Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
554


__ADS_3

Sementara itu di kamar milik stuart dan Kikan nampak kikan sangat histeris mengetahui perawat tersebut membawa Putri kecilnya bahkan ibu tua dan oma Tak sanggup menghentikan tangisan Kikan, sayang ku mohon kau bisa jatuh sakit jika begini terus aku yakin sebentar lagi putri mu akan kembali ayah Leo sudah menangkapnya kata beberapa pengawal." ucap ibu stuart bohong agar Kikan berhenti menangis, benar saja tangisan kikan berangsur-angsur reda "benarkan ibu terus di mana putriku." tanya Kikan


"Sebentar lagi putrimu akan di bawa kemari, kau tunggu sebentar lagi, jika kau seperti tidak itu akan membuat bayimu sedih." ucap ibu Stuart tak berselang lama pintu terbuka tampak dokter intan dengan bayi perempuan di gendongannya membuat semua orang sangat lega terutama ibu Stuart yang takut kebohongannya terbongkar, "ibu itu dokter intan dan putriku." ucap Kikan sambil merentangkan kedua tangannya ke arah dokter Kikan


"Maaf nyonya ini putri anda, dia baik-baik saja silahkan anda beri asi sepertinya dia kehausan." ucap dokter intan sambil menyerahkan bayi perempuan itu pada Kikan


Kikan tersenyum melihat bayi perempuannya, lalu mencium wajah bayi perempuan tersebut dengan sisa air mata di wajahnya, bayi cantik tersebut langsung lahap menyedot sumber kehidupannya mungkin karena tadi di pantai sangat panas membuatnya kehausan


Sementara itu di dalam hutan tanpa kakek tua berdecak kesal saat melihat asisten Stuart dan para pengawalnya sedang mengepungnya tak berselang lama tampak stuart dan Bima datang, "Ternyata kau sangat jeli melihat situasi." ucap kakek tua tersebut seolah-olah tak ada rasa takut dalam dirinya


"Menyerah lah kakek tua dan terima hukumanmu agar kau bisa mati dengan cara baik-baik." ucap stuart


"Kau pikir anak muda bau kencur sepertimu bisa mengalahkanku Jangan mimpi, aku adalah seorang guru ilmu beladiri kemampuan ku di atas rata-rata dan aku seorang ahli racun kau pikir kau bisa menangkap ku dengan hanya tangan kosong dan jebakan murahan." ucap kakek tau penuh percaya diri


"Sepertinya kau terlalu lama menghilang, apa kau tidak sadar sekarang kau sudah tua dan semua racun sekarang sudah ada penawarannya, sepertinya kau terlalu lama bersembunyi apa kau tak melihat wanita yang tadi kau Sandara dan racuni buktinya dia baik-baik saja setelah di berikan penawaran oleh ayah mertuaku." ucap stuart yang mengetahui siapa yang sudah menolong Yuli


Kakek tua menatap stuart dengan tatapan yang sulit di artikan, walaupun dia sudah bersembunyi puluhan tahun tapi dia tak pernah menurunkan ilmu racun dan penawarnya pada siapapun, dia hanya memiliki seorang guru dan gurunya sudah lama mati dan gurunya hanya memiliki cucu perempuan satu-satunya


"Aku tak peduli kalau kalian memiliki penawar yang pasti aku akan membuat kalian membayar semua ini." ucap kakek tua


"Tunggu apalagi ayo tangkap dia." ucap stuart , mendengar perintah stuart para pengawal langsung menyerang kakek tua tapi ternyata mengalahkan kakek tua tersebut bukan hal yang mudah beberapa pengawal sudah tergeletak tak berdaya, tampak asisten stuart langsung menyerang kakek tua membuatnya terdesak, Bima kemudian hendak membantu, tapi saat akan menyerang kakek tua tersebut mengeluarkan senjata rahasia yang langsung di arahkan ke Bima membuta asisten stuart langsung mengunakan tubuhnya untuk menghalangi senjata tersebut, melihat hal tersebut Bima sangat terkejut begitupun stuart, asisten stuart tampak tersungkur di pelukan Bima sepertinya senjata rahasia tersebut sangat beracun

__ADS_1


"Dasar kakek tua sialan ternyata kau masih memiliki senjata rahasia di tubuhmu." terik Bima yang kesal apalagi melihat asisten stuart yang langsung terkapar di atas tubuhnya


"Aku sudah bilang kalian anak bau kencur masih Berani melawanku." ucap kekek tua sombong


"Cepat kau angkat dia dan bawa dia langsung ke ruang kesehatan dan beritahu ayah mertuaku." teriak stuart pada Bima agar membawa asistennya kembali


