Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
150


__ADS_3

"Tapi paman aku ingin memakai baju terlebih dahulu sebelum kita bermain dokter-dokteran." ucap Kikan


"Tidak perlu karena kita akan memainkan dokter kandungan bukan dokter umum jadi Paman akan memeriksa perutmu dan semua yang berhubungan dengan bagian atas dan bawah tubuh mu." ucap Stuart yang sedang menyusun rencana di otaknya agar dapat mengarap lubang surga miliknya


"Memang cara periksa dokter umum dan dokter kandungan beda ya Paman dokter kandungan memang tidak memakai apapun." tanya Kikan dengan polosnya sesuai dengan usianya 6 tahun


"Sayang kau ternyata sangat pintar sekarang berbaringlah di atas ranjang biar Paman akan memeriksamu apakah kau dalam keadaan baik-baik saja atau tidak." ucap Stuart dengan wajah serius tapi dalam hati dia sungguh merasa senang mengetahui istrinya mudah di bohongi


Dengan polos kikan mengikuti setiap perkataan Stuart, Kikan langsung berbaring terlentang dengan handuk yang membalut tubuhnya di tempat tidur Stuart kemudian mendekat dan pura-pura memeriksa kening kikan lalu turun ke bawah kemudian membuka sedikit handuk milik kikan menatap kedua pepaya kikan yang menyembul keluar


"Apa tidak apa-apa aku hanya memakai handuk seperti ini kata ibu kita tidak boleh memperlihatkan tubuh kita pada." orang lain apalagi sampai disentuh ucap Kikan

__ADS_1


"Paman ini bukan orang lain Paman ini yang akan selalu ada bersamamu lagi pula tadi paman kan sudah memandikan mu pasti ibumu akan setuju dengan semua yang Paman lakukan." ucap Stuart yang Dengan sangat mudah membodohi kikan


Kikan yang mendengar perkataan Stuart lalu mengangguk "apakah kau mau mengucapkan terima kasih kepada Paman karena tadi sudah memandikanmu dan menjagamu." tanya Stuart saat melihat Kikan dengan mata yang berkedip-kedip saat melihatnya


"Terima kasih paman karena sudah menjaga aku dan memandikanku." ucap Kikan dengan polosnya


"Baiklah sekarang berikan hadiah pada paman." ucap Stuart


"Kikan langsung ngos-ngosan sambil berbicara terbata-bata om mau bunuh Aulia ya Aulia gak bisa napas." ucap kikan


"Maaf sayang paman hanya memeriksa berapa lama kamu bisa menahan nafas." ucap Stuart mencari alasan

__ADS_1


"Sayang aku periksa yang ini dulu ya." ucap Stuart sambil meremas dua buah pepaya milik Kikan sambil mengecup bibir Kikan


"Paman kok rasanya enak tapi geli seperti saat Aulia makan eskrim." ucap Kikan dengan polosnya


"Masih ada yang lebih nikmat dari ini apa kau mau paman akan melakukanya untukmu tapi kau harus mengikuti setiap yang paman katakan setelah itu Aulia bisa makan eskrim sepuasnya." ucap Stuart


"Benarkah paman akan memberi Aulia eskrim tapi paman apa ini juga permainan dokter-dokteran." tanya Kikan "iya ini permainan dokter kelamin ." ucap Stuart enteng


"Wah aku baru tau paman ternyata dokter itu sangat banyak." ucap Kikan dengan wajah lugunya


Stuart menjalankan aksi olahraga ranjang yang akan dia lakukan pada istrinya sendiri dengan berpura-pura menjadi seorang dokter penyakit kelamin sementara Kikan dengan polosnya mengikuti setiap arahan dari Stuart kini Stuart sudah bermain di area terlarang membuat Kikan mendesah tak karuan.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2