Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
106


__ADS_3

Setelah mengatakan hal tersebut pada istrinya Stuart lalu bangkit untuk dibersihkan tubuhnya karena dia juga ingin beristirahat besok adalah hari di mana dia akan menemani Kikan untuk memeriksa kandungannya


Sementara itu Bima yang sedang berada di dalam kamar miliknya saat ini sangat tertekan dengan apa yang terjadi pada stuart dia tak menyangka Kikan adalah seorang wanita dan bahkan jadi korban salah sasaran dari wanita yang menyukai Brian dan lebih parahnya lagi Kikan terkena racun dan sedang hamil muda sungguh membuat Bima bingun mau beraksi apa saat pertama kali melihat Kikan yang terbaring tak berdaya


Setelah mengetahui semua yang terjadi Bima merasa kasihan pada bos sekaligus saudaranya Tersebut dia tak menyangka saat menemukan cinta dia juga menemukan kesedihan apalagi Kikan koma dan tidak jelas kapan dia bisa sadar


Bima yang sedang melamun kan nasib Stuart yang lumayan menderita kaget saat bunyi ponselnya berdering cukup keras membuatnya langsung refleks menjauhkan telinganya dan mengambil ponsel tersebut


"Siapa sih yang telepon malam-malam begini." ucap Bima sambil melihat ke arah ponsel miliknya


"Ayah ada apa ayah menelepon q ." ucap Bima kemudian mengakat telepon tersebut

__ADS_1


"Selamat malam ayah ." ucap Bima sopan


" Aku tunggu di ruang kerja." ucap ayah Stuart membuat Bima spontan mengaguk walaupun tak terlihat kemudian telepon terputus


Sementara itu di apartemen yang lain tampak dokter Restu,dokter Amir dan profesor Dina sedang berdiskusi karna besok dokter di na akan melakukan pemeriksaan perdana pada Kikan


"Bagaiman apakah kau sudah mempersiapkan diri." tanya dokter Restu


"Kalian tenang saja aku sudah biasa memeriksa ibu hamil, apa bedanya sih sampai kalian harus berdiskusi disini ." ucap sombong Dina


Sedangkan dokter Amir hanya memperhatikan interaksi ke dua orang di hadapannya dia juga sebenarnya kurang menyukai dina yang sangat ambisius dan keras kepala tapi dia sangat pintar

__ADS_1


"Aku sudah membaca berkas yang kau berikan dan aku sudah tau apa yang harus aku lakukan, bahkan aku sudah mempersiapkan alat-alat yang aku butuhkan." ucap profesor Dina


"Kau tak usah mempersiapkan alat apapun kau hanya perlu membawa diri dan isi otakmu saat memeriksa nyonya Kikan." ucap dokter Restu


Perkataan dokter Restu membuat profesor Dina langsung menatapnya intens, "apa maksudmu mengatakan aku tak usah membawa peralatan milik ku, cukup diriku dan isi otak ku saja." tanya profesor Dina


"Karna tuan Stuart sudah menyediakan semua alat yang kau butuhkan di dalam ruangan dimana nyonya berada bahkan alat-alat tersebut belum di jual bebas." ucap dokter Restu


Mendengar perkataan dokter Restu membuat profesor dina terdiam sesaat karena dia yakin akan susah membunuh istri Stuart jika mengunakan alat-alat yang di miliki oleh Stuart


"Benarkah tapi sebaiknya aku membawa peralatan milik ku sendiri saja aku tak begitu menyukai alat baru." ucap profesor Dina bohong

__ADS_1


"Terserah kau saja tapi jangan kesal atau marah jika alat yang akan kau bawa tak di perbolehkan masuk ke dalam ruang rawat nyonya karena semua harus sesuai keinginan tuan Stuart." ucap dokter Restu


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2