Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
92


__ADS_3

Narti tersenyum jahat dia sengaja memberikan amplop tersebut dengan memperlihatkan cincang dan gelang emas yang baru di belinya kemarin agar dapat menyombongkan dirinya pada Surti bahwa tanpa pertolongan Surti dia bisa memiliki perhiasan dan tinggal di kota dengan nyaman tanpa kekurangan apapun bahkan sekarang dia memiliki uang dan perhiasan


Surti tersenyum sinis melihat kelakuan Narti yang menyombongkan perhiasannya


Tunggu aku akan mengganti pakaianku agar lebih rapi." ucap Surti lalu bangkit dan bergegas masuk ke dalam kamarnya tak berselang beberapa menit Surti keluar Dengan pakaian yang lebih tertutup dan lebih bagus dari baju sebelumnya


Surti lantas kembali duduk di hadapan Narti, baiklah aku akan menerima amplop ini ucap Surti sambil mengulurkan tanyanya untuk mengambil amplop pemberian Narti tapi saat akan memegang amplop Surti sengaja mengakat lengan bajunya membuat gelang tangan miliknya yang tersusun rapi dan cukup besar membuta Narti sangat terkejut melihat perhiasan yang lebih banyak dan lebih besar dari miliknya dia tak menyangka Narti memiliki perhiasan emas yang banyak padahal selama dia tinggal di sini Narti tak pernah melihat Surti memakai perhiasan hanya cincin kawin yang melingkar sempurna di jari manisnya dari dulu hingga saat ini apalagi Surti selalu menghemat setiap pengeluaran dan tak pernah pergi makan di luar


Narti nampak shyok melihat perhiasan milik Surti yang besar dan tentu saja lebih banyak dari perhiasan miliknya

__ADS_1


"Kena mental kan makanya jangan sok-sok baru punya perhiasan seperti itu sombongnya selangit." ucap Surti dalam hati


Sementara Narti sangat shock dia tak menyangka Surti memiliki perhiasan emas, astaga dari mana dia mendapatkan perhiasan itu apa itu imitasi pikir Narti


Melihat Narti yang shyok melihat perhiasan miliknya membut Surti tersenyum dalam hati, Surti sangat bersyukur pada mertuanya karena meningalakan warisan perhiasan emas yang lumayan banyak untuk dirinya


Narti langsung bangkit dari tempat duduknya "baiklah aku akan pergi dari sini aku hanya ingin membawakan amplop tersebut agar kau tak berpikir kami orang yang tak tau berterima kasih." ucap Narti


Narti tak menanggapi ucapan Surti dengan cepat Narti melangkah kakinya untuk keluar dari rumah milik Surti sebelum dia semakin malu

__ADS_1


Setelah kepergian Narti, Surti tertawa terbahak-bahak dia tak menyangka Narti akan se sombong itu padanya padahal selama ini dia tulus menolong Narti yang merupakan adik nya sendiri tapi sepertinya Narti hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa mempedulikan perasaan orang


Sementara itu Narti yang keluar dari kediaman Surti mengumpat kesal karena kalah telak dari Surti


Kini Narti telah sampai di kontrakan dengan wajah kesal membuat Tejo yang baru selesai makan menatap heran pada Narti bukanya tadi waktu keluar Narti sangat ceria dan semangat apalagi tadi dia akan ke rumah kakaknya untuk membersihkan uang dan memperlihatkan perhiasan baru miliknya


"Ada apa kenapa wajahmu seperti itu." tanya Tejo saat Narti masuk ke dalam kontrakan


"Aku kesal dengan mbak Surti di hadapan kita dia pura-pura miskin tapi ternyata dia memiliki banyak perhiasan emas aku pertama berpikir itu adlah imitasi tapi saat aku melihatnya dengan teliti aku yakin itu adalah emas asli." ucap narti Tejo hanya bisa mengeleng tak percaya dengan apa yang di lakukan istrinya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2