
Sementara itu di ruang operasi tampak profesor Abdullah melihat putrinya yang masih belum sadarkan diri "tenang saja sayang ayah akan merawat mu Kau pasti akan sehat seperti sedia kala obat ini memang tak bekerja instan tapi aku yakin obat ini akan cocok pada tubuhmu." ucap profesor Abdullah setelah mengatakan hal tersebut profesor Abdullah langsung keluar dari ruang operasi setelah melihat para dokter dan perawat serta tuan leo dan stuart berada di ruangan tersebut profesor Abdullah langsung melihat ke arah semua orang "Jangan pernah ada yang masuk ke dalam ruangan operasi dengan alasan apapun tidak juga denganmu stuart." ucap profesor Abdullah
Tampak stuart yang tadinya sedang tak punya gairah hidup sambil terus berada di pundak ayahnya langsung melihat ke arah profesor Abdullah yang sedang berbicara "Ayah Bagaimana keadaan istriku Apakah dia baik-baik saja aku mohon Ayah biarkan aku melihatnya." ucap stuart
"Kau tak bisa bertemu dengan putriku sampai aku mengizinkannya, ini adalah hukuman ku karena kau tak mendengarkan ucapan ku." ucap profesor Abdullah tak berselang lama dari arah pintu tampak asisten Edi datang "ayah ."panggil asisten Edi membuat profesor Abdullah mengarahkan pandangannya pada anak angkatnya tersebut
"Kau sudah datang aku menunggumu di dalam ruang operasi." ucap profesor Abdullah langsung membalikan tubuhnya dan masuk ke ruang operasi membuat asisten Edi langsung menggangguku mengerti
Stuart yang merasa terabaikan Hanya bisa pasrah saat melihat asisten Edi akan masuk ruang operasi stuart langsung memegang tangan asisten Edi "tolong kabari aku tentang keadaan aku tahu kau menyayanginya tapi aku sungguh sangat mencintainya Aku bukan tak ingin memberitahu profesor Abdullah Tapi saat Kikan akan melahirkan semua terjadi begitu cepat dan aku saat itu tak berpikir panjang." ucap Stuart membuat asisten Edi mengaguk mengerti lalu Stuart melepaskan tangan asisten Edi untuk masuk ke dalam ruang operasi menyusul profesor Abdullah
Dokter Eni sedikit terkejut mendengar perkataan profesor Abdullah apalagi sepertinya baik Tuan Leo maupun tak ada yang memberani yang berani membantah perkataannya dokter Eni pun mendekati dokter intan "Apakah kau mengenal siapa pria yang masuk ke ruang operasi tadi yang dipanggil Ayah oleh Tuan Stuart." tanya dokter Eni
Dokter intan melihat ke arah dokter ini dengan tatapan yang sulit diartikan "mana aku tahu siapa pria itu aku saja baru datang tadi pagi dok." ucap dokter intan walau bagaimanapun dokter Eni adalah dokter senior walaupun tidak bisa di bilang tua karena umur mereka hanya terpaut beberapa tahun saja dan dokter Eni memiliki paras yang cukup menawan
__ADS_1
"Oh iya aku dengar kau memiliki hubungan dengan salah seorang anggota keluarga huges." tanya dokter Eni sambil menatap ke arah jari manis dokter intan yang tampak melingkari sebuah perhiasan mewah
Dokter intan melihat ke arah pandang dokter Eni dia masih tak menyadari kalau dia menggunakan cincin di jari manisnya lalu menutupinya dengan tangannya tak menggubris pertanyaan dari dokter Eni tapi langsung ke stuart dan tuan Leo untuk keluar melihat keadaan Yuli dan yang lain, dokter intan sengaja menghindari dokter Eni
"Maaf tuan Aku ingin keluar sebentar untuk melihat keadaan nyonya Yuli Aku takutnya dia shock saat mendengar apa yang terjadi pada nyonya kikan." ucap dokter intan
Tuan Leo dan stuart baru sadar bahwa para dokter masih ada di ruangan tersebut "baiklah dan yang lain silahkan Kembali ke tempat kalian masing-masing ingat jangan berani datang ke ruangan ini dengan alasan apapun untuk putra dan putriku akan ada yang mengurusnya jadi silakan kalian kembali." ucap stuart
