Lucas menancapkannya di punggung Agung, lolongan Agung begitu keras.
"Berteriak terus, aku suka "
Agung yang tak bisa lagi berteriak rasanya lelah sekali, tenggorokannya sakit, apalagi badannya sudah sangat sakit dan tak berdaya.
...----------------...
Kat yang ada dirumah sendiri masih menatap pintu yang sering dikunci itu "Masuk ga ya, Lucas kan ga ada ini kesempatan aku, tapi kalau dia dateng gimana ya. Bodo ah penasaran "
Kat mencari sesuatu untuk bisa membuka kamar ini, "Batu, aku butuh batu lebih baik aku pecahkan saja kacanya. "
Kat kembali masuk kedalam rumah, baru juga akan melempar baru itu Kat malah mendengar suara mobil yang datang "Ihh kenapa sih harus datang. Padahal nanti aja ahh"
Kat menyimpan batunya ditempat yang aman, berjalan cepat kearah kamar dan kembali memutar film, Kat berbaring dan pura-pura menonton.
"Semoga saja dia tak tahu, kalau sampai tahu aku habis olehnya"
Kamar Kat tiba-tiba dibuka, Kat menatap siapa yang datang dan kembali fokus pada filmnya. Lucas membuka jas dan juga sepatunya lalu berbaring disamping Kat dan melihat apa yang Kat tonton.
__ADS_1
"Kamu ga minta gitu buat keliling rumah "
Kat menatap Lucas sekilas lalu mengelengkan kepalanya "Engga aku pengen nonton film aja, nanti ada waktunya buat keliling"
"Baiklah aku akan mengajakmu berkeliling besok, lagian kamu juga libur kan "
"Emm iya, tapi aku ada janji sama Daisy, kita mau jalan-jalan "
"Kenapa ga bilang "
"Kamu kan baru pulang "
Lucas mengambil laptop Lucas dan memeluk Kat "Lebih baik sekarang kamu tidur siang, kamu pasti sangat lelah"
"Aku sedang menonton dan aku tidak mengantuk "
"Tidurlah aku hanya akan memerintah sekali "
Kat mendengus dan memejamkan kedua bola matanya, jadi tak leluasa kan. Kenapa pulang siang-siang padahal biasanya sore atau malam tak bisanya sekali.
__ADS_1