
Kini wajah Darmanto dan Yuli sudah semakin dekat bahkan bibir mereka juga sudah hampir saling bersentuhan tapi tiba-tiba ada sesuatu yang muncul dari salah satu kantung yang di berikan komandan meong.....meong....meong....membuat Yuli langsung mengalihkan pandangannya membuta Darmanto mencium pipi Yuli bukanya bibir
Mata Yuli berbinar melihat kucing kecil yang keluar dari salah satu kantung "astaga kucingnya imut sekali." ucap Yuli seraya bangkit berjalan untuk mengambil kucing tersebut
Darmanto mendengus sebal acara romantis yang akan berakhir di ranjang di kacau kan oleh hewan yang di sebut lucu bagi istrinya tapi baginya itu adalah binantang pengganggu
"Dari mana datangnya binatang jelek ini." tanya Darmanto sambil berdiri di dekat istrinya sambil melihat kucing kecil dengan wajah penuh bulu lebat
Yuli menatap Darmanto "bukanya ini berasal dari kantongan yang kau berikan lihat dia sangat lucu." ucap Yuli
Darmanto mengangkat satu alisnya lalu mendengus sebal "dasar komandan bodoh bisa-bisanya dia memberikan binatang jelek pengganggu ." ucap Darmanto dalam hati
__ADS_1
"Makasih ya sayang sudah memberikan kucing ini aku sangat senang karena aku sangat menyukai kucing." ucap Yuli dengan mata penuh cinta melihat tatapan itu membuta Darmanto yang sedang bucin menjadi luluh
"Tetu saja sayang aku sengaja membawakan kucing imut ini untuk mu tapi sebaiknya kita membawanya ke salon kucing terlebih dahulu sebelum agar di sana dia bisa di bersihkan sebelum kau bermain bersamanya." ucap Darmanto penuh ide padahal kucing itu sudah bersih sebelum di beli
"Baiklah sayang." ucap Yuli , Darmanto langsung mengambil ponselnya "cepat kau bawa kucing jelek dan tidak tau diri ini beraninya dia membuat Yuli membagi perhatiannya." ucap Darmanto yang sedikit menjauh dari Yuli
Sementara komandan yang menerima telepon langsung membawa kandang kucing yang sudah dia siapkan "dasar pria bucin hanya sama kucing sudah cemburu apalagi yang lain." ucap komandan
Sementara di sebuah rumah mewah tepatnya di ruang kerja Paman Jack tampak Bima yang sedang berjalan masuk dan duduk di kursi di hadapan Paman Jack melihat Bima dengan tatapan yang sulit di artikan
"Kenapa mukamu kecut seperti itu, kau gagal masuk goa hari ini , kau baru satu hari gagal masuk goa wajahmu sudah seperti itu apa kabarnya diriku yang hampir dua puluh tahun belum pernah masuk goa." ucap paman Jack
__ADS_1
Bima mengehembuska nafasnya kasar "ada apa ayah mertua memanggilku." tanya Bima
"Di mana kau membawa kakek Nadia aku membutuhkan dirinya agar aku bisa menikah dengan ibu mertuamu secepatnya." ucap paman Jack
"Ayah mertua tentang saja Kakek masih di berikan perawatan mental dan kejiwaan agar bisa menjadi manusia yang lebih baik." ucap santai Bima
"Jangan bilang kau memasukan kakek Nadia di rumah sakit jiwa apa kau gila bisa-bisa ibu Nadia membunuh ku." ucap paman Jack
"Mana ada aku hanya memasangkan sesuatu ke otak kakek agar otaknya bisa di install ulang agar semua otak kotor dan jahatnya bisa di bersihkan." ucap Bima
"Kau pikir kakek Nadia komputer pakai acar di install." ucap paman Jack tak percaya dengan apa yang di ucapkan menantu laknatnya entah apa isi otak menantunya ini.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya