
Setelah menutup panggilan telepon Stuart lalu tersenyum "aku yakin pasti puisi yang nanti aku ciptakan akan lebih baik dari puisi yang diberikan oleh Darmanto kepada Yuli." ucap stuart
Beberapa orang sudah masuk ke ruangan Stuart bersama dengan Yuda asisten Darmanto yang tampak kebingungan karena di bawa untuk bertemu dengan stuart karena dia tadi sudah bertemu dengan stuart sebelum menyerahkan hadiah kepada Yuli
"Kalian sudah datang duduklah di sofa itu Aku ingin berbicara dengan kalian termasuk kau yuda." ucap Stuart lalu bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju ke sebuah meja yang lengkap dengan sofanya tampak beberapa orang sudah duduk termasuk Yuda
Stuart menatap satu persatu orang yang ada di hadapannya saat ini "berapa orang kau membawa ahli puisi." tanya stuart sambil mentap pada asistennya
"Saya hanya membawa 3 orang ini yang sudah berpengalaman dalam membut puisi." ucap asisten Stuart
__ADS_1
"Baiklah oh iya yuda aku ingin bertanya katakan Yang jelas padaku siapa sebenarnya yang menulis puisi yang diberikan untuk Yuli." tanya stuart
"Yuda menatap ke arah Stuart dengan tetapan takut "maaf tuan sebenarnya yang menulis puisi tersebut adalah komandan." ucap Yudi
"Oh si Playboy itu dia memang tak bisa diragukan lagi dalam membuat kata-kata rayuan." ucap Stuart
"Benar Tuan aku saja sebagai pria klepek-klepek saat dia membuat puisi apalagi wanita." ucap Yuda membuat Stuart menatap tajam ke arah Yuda dia tidak tahu saja saat ini Stuart sedang cemburu berat hanya gara-gara kikan memuji puisi yang dibuat oleh komandan untuk Yuli
"Aku ingin kalian semua membuat puisi yang paling baik diantara yang terbaik untuk istriku karena aku akan memberikan puisi tersebut kepada istriku dan itu harus lebih baik daripada puisi komandan yang dia berikan atas nama Darmanto kepada Yuli." ucap stuart
__ADS_1
Semua orang saling melihat satu sama lain dalam ruangan tersebut kemudian melihat ke arah stuart "baik Tuan." ucap mereka serentak
"Dan kau Yuda kau tidak boleh ke mana-mana sampai puisi itu selesai dan puisi itu harus lebih baik daripada puisi yang tadi terdapat di kartu yang istriku baca." ucap Stuart
"Tapi Tuan aku." ucapkan Yuda terhenti saat stuart menatapnya dengan tajam "Ini semua karena ulahmu dan karena telah memberikan hadiah dan kartu ucapan kepada Yuli di waktu yang tidak tepat sehingga membuat istriku kagum pada pria lain selain aku." ucap Stuart
Tampak Yuda terdiam saat mendengar penuturan Stuart sekarang dia baru paham ternyata tuan Stuart yang terkenal dingin sedang cemburu hanya gara-gara sebuah puisi
"Baiklah kalian semua buatlah puisi yang indah aku akan menunggu di sini ingat buatlah puisi yang indah aku akan menilainya jika puisi yang kalian buat sesuai dengan yang aku inginkan aku akan memberikan hadiah pad orang yang berhasil membuat puisi dan puisi yang terpilih akan mendapatkan hadiah." ucap stuart sambil berjalan kembali ke meja kerjanya dan duduk di kursi kebesaranya sambil melihat ke arah sofa di mana beberapa orang sudah mengambil beberapa kertas untuk menulis puisi
__ADS_1
Sementara itu kikan yang berada di dalam kamar memandang pintu "apa dia yakin dia akan menulis puisi entalah aku lihat saja hasilnya sebentar sebaiknya aku beristirahat saja." ucap Kikan sambil memperbaiki bantal kepalanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya