
Oma dan ibu stuart tak menunggu lagi setelah menutup telepon mereka langsung bergegas keluar menuju mobil tampak sang sopir langsung membuka pintu belakang setelah Oma dan ibu stuart masuk sang sopir langsung Kembali ke tempat duduknya untuk menjalankan mobil menuju ke alamat yang di beritahukan oleh oma
Sementara itu Stuart yang baru saja tiba di perusahaan langsung masuk ke lift menuju ke ruangannya begitu sampai di ruangannya Stuart langsung masuk dan duduk di kursi kebesarannya sementara Bima sedang menunggu dengan perasaan dag dig dug karena takut kalau sampai Stuart curiga dengan apa yang dilakukannya
"Kau sudah di sini aku pikir kau masih di ruanganmu." ucap stuart yang baru saja mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya saat melihat Bima berada di ruangannya
"Iya aku langsung ke sini setelah menelponmu Aku ingin membahas sesuatu sebelum kita menghadiri rapat." ucap Bima
Telepon berjalan menuju kursi santai yang ada di ruangannya diikuti oleh Bima saat stuart akan duduk ponselnya berdering tampak nama Elizabeth tercerah di ponsel tersebut langsung mengangkatnya "ada apa." tanya Stuart
__ADS_1
"Maaf tuan pemindahan lab profesor Abdullah berjalan lancar dan tugas kami telah selesai." ucap Elizabeth
"Baiklah aku mengerti sekarang pergilah ke apartemen dan ajaklah profesor Abdullah untuk melihat lab yang telah kita sediakan agar dia bisa memeriksa barang-barang yang sudah kita ambil dari lab rahasia miliknya yang sudah aku sediakan." ucap Stuart
Elizabeth di seberang sana mendengar hal tersebut langsung kegirangan karena Stuart menyuruhnya untuk menemani profesor Abdullah melihat lab baru yang disediakan oleh stuart otomatis jika ada profesor Abdullah di sana pasti ada asisten Edi dan dia akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk berbicara dengan asisten Edi
"Baik Tuan akan aku laksanakan aku memang sedang berada di kantor dan aku akan langsung menuju unit apartemen milik tuan." ucap Elizabeth
"Ini ada berapa beberapa berkas rapat yang sudah aku pelajari aku hanya ingin kau melihatnya kembali karena ada beberapa poin yang sepertinya harus kita bicarakan kembali." ucap Bima sambil menyerahkan beberapa berkas yang sudah dari tadi dipegangnya
__ADS_1
Stuart langsung mengambil berkas tersebut dan melihatnya satu persatu dengan teliti setelah menemukan apa yang menjadi kendalanya telat langsung melingkari poin tersebut kemudian menyerahkan kembali ke Bima hanya poin ketiga saja yang tidak menguntungkan buat kita." ucap stuart
Sementara itu Elizabeth yang sudah berada di depan pintu apartemen milik Stuart langsung dipersilakan masuk oleh penjaga telah masuk Elizabeth mengedarkan pandangannya melihat ke ruang tamu tampak kikan, profesor Abdullah dan asisten Edi sedang duduk bersantai sambil bercerita
"Ayah apakah Ayah merasa nyaman tinggal di sekitar dan tak kembali lagi ke pulau di mana selama ini Ayah tinggal." tanya kikan
"Tentu saja sayang aku selalu senang berdekatan Dengan mu apalagi apartemen yang suami mau sediakan untukku dan kakak mu ini lebih baik daripada apartemen manapun yang pernah ayah tinggali sebelumnya." ucap profesor Abdullah sambil tersenyum hangat pada putrinya
Mendengar hal tersebut membuat kikan langsung tersenyum sumringah dia sangat bahagia jika ayahnya nyaman tinggal di sekitarnya karena dia memang berniat akan mengajak ayahnya kemanapun dia pergi jika ayahnya bersedia.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya