
Pelayan yang melihatnya langsung berteriak "ah apa yang kau lakukan di mana pakaianmu ucap pelayan tersebut penjaga tersebut sangat terkejut karena pelayan tersebut berteriak kontak dia langsung berlari ke bagian belakang apartemen menuju kamar mandi para penjaga karena di sana biasanya ada loker untuk pakaian ganti para penjaga
Bima yang sudah kembali berpakaian seperti seorang wanita Kembali ke tempat duduknya dengan wajah cemberut bersama Elizabeth yang duduk di sampingnya kini Kikan merasa puas karena telah makan bersama Elizabeth dan Bima tapi sepertinya penyiksaan itu belum berakhir karena ingin kembali makan malam dengan Elizabeth dan Bima membuat Elizabeth melotot tak percaya bagaimana bisa dia akan berpenampilan seperti ini di hadapan asisten Edi Apa kata dunia
Malam telah menjelang profesor Abdullah dan asisten Edi sudah bersiap untuk pergi ke apartemen milik Stuart kali ini Stuart memerintahkan asistennya yang lain untuk menjemput profesor Abdullah dan asisten Edi membuat asisten edit merasa sangat lega karena bukan Elizabeth yang datang menjemput mereka tadinya dia berpikir bahwa Elizabeth yang akan menjemput mereka
Sementara kikan yang sudah membersihkan tubuhnya langsung berpakaian dengan rapi begitupun dengan stuart
Mobil yang ditumpangi oleh profesor Abdullah dan asisten sudah sampai di parkiran apartemen milik Stuart
__ADS_1
Sedangkan Bima dan Elizabeth hanya bisa saling melirik tanpa bisa melakukan apapun apalagi beberapa orang suruhan Stuart sudah menjaga mereka sehingga mereka tidak bisa kabur ke mana-mana sesuai dengan keinginan kikan bahwa kikan ingin makan malam dengan Bima dan Elizabeth dengan menggunakan baju yang di berikan oleh kikan
KIkan dan Tuan keluar dari kamarnya langsung menghampiri Elizabeth dan Bima "nyonya bisakah aku memakai masker." ucap Elizabeth
"Untuk apa kau memakai masker Kakak Elizabeth kau terlihat menggemaskan dan mempesona kau kan akan makan malam kalau kau memakai masker Bagaimana kau bisa makan ucapkan dengan polosnya
Tak berselang lama penjaga yang berjaga di luar sudah membuka pintu untuk profesor Abdullah dan asisten Edi sedangkan Elizabeth berusaha untuk menutupi wajahnya saat profesor Abdullah dan asisten Edi sudah masuk ke dalam rumah dan langsung ke meja makan mereka akan makan malam terlebih dahulu sebelum profesor Abdullah berbicara dengan Kikan dan Stuart
"Syukurlah si wanita jadi-jadian itu tak ada." ucap asisten Edi sambil mengelus dadanya
__ADS_1
Bima juga berusaha menutupi wajahnya dia sangat malu melihat dirinya dengan dandanan seperti itu profesor Abdullah yang duduk tepat di hadapan asisten Bima tampak menakutkan alisnya saat melihat pria yang ada di hadapannya yang sedang berpakaian ala emak-emak dan pria yang tampak seperti wanita yang ada di hadapannya
Baiklah mari kita terlebih dahulu makan sebelum membicarakan hal-hal pribadi ucap tuan ini semua orang yang berada di meja makan telah melahap makanannya setelah makan telat membawa ikan ke dalam ruangannya diikuti oleh profesor Abdullah dan asisten Edi
Sementara itu Bima dan Elizabeth langsung bernafas lega setelah makan malam tersebut mereka bergegas mengganti pakaiannya apalagi dari tadi para pelayan sudah melihat mereka dengan tatapan aneh
Kini profesor Abdullah dan Kikan sudah duduk bersama saling berhadapan di sebuah sofa di ruang kerja Stuart
Kikan tempat terpaku saat berhadapan dengan profesor Abdullah apalagi mendengar suara profesor Abdullah saat menyapanya tadi entah apa yang terjadi tapi sepertinya ada perasaan berbeda saat dirinya melihat profesor Abdullah tapi dia tidak tau perasaan apa itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya