Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
212


__ADS_3

Setelah kepergian Jay dari hadapan Bento "rahang Bento mengeras lalu melemparkan foto yang ada di tangannya membuat bingkai foto tersebut pecah tak beraturan Aku pastikan aku akan membalas semua yang terjadi padaku Aku selama ini tidak membunuhmu dan hanya mengawasimu hanya demi untuk memiliki obat penawar tapi jika aku tak menemukannya maka aku akan membunuh tanpa keraguan." ucap Bento penuh dendam


Di sebuah apartemen tepatnya di apartemen milik stuart di kamar utama apartemen tiba-tiba Kikan terbangun dan melihat sekelilingnya membuat stuart yang berada di samping spontan terbangun karena terkejut saat tiba-tiba Kikan bangun


"Ayah." kata pertama yang keluar dari bibir kikan


"Sayang apa kau baik-baik saja." tanya stuart sambil memeluk tubuh Kikan agar Kikan merasa sedikit nyaman


Kikan yang tersadar saat mendapatkan pelukan hangat dari sang suami langsung menoleh melihat ke arah stuart


"Sayang apa yang terjadi di mana ayahku." tanya kikan

__ADS_1


"Kau tadi malam pingsan tak sadarkan diri sehingga membuat aku dan ayah panik tapi untungnya bayi kita dan dirimu tidak apa-apa kau hanya terlalu sedih sehingga kau sampai pingsan." ucap Stuart


"Benarkah aku merasa hanya memejamkan mata sedikit aku pikir aku hanya bermimpi saat bertemu ayahku." ucap kikan


"Kau tak bermimpi sayang ayahmu benar-benar ada bersama kita." ucap stuart


"Benarkah aku ingin bertemu dengan ayah aku masih mau mendengarkan cerita ayah tentang apa yang terjadi." ucap Kikan


"Sayang sebaiknya kau kembali beristirahat lagi nanti sarapan kita akan bertemu dengan ayahmu." ucap stuart dengan lembut sambil mengecup rambut kikan


"Tapi syng aku hanya ingin memastikan bahwa tadi bukan hanya sekedar mimpi aku ingin melihat ayah ku." ucap Kikan memaksa

__ADS_1


"Sayang lihatlah ini baru jam empat Subuh apa kau tega membangunkan ayahmu dia tidak tidur semalam karena memikirkan dirimu." ucap stuart berusaha mempengaruhi Kikan agar tidak memaksa bertemu dengan profesor Abdullah pada saat ini


Kikan langsung menatap jam dinding dia sangat terkejut saat mengetahui bahwa ini sudah jam empat Subuh dia pikir baru Jam sepuluh malam


Kikan pun akhirnya mengalah karena merasa hari masih gelap, Kikan langsung mengangguk membuat stuart langsung kembali menarik Kikan kedalam pelukannya lalu mereka kembali beristirahat


Tepat pukul 07.00 pagi kikan membuka matanya sebenarnya saat jam 04.00 subuh itu kikan tak bisa tidur lagi tapi dia berusaha menutup matanya agar Stuart dapat tertidur lelap kikan yakin jika dia tidak tidur stuart juga pasti tak bisa tidur


Stuart yang mengetahui Kikan tidak tidur sejak tadi subuh istrinya hanya pura-pura menutup matanya dan saat istrinya bangun dia pura-pura masih terlelap agar istrinya tak merasa curiga padanya bahwa dia juga tak bisa tidur sejak jam 04.00 subuh tadi malam


Kikan langsung bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah membersihkan tubuhnya kikan melihat ke arah stuart yang masih pura-pura terlelap kikan Langsung mencium bibir Stuart agar bangun stuart pun pura-pura mengucek kedua matanya sambil tersenyum dan mengecup kembali kikan berulang kali "kau sudah bangun sayang kenapa baru membangunkanku." ucap stuart

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2