
Pagi menjelang tampak suasana di kediaman kakek stuart sangat sibuk tampak ayah Leo, profesor Abdullah, Oma dan ibu stuart berada di ruang di mana kikan berada
"Sayang akhirnya Oma bisa melihatmu syukurlah kau sudah sadar dan baik-baik saja Oma sangat merindukanmu ucap oma sambil memeluk kikan,Kikan balas memeluk Oma
"Iya sayang kau tahu ibu sangat khawatir takutnya terjadi sesuatu padamu Untung saja kau baik-baik saja." ucap Ibu stuart bergantian memeluk kikan
Kemudian digantikan oleh ayah Leo yang tersenyum sambil mencium kening kikan "nak kau sudah seperti putri ayah sendiri sungguh kau tidak tahu saat dokter mengatakan bahwa kau kemungkinan tidak selamat rasanya Ayah tak sanggup untuk berdiri lagi." ucap tuan Leo
Sementara itu profesor Abdullah tampak mengajak stuart berbicara di tempat lain dan stuart langsung mengikuti langkah sang ayah mertua, "kau memanggilku." tanya stuart
"Ayah ingin tahu siapa dokter yang bertanggung jawab atas operasi Kikan apakah dia bawahanmu atau di adalah seseorang yang sangat keluarga mu percayai." tanya profesor Abdullah
Nampak wajah stuart terlihat bingung mendengar pertanyaan profesor Abdullah, " ada apa ayah bertanya begitu padaku apakah ada sesuatu yang salah ." tanya stuart
"Jawab saja pertanyaan ayah." ucap profesor Abdullah
__ADS_1
"Dokter Eni adalah sudah seperti keluarga bagi kami Karena kakek dulu menyelamatkannya dan di berikan pada orang kepercayaan kakek untuk di adopsi dan dia sudah mengabdi pada rumah sakit selama sepuluh tahun dan merupakan dokter kandungan terbaik di kota ini." ucap stuart
"Aku menemukan alat yang digunakan ada sedikit racun Dan dia menjahit bekas operasi Kikan asal-asalan yang dapat menyebabkan infeksi jika tidak ditangani dengan baik atau dijahit ulang, mungkin dia tak sempat membersihkan alat yang dia gunakan atau dia berpikir aku tak akan memeriksa alat yang akan dia gunakan." ucap profesor Abdullah
Stuart mengepalkan tangannya matanya terlihat memerah menahan amarah dia tak menyangka dokter Eni tega menghianati keluarganya padahal selama ini tak ada yang mencurigakan dari sifatnya padahal selama ini keluarganya lah yang menyelamatkan hidup dokter ini dan membuatnya berhasil menjadi salahsatu dokter terbaik
Sementara itu dokter Eni yang berada di kamarnya Sudah bersiap-siap ingin pergi dari kediaman kakek stuart tapi sebelum itu dia berniat menculik salah satu anak Stuart dokter Eni yang mengetahui seluruh keluarga huges berada di ruangan Kikan langsung beraksi ingin melakukan rencananya, tampak dokter Eni berjalan menuju kamar Kikan dan Stuart para penjaga yang melihatnya sebenarnya sedikit bingung karena perintah stuart hanya dokter intan serta nyonya Yuli dan Nadia yang bisa masuk ke dalam ruang bayi, selain keluarga inti tak ada nama dokter Eni, sedangkan dokter intan untuk menjaga si kembar sudah berada di dalam
Penjaga yang berjaga di depan pintu langsung menahan langkah dokter Eni yang akan mendekat ke pintu " maaf dokter Eni anda tidak bisa masuk ke dalam karena anda tidak ada dalam daftar nama yang di berikan pada tuan stuart." ucap penjaga tersebut
"Apa maksud kalian aku adalah dokter kandungan nyonya Kikan yang membantunya melahirkan si kembar aku yakin tuan stuart lupa menuliskan namaku atau lupa memberitahu kalian." ucap dokter Eni
