Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
69


__ADS_3

Kini mobil Stuart sudah berada di parkir khusus petinggi perusahaan Stuart langsung keluar dari mobil diikuti oleh kikan belakangnya mereka Langsung masuk lift khusus yang langsung menuju ke ruangan Stuart


Sekretaris langsung memberi hormat pada stuart kemudian melihat kebelakang di mana Kikan berada Kikan hanya menunduk lalu tetap mengikuti Stuart yang masuk ke dalam ruangannya


Saat Stuart melangkah menuju ke kursi kebesarannya tiba-tiba Stuart menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke arah Kikan yang berada tepat di belakangnya


"Kau akan duduk di situ kau akan berada di sini selama aku berada di ruangan ini dan ku akan mengikutiku selam 1 kali 24 jam dan ingat tak boleh ada yang tahu bahwa kau seorang wanita hanya aku yang boleh mengetahui hal itu." ucap Stuart


Kikan hanya mengangguk lalu memberi hormat menuju tempat duduk di pojokan dimana terdapat meja dan kursi


Sementara itu Bima yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari mobil langsung pergi ke ruangannya untuk memeriksa sesuatu


"Kikan buatkan aku kopi dan cemilan ." ucap Stuart


"Baik Tuan." ucap Kikan

__ADS_1


Setelah mendengar perintah Stuart Kikan pun bangkit hendak keluar membuat kopi tapi saat tangannya sudah memegang gagang pintu suara Stuart terdengar membuat Kikan langsung mengehentikan tangannya dan berbalik ke arah Stuart


"Tunggu kau mau ke mana." tanya Stuart yang sudah berdiri hendak duduk di sofa di ruangan tersebut


"Mau ke peantri buat kopi dan cemilan tuan." ucap Kikan polos


"Kalau mau ke peantri kok buka pintu." tanya Stuart


Kikan menatap heran kearah Stuart karena berpikir Stuart lagi Koslet otaknya


Itu di belakang itu bukan peantri." ucap Stuart sambil menunjuk ruangan yang dekat dengan meja di mana Kikan Duduk


Kikan langsung melihat kearah dimana tangan Stuart menunjuk Kikan langsung terbelalak begitu melihat ada dinding pembatas antara kursinya mejanya dan sebuah ruangan tampak di pintunya tertulis peantri


Melihat hal tersebut Kikan langsung melepaskan pegangannya pada pintu dan berjalan kearah pintu peantri yang di tunjuk Stuart lalu masuk ke dalam tampak didalam Kikan langsung berbinar melihat peantri tersebut karena peantri tersebut sangat bersih luas dan barang-barang yang dibutuhkan sangat lengkap

__ADS_1


Tak butuh waktu lama karena semua barang dan bahan untuk membuat cemilan sudah ada


Setelah tiga puluh menit Kikan keluar dengan kopi dan cemilan


Kikan menaruh kopi dan cemilan keluar lalu menaruhnya di atas meja di mana Stuart duduk stelah itu Kikan berniat kembali ke mejanya tapi saat akan berbalik sepatunya terkena sesuatu sehingga Kikan kehilangan keseimbangan dan berakhir memeluk Stuart


Sementara Bima yang sedang memerlukan tanda tangan Stuart tanpa permisi langsung masuk ke ruangan Stuart tapi saat membuka pintu bertapa terkejutnya bima saat melihat adegan di mana Kikan jatuh ke pelukan Bima bahkan wajah mereka sudah menempel satau sama lain


"Apa yang kalian lakukan." ucap Bima sambil berjalan hendak menarik Kikan dari pelukan Stuart seperti emak-emak yang sedang melihat suaminya di peluk pelakor


Melihat Bima yang sepertinya hendak menarik Kikan dengan sigap Stuart langsung bangkit dan menyuruh Kikan kembali ke tempat duduknya


Kikan yang sempat terkejut tersadar langsung meminta maaf dan kembali ke mejanya


"Ada apa kenapa kau tak mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ." ucap Stuart dengan nada dingin

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2