"Tapi bagaimana denganmu Apalagi kakek tua itu sangat licik." ucap Bima tak ingin meninggalkan Stuart


"Kau jangan khawatir Mr D dan para bawahannya ada di sekitar sini aku pasti aman." ucap stuart, Bima langsung mengaguk lalu mengakat tubuh asisten stuart di punggung nya lalu kembali ke rumah utama


Sementara itu di sekitar kediaman rumah kakek stuart tepatnya di pantai tampak komandan dan bawahannya langsung menarik paksa perawat yang tadi menculik putri stuart, "ayo jalan bukanya kau ingin bertemu dengan dokter Eni yang merupakan kolegamu dalam melakukan kejahatan." ucap komandan


Wanita itu jadi sangat menyesal padahal dia sudah mendapatkan bayaran atas pekerjaannya, tapi entah setan dari mana yang membuatnya melakukan aksi penculikan padahal dia tau pasti dia tak akan lolos dengan mudah


Aku tidak tau apa yang terjadi pada keluarga mu, siapa suruh kau melakukan penculikan Tampa memikirkan akibatnya sekarang terima saja hukuman mu, bukanya kau sangat setia kawan ayo silahkan masuk dokter Eni menunggu mu." ucap komandan, tampak wanita itu sedikit kebingungan saat masuk ke sebuah ruangan yang tampak seperti ruangan operasi, tampak seorang pria berjas putih datang menghampiri mereka, "siap dia apakah seseorang yang akan membantu ku atau kelinci percobaan berikutnya." ucap


dokter tersebut tanpa filter


Perawat tersebut tampak ketakutan saat mendengar perkataan dokter tersebut, bukanya apa sepertinya dokter di hadapannya sedikit gila, "dia teman wanita yang tadi aku bawa dia ingin bertemu dengannya sekalian menemaninya, dia adalah milikmu terserah apa yang ingin kau lakukan." ucap komandan, tapi matanya kemudian melihat para pengawal yang tampan lemas


"tuan aku mohon selamat kan aku, aku akan melakukan apapun yang anda inginkan." ucap wanita tersebut memohon

__ADS_1


"nona perawat tenang saja aku bukan dokter yang jahat dan kau pasti akan tenang dan damai di sini." ucap dokter teru sambil tersenyum penuh arti


"Ada apa dengan para pengawal itu kenapa sepertinya mereka habis melihat setan." tanya komandan


"Entalah sejak aku bekerja sedari tadi mereka melihatnya lewat kaca transparan dan mereka memuntahkan isi perutnya begitu saja padahal tak ada sesuatu yang menjijikan aku pikir." ucap dokter tersebut tanpa rasa bersalah padahal dia mengoperasi dan memasukan semua orang tubuh hewan ke dalam tubuh dokter Eni termasuk otaknya hal itu membuat para pengawal jijik


"Benarkah baikalah aku akan memeriksa keadaan mereka, sebaiknya kau bawa wanita ini bersamamu agar dia bisa bertemu temannya, bawah ku yang akan mengikuti mu." ucap komandan


"Baikalah ayo kita bertemu dengan temanmu." ucap dokter tersebut dengan senyuman manis membuta komandan dan pengawal yang lain bergidik ngeri melihatnya


Komandan langsung mendekati bawahannya yang tampak lemas ada "apa dengan kalian Kenapa kalian bisa seperti ini." tanya komandan


"Tuan tolong katakan pada dokter itu agar menutup tirai jika dia akan melakukan operasi, "kami benar-benar tidak tahan dengan yang dia lakukan dia bahkan tak merasa jijik saat memasukkan tangannya di dalam kepala seseorang untuk mengambil otaknya apalagi dia sempat menjilat otak tersebut." ucap para pengawal


Komandan langsung menelan silvanya dia pasti akan muntah jika melihat hal tersebut, "baiklah aku mengerti." ucap komandan


Komandan langsung berjalan menuju ruang dokter berada, dokter yang melihat komandan datang langsung berjalan ke arah komandan, " ada apa, apakah ada sesuatu." tanya dokter hewan tersebut


"Tolong tutup tirai jika kau sedang melakukan operasi pada seseorang, tolong pikirkan para pengawal yang menonton adegan itu mereka sepertinya merasa kurang nyaman." ucap komandan


"Baiklah aku mengerti, aku sedang sibuk kau boleh keluar aku barusan mendapatkan ide baru, untuk perawat yang kau bawa." ucap dokter hewan tersebut

__ADS_1


"Baiklah aku pergi dulu." ucap komandan lalu keluar dari ruanga tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2