
Di sebuah kamar tampak seorang wanita sedang mengumpat kesal karena gagal "Bagaimana bisa ada seseorang yang datang dan berhasil menyelamatkannya aku yakin dia tak mungkin selamat aku hara dia tak memeriksa bekas operasi yang sudah aku jahit." ucap wanita tersebut sambil terus mengumpat, "aku harus berhati-hati kalau sampai semuanya terbongkar aku harus memiliki Sandra di tanganku paling tidak salah satu bayi tersebut harus aku miliki mereka bertiga sangat mirip seperti ayahnya Itu akan membuatku lebih bahagia jika mendapatkan salah satu bayi tersebut untuk aku jadikan anakku yang dapat membuat aku menjadi wanita yang akan di ingat oleh stuart dan mendapatkan darah daging stuart." ucap wanita tersebut, saat sedang berbicara sendiri tiba-tiba ponsel wanita itu berdering
"Apa yang kau lakukan Apa kau sudah gila bukankah Kakek sudah mengatakan padamu jangan pernah menghianati keluarga huges selama ini aku pikir kau sudah melupakan keinginanmu untuk bersama dengan Stuart bahkan dia mempercayai dirimu untuk menjadi dokter istrinya karen menganggap kita anggota keluarga seharusnya kau mengunakan kepercayaan stuart untuk membalas Budi mereka karena sudah menyelamatkan kita, Apa kau tidak tahu kita masih hidup sampai saat ini berkat kemurahan hati keluarga huges dan kita sudah berjanji dan bersumpah dengan darah kita sendiri akan setia dan melindungi setiap anggota keluarga huges." ucap seseorang di seberang telepon
"Ayah tahu dari kecil aku sudah sangat mencintai Stuart bahkan aku rela mati-matian menyembunyikan perasaanku dan menjadi seseorang yang pintar dan bekerja keras hanya agar bisa di percaya dan dapat dekat dengan keluarga huges agar nanti aku bisa menjadi menantu di keluarga tersebut aku bahkan hanya tau belajar dan merawat diriku agar sepadan dengan stuart lihatlah aku memiliki gelar profesor dengan usia muda bahkan aku menjadi dokter kandungan terbaik, tapi saat stuart mengatakan padaku agar aku merawat istrinya yang akan melahirkan aku hancur terus salahku di mana aku sudah membantu wanita itu melahirkan jika dia tak selamat aku bisa menjadi ibu dari ke tiga anak stuart." ucap wanita tersebut
"Apa kau sudah gila seharusnya kau berterima kasih kepada keluarga huges yang telah memungutmu di jalan dan memberikannya pada kami untuk dirawat dan dijadikan anak tapi apa yang kau lakukan kau sudah menghianati keluarga huges dengan berani kau bahkan mencoba untuk membunuh istri Tuan Stuart sekarang Ayah tak punya lagi urusan denganmu terserah kau ingin melakukan apa Yang jelas ayah tak akan pernah menolong jika stuart memberikanmu hukuman." ucap pria tersebut Lalu menutup panggilan telepon
"Kau pikir Kau adalah ayah yang baik kau selalu menghalangi setiap rencanaku dan keinginanku." ucap wanita tersebut Lalu membuang ponselnya ke ranjang
Sementara itu di kamar Darmanto dan Yuli tampak dokter intan sedang memeriksa keadaan Yuli yang sedikit syok mendengar ikan yang tak selamat membuatnya tak sadarkan diri untuk saja dokter intan bergerak cepat menolong Ibu hamil tersebut membuat keadaannya baik-baik saja sementara itu Oma dan ibu tua sudah sadar dan sudah kembali beraktifitas apalagi mereka sudah mendengar bahwa profesor Abdullah sudah berhasil menyelamatkan kikan, setelah sadar Oma dan ibu setuat Langsung kembali ke ruangan di mana keluarga besar sedang berkumpul tapi saat masuk Oma dan ibu stuart berpapasan dengan tuan Leo dan stuart serta bayi milik Kikan yang akan di pindahkan ke kamar membuat mereka langsung mengikuti para perawat yang membawa bayi tersebut setelah tual Leo memberi kode saat mereka hendak masuk melihat kikan, saat meninggalkan tempat operasi stuart menyuruh beberapa bodyguard menjaga ruanga tersebut karena dia yakin ayah mertuanya pasti sengaja melakukan hal tersebut
Sementara itu di ruang operasi tampak asisten Edi sudah melakukan tugasnya sementara itu profesor Abdullah yang sudah melihat ketiga cucunya kembali ke ruang operasi di mana Kikan berada, "bagaimana apakah kau sudah melakukannya." tanya profesor Abdullah saat melihat asisten Edi
"Sudah ayah, baikalah ayah aku akan pergi, besok aku kembali lagi tapi sebelum pergi aku akan berbicara dengan stuart terlebih dahulu." ucap asisten Edi lalu bersiap keluar ruangan tersebut
