
"Ayah tak berhutang Budi apapun padaku Ayah adalah ada orang tua istriku berarti Ayah adalah orang tuaku juga jadi ayah tidak usah merasa terbebani atau merasa kurang enak dengan semua yang aku lakukan untuk ayah anggaplah Aku ini adalah anak kandung Ayah seperti Kikan." ucap stuart
Mendengar ucapan Stuart membuat profesor Abdullah sangat terharu "terima kasih nak sudah hadir di dalam kehidupan Kikan dan kehidupanku semoga kau selalu diberi kebaikan." ucap profesor Abdullah lalu melepaskan pelukannya
"Baiklah Ayah beristirahatlah aku akan keluar dulu." ucap stuart lalu keluar dari ruang tersebut menuju tempat di mana pintu dan Jay berada
Sementara itu di sebuah ruangan tanpa Bento dan Jay sedang terikat tiba-tiba pintu terbuka pintu dan tampak menautkan alisnya saat melihat kehadiran seorang pria tinggi tampan dan masih terlihat muda "siapa kau Kenapa kau menangkap kami" tanya Bento
Stuart masuk dengan asisten dan beberapa pengawal tampak sebuah kursi sudah disediakan untuk suatu langsung duduk di kursi tersebut membuat bento semakin menatapnya dengan seksama
__ADS_1
"Kamu tidak mengenalku tapi Kau pasti mengenal mertuaku prof Abdullah bukanya selama beberapa tahun ini kau terus mengawasinya dan tadi kau berniat membunuhnya dan sekarang kau tanya kenapa aku melakukan ini padamu seharusnya aku membunuh mu." ucap stuart Santai
"Apa maksudmu Dengan mengatakan bahwa profesor Abdullah adalah mertuamu setahuku Putri profesor Abdullah sudah mati dan dia hanya memiliki anak angkat yang bernama Edi itu pun dia seorang pria kau jangan berbohong Aku tahu kau melindungi profesor Abdullah Pasti karena dia memberikan sesuatu berharga." ucap Bento
"Benar dia memang memberikanku sesuatu yang berharga yaitu putrinya yang kau pikir sudah mati tapi dia masih hidup dan saat ini aku sudah menikah dengannya kau sudah banyak melakukan kejahatan kepada ayah mertuaku dan ibu mertuaku jadi jangan salahkan aku yang menghukum." ucap Stuart
"Kau tidak bisa melakukan itu padaku aku adalah rekan dari mafia nomor 1 yang saat ini sudah pensiun dan aku yakin dia akan datang untuk menolongku jika aku tak keluar dari ruanga ini sebaiknya kau jangan gegabah dengan membunuhku." ucap Bento merasa percaya diri
Maaf tuan ruangan yang Anda suruh aku bangun sudah jadi seperti yang tuan perintahkan aku harus langsung melapor kalau ruangan itu sudah jadi." ucap asisten Stuart
__ADS_1
"Bagus sekali bagus sekali ini waktu yang tepat bahwa dia dan saat akan masuk ke dalam ruangan buka semua yang menutupi tubuhnya sisakan dia pakaian dalam Aku ingin melihat wajah aslinya saat dia masuk ke dalam ruangan tersebut." ucap stuart
Pengawal langsung menyeret tubuh Bento keluar dari ruangan tersebut dan menuju ruangan lain sementara itu Stuart melihat ke arah Jay tampak Jay sedikit menunduk, "bawa dia ke ruangan penyiksaan buat dia ingin mati." ucap stuart santai sambil bangkit menuju ruangan Bento berada, stuart sedikit terkejut melihat wajah asli Bento "pantas saja dia memakai topeng dan menutupi seluruh wajahnya wow seharusnya aku membuat tempat sirkus untuk makhluk luar angkasa kau terlihat mengerikan." ucap stuart tanpa perasaan
Bento terlihat menutupi wajah dan tubuhnya agar tak terlihat tapi ruangan itu adalah kaca transparan apalagi bukan kaca biasa yang tak bisa dihancurkan tampak di ruangan itu semuanya adalah kaca yang membuat bento seperti orang gila karena tak mau melihat wajahnya sendiri "Kenapa kau tidak langsung saja membunuhku daripada kau harus menyiksaku seperti ini atau biarkan aku bertemu dengan profesor Abdullah
" ucap Bento
"Kau takkan pernah bertemu dengan mertuaku lagi karena ruangan ini akan menjadi ruangan isolasi yang tak bisa dimasuki oleh siapapun selain aku atau orang suruhanku sebaiknya kau belajar bertahan hidup di sini karena setelah hari ini kau akan tinggal sendiri di sini untuk mengingat semua kejahatan yang kau pernah lakukan terhadap keluarga ayah dan ibu mertuaku." ucap stuart
__ADS_1
"Tidak tolong lepaskan aku aku takut dengan semua ini singkirkan kaca-kaca itu." ucap Bento tapi Stuart tanpa kata sudah pergi begitu saja meninggalkannya Bento sendiri tak ada siapapun di ruangan tersebut Bento hanya bisa duduk diam di sudut sambil menutupi wajahnya sambil sesekali menoleh kesana kemari seperti mencari sesuatu .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya