Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
24


__ADS_3

kikan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tubuhnya terasa sangat letih karena seharian bekerja walaupun hanya melayani satu orang tapi tenaganya cukup terkuras apalagi di rumah utama Kikan jarang beristirahat karena padatnya jadwal pelajaran sehingga membuat Kikan langsung terlelap begitu saja


Di desa Diman Kikan berasal tampak Tejo dan Narti sedang bersiap untuk pergi ke kediaman Tuan Umar untuk melihat keadaan putrinya dan untuk meminta bantuan pada tuan Umar agar mereka bisa mendapatkan bantuan dalam mencari keberadaan Kikan


Sementara itu di kediaman Tuan Umar tampak Leni yang sekarang berada di meja makan bersama istri pertama dan istri kedua Tuan Umar Mereka makan bersama seperti kakak adik dengan tuan yang berada di kursi utama di meja makan tersebut


Setelah makan kini keempat orang tersebut duduk santai di ruang keluarga


Tak berselang lama terdengar ketukan pintu di luar tampak seorang pelayan langsung bergegas untuk melihat siapa yang saat ini sedang bertamu di kediaman tuannya setelah mengetahui bahwa kedua orang tersebut adalah orang tua istri ketiga tun Umar pelayan tersebut langsung menyuruh masuk untuk duduk di ruang tamu


Pelayan langsung masuk ke dalam di mana Tuan Umar dan para istrinya sedang bersantai "permisi tuan maaf di luar ada Ayah dan ibu Nyonya lenny mencari Tuan." ucap pelayan tersebut lalu menunduk hormat dan berbalik ke belakang

__ADS_1


Mendengar kedua orang tuanya datang mata berbinar dia sangat menentukan kedua orang tuanya


Baiklah mari kita kedepan untuk bertemu dengan kedua orang tuamu ucap Tuan Umar lalu bangkit dan berjalan disusul oleh Leni sedangkan istri pertama dan kedua masih santai duduk di ruang tamu tak ingin ikut terlibat dalam urusan keluarga istri ketiga Sang suami


"Selamat pagi Tuan Umar maaf kami datang mengganggu pagi-pagi begini." ucap Tejo sopan walaupun yang ada dihadapannya saat ini adalah menantunya apalagi usia tuan Umar lebih tua darinya


Tuan Umar dan Leni yang sudah duduk di hadapan kedua orang tua Leni, tuan Umar hanya terdiam melihat apa yang menjadi keinginan Tejo dan Narti datang ke kediamannya


Setelah melepaskan pelukan dari Ibu dan ayahnya Leni kembali duduk di samping suaminya


Tuan Umar yang sudah menunggu dari tadi apa yang diinginkan oleh kedua mertuanya tersebut menjadi bingung karena sejak tadi kedua orangtua istrinya hanya tertunduk tak mengatakan apapun

__ADS_1


"Baiklah katakan padaku Kenapa kalian datang pagi-pagi ke kediaman ku." tanya tuan Umar datar


Tejo dan arti menelan Silvanya melihat wajah Umar yang tak berubah sedikitpun walaupun setelah menikahi anaknya sementara leni hanya tertunduk tak berani mengucapkan kata apapun Tuan Umar mendidik semua istrinya untuk patuh padanya dia takkan biarkan Leni manja atau berbuat seenaknya


Setelah menunggu sesaat kemudian memberanikan dirinya untuk mengutarakan niatnya kepada Tuan Umar "maafkan saya tuan saya ke sini untuk meminta tolong saya ingin ke kota untuk mencari kikan agar saya bisa membawanya kembali ke kampung ucap Tejo


"Kalian tidak usah mencari Kikan aku sudah mengutus orang-orang untuk mencari kikan ke kota ." ucap tuan Umar


Leni yang mendengar perkataan Tuhan Umar bahwa sudah menyuruh seseorang mencari Kikan merasa sangat sakit hati semenjak dia menikah sampai saat ini Tuan Umar tak pernah lagi menyentuhnya bahkan jika tidur bersama Leni Tuan Umar membelakangi Leni seolah-olah tak ada Leni di dalam kamar tersebut .


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2