__ADS_1
Sementara itu asisten Stuart tampak sedang mondar-mandir dia bingung harus melakukan apa tidak mungkin dia langsung menghadap ke stuart yang masih dalam keadaan khawatir pada istrinya tapi masalah ini juga membuatnya khawatir setelah berpikir dengan cermat akhirnya dia memutuskan untuk mencari Bima terlebih dahulu mendiskusikan masalah yang terjadi
Sementara itu di sebuah markas tanpa kakek tua sedang di kursi kebesarannya Sekarang aku ingin kalian masuk ke apartemen tersebut dan memeriksa setiap detail apartemen tersebut aku tidak peduli Berapa orang yang kalian kerahkan asalkan kalian harus memeriksa apartemen tersebut dengan seksama sampai mendapatkan orang yang aku cari atau lokasi orang tersebut." ucap ketua tersebut
"Tapi ketua apartemen tersebut milik Stuart dan penjaganya sangat ketat dan banyak jebakannya." ucap seorang pria
"Aku tak peduli gunakan saja para murid baru itu biar mereka yang menjadi tumbal atau bayar para preman jalanan sehingga kita tak perlu menggunakan orang kita untuk masuk dan membuat mereka mati sia-sia cukup gunakan sampah masyarakat saja." ucap kakek tua tersebut
"Baik tuan aku akan segera melaksanakannya." ucap pria tersebut , " sekarang kalian keluarlah dari sini ingat jangan sampai gagal lagi." ucap kakek tua tersebut
Sementara itu di rumah kakek stuart tepatnya di kamar milik stuart dan kikan tampak para bayi sudah tidur di ranjang mereka masing-masing tampak perawat langsung menjauh, stuart mendekati kedua putranya yang terlihat mirip Kikan dan dirinya sementara putrinya sangat mirip dengannya, anak-anak Ayah sangat mencintai kalian doakan Ibu agar cepat sehat." ucap stuart
"Pergilah jaga istrimu walaupun Ayah mertuamu tidak memperbolehkan masuk Tapi kau bisa menjaganya di depan pintu." ucap ayah Leo
"Benar kata ayahmu masalah anak-anak biar Oma dan ibumu yang menjaganya, lagipula ada mama Nadia dan paman jack serta ayahmu di sini yang bisa membantu."ucap Oma
__ADS_1
Setelah melihat ketiga buah hatinya lalu melihat ke arah oman "Baiklah Aku akan kembali ke sana terlebih dahulu untuk menunggu kabar kalau ada sesuatu tolong pangil aku." ucap stuart lalu keluar dari kamar menuju ke ruangan di mana kikan berada tampak stuart duduk di depan pintu ruang operasi, para penjaga tampak menunduk melihat bosnya yang hanya duduk sambil melihat pintu ruang operasi, tak berselang lama tampak asisten Edi keluar, " aku ingin berbicara sesuatu denganmu bisa kita ke ruangan lain." tanya asisten Edi
Stuart Langsung mengalihkan pandangannya, "bisa bagaimana kalau kita berbicara di ruang kerja ku saja." ucap stuart , kini asisten Edi tampak berjalan beriringan dengan stuart menuju ruang kerja miliknya
Sementara itu di sisi lain tampak Asisten stuart sedang mencari keberadaan Bima tampaknya Bima sedang berada di ruang tv karena Nadia masih tak mau melihatnya, melihat Bima sedang duduk Dengan lesu asisten stuart langsung menghampiri Bima
"Maaf tuan Bima aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting." ucap asisten stuart saat tiba tepat di hadapan Bima membuat Bima sedikit terkejut
"Astaga kau mengagetkan ku saja tumben kau datang melapor padaku bukanya seharusnya kau langsung melapor ke stuart." tanya Bima
"Maaf tuan aku hanya tak ingin mengaggu tuan apalagi saat ini keadaan istrinya sedang tidak baik-baik saja." ucap asisten stuart
"Begini saja jika dalam beberapa menit stuart tak lewat dan masuk ke dalam ruang kerjanya aku akan mendengar laporan mu tapi jika stuart masuk ke dalam ruang kerjanya sebaiknya kau laporkan padanya." ucap Bima, belum juga asisten Stuart menjawab tiba-tiba Stuart dan asisten Edi lewat dan langsung berjalan menuju ruang kerja stuart, membuta asisten stuart terbelalak melihat hal tersebut
"Astaga ternyata tuan Stuart masuk ke dalam ruang kerjanya bersama asisten Edi, baiklah tuan aku akan menunggu tuan stuart, begitu asisten Edi keluar aku akan masuk." ucap asisten stuart
__ADS_1
"Terserahlah." ucap malas Bima Karen kesal tak bisa mendekati istrinya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya