Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
166


__ADS_3

Sampai di parkir apartemen profesor Abdullah langsung masuk sedangkan Edi masih sempat-sempatnya memegang tangan Elizabeth lalu mengecup pipi Elizabeth membuat Elizabeth semakin merona lalu kembali masuk ke dalam mobil untuk pergi dengan bahagia


Sedangkan di lift profesor Abdullah menatap intens pada asisten Edi membuat asisten Edi bingung kenapa dari tadi profesor Abdullah menatapnya dengan tetap yang sulit diartikan


Kini profesor Abdullah dan asisten Edi sudah sampai di dalam apartemen milik profesor Abdullah bahkan mereka sudah duduk di ruang tamu "aku tak menyangka kau adalah seorang pria yang tidak normal." ucap profesor Abdullah membuat asisten Edi langsung menatap pada Tuan yang ketetapan bingung


"Apa maksud Tuan mengatakan aku lelaki yang tidak normal Aku adalah laki-laki tulen." ucap Asisten Edi yang tidak mengerti dengan perkataan profesor Abdullah


"Terus Kenapa kau menyukai seorang pria dan bahkan mengecup pipinya berulang kali." ucap profesor Abdullah


Mendengar perkataan profesor Abdullah membuat asisten Edi bingung "apa maksud profesor pria yang mana yang aku kecup." tanya asisten Edi yang masih tak berpikir bahwa Elizabeth adalah seorang pria

__ADS_1


"Apakah kau tak pernah berpikir bagaimana bisa seorang wanita menjadi tangan kanan pria seperti Stuart ada dua kemungkinan yang pertama adalah wanita itu adalah kekasihnya yang kedua dia adalah seorang pria yang menjadi wanita karena stuart tak menyukai wanita


Perkataan profesor Abdullah membuat asisten edi langsung melotot sempurna lalu pingsan seketika, asisten Edi yang pingsan membuat profesor Abdullah sangat terkejut sekaligus panik


Profesor Abdullah langsung berteriak memanggil penjaga agar membantunya untuk membawanya asisten Edi ke kamarnya untuk beristirahat para penjaga langsung mengangkat tubuh asisten Edi untuk dibawa ke kamarnya


Setelah diperiksa oleh salah seorang dokter yang dikirim oleh Adnan ternyata asisten Edi Hanaya shyok itulah mengapa dia pingsan


Asisten Edi membayangkan di mana tadi para pengawal saling berbisik dan tersenyum begitupun Bima yang menatapnya dengan heran dan bahkan saat dia mengecup Elizabeth tiba-tiba Bima langsung berlari menuju kamar mandi spontan asisten edi berdiri dan langsung berlari menuju kamar mandi muntah lalu membuka semua pakaiannya untuk mandi entah berapa banyak sabun yang sudah dia gosokkan pada bibirnya serta tubuhnya


Sudah 3 jam asisten Edi berada di dalam kamar mandi entah sabun apa yang sudah dia gunakan hingga 3 jam lamanya di dalam kamar mandi telah dirasa cukup asisten langsung keluar dari kamar mandi dan berpakaian rapi bahkan bekas bajunya yang tadi dia gunakan langsung dia ambil menggunakan kaos tangan di bawah ke belakang untuk di buang

__ADS_1


Asisten Edi membuang pakaian yang tadi aku gunakan dia Lalu menuju ke ruang kerja di mana profesor Abdullah berada sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap laptopnya lalu masuk ke dalam ruang kerja profesor Abdullah tampak wajah profesor Abdullah menahan senyumannya sementara itu wajah asisten Edi terlihat sangat menyedihkan


"Profesor bolehkah aku bertanya." ucap asisten Edi yang sudah duduk di hadapan profesor Abdullah


"Silahkan memangnya apa lagi yang kau ingin tanyakan." ucap profesor Abdullah


"Sejak kapan profesor Abdullah tahu bahwa Elizabeth adalah seorang pria bukan seorang wanita tanya." asisten Edi dengan wajah yang sungguh sangat memprihatinkan


"Sejak dia keluar dari mobil saat menjemput." kita ucap profesor Abdullah


Mendengar perkataan profesor Abdullah membuat asisten Edi sangat terkejut "Kenapa profesor tak mengatakannya padaku membuatku tergoda bahkan sampai memeluk dan mengecup pipinya." ucap asisten Edi dengan raut wajah ingin menangis.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2