Sementara itu di dalam ruangan operasi tampak profesor Abdullah dan asisten ini sedang duduk bersama, "Ada apa ayah memanggilku kemarin apakah ada sesuatu yang terjadi pada kikan bukannya Ayah sudah mempersiapkan segalanya karena sudah tahu apa yang akan terjadi pada kikan." tanya asisten Edi
"Ayah ingin aku memasang alat pelindung tubuh Baiklah aku akan melakukan semua keinginan ayah tapi ayah alat itu tak bisa dibuka kecuali memakai sandi dan aku hanya akan memberikan dan itu pada dua orang kepada ayah dan kepada Stuart Ayah tidak boleh egois biar bagaimanapun stuart adalah suami kikan dia sangat mencintai kikan dan dia tidak mungkin membiarkan Kikan dalam bahaya." ucap asisten Edi
profesor Abdullah menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah Asisten Edi "tapi aku bingung tadi saat aku memeriksa operasi Kikan pada perutnya sepertinya ada sesuatu yang janggal bahkan mereka menjahit seperti asal-asalan saja." ucap profesor Abdullah
__ADS_1
Asisten Edi mentap profesor Abdullah dengan tatapan yang sulit diartikan "Apa maksud Ayah jangan katakan bahwa dokter yang dipercaya oleh stuart sengaja melakukan sesuatu sehingga membuat kikan dalam kondisi seperti ini dan dia sengaja menjahit luka kikan sembarangan agar infeksi." ucap asisten Edi
"Benar saat aku memeriksa luka operasi Kikan aku tampak bingung Untung saja aku langsung mengerjakan ulang dan memberinya bubuk agar lukanya lebih cepat sembuh dan bekasnya bisa tersamarkan bahkan mungkin bekasnya itu takkan pernah Ada." ucap profesor Abdullah
"Kenapa ayah tidak memberitahukannya kepada Tuan Leo atas stuart." tanya asisten Edi
"Aku akan memberitahukannya saat sudah tidak ada orang lagi tadi saat aku keluar dari ruang operasi para dokter masih ada di sana ." ucap profesor Abdullah
Saat sedang berbicara profesor Abdullah dan asisten Edi terkejut saat seseorang membuka pintu dari ruangan sebelah mereka pikir ruangan itu kosong seorang perawat langsung "muncul maaf tuan sudah waktunya kami memindahkan bayi-bayi di ruang perawatan bayi yang ada di kamar yang sudah disiapkan oleh Tuan Stuart ." ucap perawat tersebut
Sontak saja profesor Abdullah langsung beralih ke ruangan di mana cucu-cucunya berada sedang tertidur lelap profesor Abdullah tersenyum sesungguhnya saat melihat ketiga cucunya sedangkan perawat yang menjaganya hanya tersenyum dan menyingkir, Edi juga sangat kegirangan melihat ketiga bayi yang ada di hadapan saat melihat ketiga cucunya profesor Abdullah langsung melihat ke arah asisten Edi "bisakah kau membuatkan tabung seperti Kikan tapi yang berfungsi pada saat keadaan darurat saja dan akan otomatis tertutup jika tombol darurat di tekan untuk ketiga cucu ku." tanya profesor Abdullah
"Bisa ayah tapi aku harus mengerjakannya satu hari lagi baru aku bisa memasangkan kepada mereka." ucap asisten Edi
__ADS_1
"Pergilah ke tempat kikan dan pasangkan alat tersebut Aku ingin melihat cucuku sebentar sebelum mereka di bawa ke kamar Kikan dan stuart ." ucap profesor Abdullah, telah mendengar perkataan profesor Abdullah kembali ke ruang di mana kikan berada, berapa menit tampak asisten Edi kembali mendekati arah prof Abdullah dan nomor sandinya seperti nomor sandi ibu, baiklah ayah aku akan pergi dulu untuk melakukan yang ayah perintahkan." ucap asisten Edi lalu menjauh keluar dari ruanga operasi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya