
Sontak saja perbuatan Nadia membuat si jantan semakin menegang dan memberontak
Bima Masi berusaha untuk mempertahankan kehormatan dan kesuciannya dengan mendorong tubuh Nadia tapi sialnya semakin dia berusaha mendorong semakin merapat tubuh Nadia membuat ke dua semangka Nadia semakin menempel di dada bidang Bima
Entah apa yang terjadi pada Bima tiba-tiba membalas kecupan bibir Nadia dengan brutal bahkan sekarang Bima sudah mulai melepaskan pakaiannya
Sementara itu di sebuah rumah mewah tampak beberapa sedang duduk-duduk bersama "baiklah karena Bento yang terpilih maka aku akan segera membut janji melalui asistennya." ucap seorang pria yang di panggil tuan, ya setelah di lakukan pemilihan oleh ke tiga orang tersebut ternyata yang terpilih untuk bertemu dengan mafia nomor 1 yang telah pensiun adalah Bento
Bento hnya bisa mengehembuska nafasnya dengan kasar apalagi belum ada laporan dari Jay Tetang apa yang terjadi bagaimana kalau dia Samapi salah memprediksi dan membuatnya harus terancam
__ADS_1
Tuan besar apakah kita harus memperlihatkan bukti yang ada kerena aku belum ada bukti tapi jangan khawatir anak buah ku sedangan mengumpulkan beberapa bukti." ucap Bento penuh percaya diri
"Tentu saja apa kau pikir dia seseorang yang mudah mempercayai seseorang hanya dengan perkataan." ucap pria yang di sebut tuan besar
Mendengar hal tersebut Bento terdiam sejenak Lalau dia mengingat beberapa foto profesor Abdullah yang di jemput oleh seorang pria muda dan seorang wanita muda itu bisa membantunya pikir Bento
Sementara itu di markas besar milik Bento tampak para IT yang memeriksa tentang beberapa gambar Bima dan Elizabeth tiba-tiba dikejutkan dengan beberapa virus yang masuk membuat gambar-gambar tersebut langsung menghilang tanpa jejak bahkan komputer mereka sampai-sampai terbakar membuat mereka semua panik bukan kepalang dan hal tersebut bukan hanya terjadi di markas Bento tapi juga di markas dia orang yang menerima foto Bima dan Elizabeth
Ponsel Jay tiba-tiba berdering saat dia sedang berpikir tampak Jay menautkan ke dua alisnya saat melihat yang meneleponnya adalah ketua keamanan markas besar perasan Jay mulai tidak enak karen dia yakin pasti ada masalah besar yang terjadi di markas
__ADS_1
Jay mengangkat telepon tersebut dengan menarik nafas panjang "katakan ada apa kau meneleponku." tanya jay
"Maaf tuan tapi sesuatu telah terjadi semua komputer dan leptop yang ada di markas sudah terbakar dan semua rekaman serta gambar mengenai profesor Abdullah bersama seorang pria muda dan seorang wanita muda lenyap begitu saja bahkan ponsel yang di gunakan untuk mengirimkan gambar juga tiba-tiba mati dan tak bisa hidup lagi." ucap ketua keamanan di markas Bento
"Apa Bagaimana bisa bukanya komputer dan leptop yang kita miliki semuanya adalah bahan kelas satu dan semua sudah di program dengan baik sehingga tak ada yang bisa membobol keamanan kita." tanya Jay
"Itulah yang aku pikirkan Tuan bahkan ketua IT kita yang menciptakan program tersebut tak tahu apa yang terjadi sehingga semua komputer dan laptop yang ada di markas kita terbakar tanpa tersisa data apapun bahkan data selama ini kita kumpulkan tiba-tiba semua terhapus." ucap ketua keamanan
"Terus apa yang harus kita lakukan aku tidak mau tahu kalian bekerjalah agar bisa mengembalikan semua yang telah dihapus Dan perbaiki semuanya hingga gambar itu bisa kembali seperti sedia kala jika sampai gambar itu benar-benar hilang bisa-bisa Tuan Bento akan membunuh kita." ucap jay merasa frustasi.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya