Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
140


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu setelah persidangan yang cukup rumit akhirnya profesor Dina dinyatakan bersalah dan dihukum seumur hidup tentu saja hal itu membuat profesor Dina tidak terima apalagi dia sudah membayar mahal seorang pengacara tapi nyatanya hukumannya tidak berkurang sama sekali


Cara itu di sebuah desa tampak Leni dan ibunya sedang bekerja menjual beberapa makanan ringan di depan rumah peninggalan orang tua ibunya sementara Ayah Leni sudah lama dipenjara karena melakukan banyak penggelapan dan penipuan untungnya Ayah Tuan membantu dengan memberikan jaminan sehingga ayah Leni bebas dan akhirnya kembali ke kampung karena semua asetnya sudah di jual untuk ganti rugi


Sedangkan sesuatu pagi ini sedang bersiap-siap karena profesor Abdullah akan tiba sebentar siang dan langsung akan ke apartemennya untuk bertemu dirinya


Sementara itu di sebuah jet pribadi tampak seorang pria paruh baya sedang menutup matanya sambil memikirkan sesuatu entah apa yang dia pikirkan

__ADS_1


Sebentar itu pesawat sudah mengudara satu jam lagi akan tiba di bandara sedangkan Bima sudah berada di bandara untuk menunggu kedatangan Tuan Abdullah dan asistennya melalui jalur pribadi yang tak dilewati oleh siapapun selain mereka


Pesawat yang ditumpangi oleh profesor Abdullah akhirnya mendarat dengan sempurna setelah pesawat membuka pintu dan tanggal sudah berada tepat di pintu asisten profesor Abdullah langsung memberitahukan hal tersebut pada profesor Abdullah Yang sepertinya tertidur selama perjalanan


Profesor Abdullah terbangun saat asistennya menyentuh lengannya saat proses upload terbangun dan melihat sekelilingnya tampak jatuhnya berdetak kencang seperti ada sesuatu yang akan terjadi


Profesor Abdullah melihat asistennya lalu menghembuskan nafasnya kasar baiklah profesor Abdullah langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar tampak Bima langsung menunduk hormat sambil menyambut profesor Abdullah kini mereka sudah berjalan keluar dari bandara menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Bima

__ADS_1


Mobil yang ditumpangi oleh profesor Abdullah serta asistennya dan beberapa pengawalnya sudah melaju meninggalkan bandara menuju ke apartemen milik Stuart tampak profesor Abdullah gelisah entah apa yang akan terjadi tapi sepertinya ada perasaan yang berbeda kali ini saat menginjakkan kaki di kota yang telah lama dia tinggalkan ini padahal sudah beberapa kali dia datang ke kota ini tapi perasaan ini sangat berbeda dari yang sebelum-sebelumnya


Sementara itu di apartemen tampak Stuart sudah berada di rumah kerjanya menunggu kedatangan profesor Abdullah yang akan di antar oleh Bima


Sementara itu di kamar Stuart tampak tangan Kikan bergerak dan perlahan-lahan matanya terbuka lebar Kikan melihat kesana kemari dengan perasan takut karena tidak mengenal tempat dia beranda Kikan bangkit perlahan kemudian dia melihat di dalam kamar tak ada orang Kikan bangkit lalu berjalan ke arah pintu kamar Kikan membuka pintu dengan mudah sedangkan penjaganya yang biasa menemani dirinya tak ada di ruangan rupanya penjaga tersebut sedang berada di kamar mandi sedangkan penjaga kamar yang biasa menjaga pintu kamar tersebut sedang berjaga di pintu ruang kerja Kikan mengendap-ngendap keluar dari apartemen tersebut tanpa ada yang menyadari hal tersebut apalagi Stuart sedang berbicara dengan tuan Abdullah saat ini sehingga tak melihat CCTV yang berada di ponsel miliknya membuatnya tak melihat saat Kikan menyelinap keluar tanpa sepengetahuan siapapun.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2