Sementara itu Darmanto dan Bima sedang berada di ruangan keluarga Darmanto menemani Bima dan hendak menghubungi dokter intan agar memeriksa keadaan nadia apakah, Nadia benar sedang hamil, Darmanto tampak mengeluarkan ponselnya lalu menekan nomor dokter intan setelah berbicara beberapa menit darmanto memutuskan sambungan telepon " bagaimana apakah dia sedang sibuk." tanya Bima, " dokter intan sedang memeriksa bayi kembar stuart jadi setelah dokter intan memeriksa si kembar dia akan datang untuk memeriksa Nadia tapi katanya dia akan menyuruh seseorang perawat membawakan tespek nanti perawat yang akan membantu Nadia mengajari cara menggunakannya." ucap darmanto, mendengar perkatan Darmanto membuat Bima hanya mengaguk setuju
Sementara itu di ruang perawatan kikan tampak sangat bahagia melihat ibu mertuanya "Ibu apakah bayi perempuan ku wajahnya mirip denganku apalagi kata kata stuart putri kami sangat mirip denganku." ucap Kikan dengan senyuman polosnya
__ADS_1
Oma, ibu stuart dan ayah Leo yang mendengar hal tersebut tampak bingung harus berbicara apa pasalnya bayi perempuan tersebut adalah copy paste stuart sepenuhnya 100% menjiplak wajah stuart bahkan tak ada sedikitpun wajah kikan sedangkan yang laki-laki walaupun mirip Kikan dan Stuart perpaduan antara ke duanya tapi mereka lebih ke arah ayahnya daripada ibunya diantara 10, stuart 7 dan sisanya adalah kikan "benarkah kau tahu kan nak wajah bayi itu selalu berubah-ubah jadi nanti kau bisa melihat sendiri bagaimana wajah putrimu biasa saja dia mirip dengan mu tak lama dia bisa mirip stuart." ucap oma bijaksana
"Oma benar apalagi aku tidak tahu bisa saja dia mirip denganku waktu lahir tiba-tiba beberapa Minggu kemudian mirip stuart." ucap kikan polos
"Kau benar sayang." tambah ibu stuart Lalu mereka tertawa bersama
Sementara itu profesor Abdullah yang sedang berbicara dengan stuart di luar wajahnya tampak penuh keseriusan stuart langsung mengambil posternya dan menelepon komandan setelah menelpon dia melihat ke arah ayah mertua "Ayah tenang saja sebaiknya ayah masuk ke dalam aku akan melihat anak-anakku takutnya dia melakukan sesuatu yang lebih daripada yang sudah dilakukan." ucap Stuart bergegas keluar untuk melihat keadaan bayinya
Dokter Eni tampak sangat marah karena penjaga tak membiarkannya masuk ke kamar Kikan dan stuart dengan alasan apapun tak berselang lama nampak pintu terbuka seorang perawat keluar dan berpapasan dengan dokter Eni "Kau mau ke mana kau panggilkan dokter intan agar ke dua penjaga ini bisa mendengarkan siapa aku." ucap dokter Eni
"Maaf dokter Eni aku harus pergi." ucap perawat tersebut lalu berlalu begitu saja sementara itu tiba-tiba beberapa orang penjaga memegang tangan dokter Eni dengan komandan yang berada di belakang mereka
"Ada apa ini kenapa kalian memegang aku seperti ini lepaskan aku kalian tak tau siapa aku." ucap dokter Eni berusaha melepaskan diri
"Tutup mulutmu apa kau tak lihat di depan adalah kamar bayi bawa dia ke belakang tuan ingin bertemu dengannya." ucap komandan, dokter Eni sedikit terkejut saat komandan membentak dirinya padahal komandan cukup mengenalnya sebagai salah satu orang yang setia pada keluarga huges
__ADS_1
Para pengawal langsung menutup mulut dokter Eni dan langsung di bawa ke belakang kediaman kakek stuart di mana ada sebuah gudang besar di belakang, tampak dokter Eni berusaha memberontak tapi sayang para pria tersebut tenaganya sangat besar membuatnya tak bisa bergerak.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya