
Kini dokter Eni sudah berada di sebuah gudang di belakang dokter Eni langsung dibaringkan di sebuah ranjang pasien membuat dokter Eni melihat sekelilingnya apalagi di ruangan tersebut tampak seperti ruangan penyiksaan tapi mengapa dia harus dibaringkan dan di ikat seperti itu bukan diikat di kursi atau tiang tidak mungkinkah stuart mau melecehkannya di dalam ruangan tersebut atau menyuruh bawahannya melecehkannya pikir dokter Eni yang mulutnya masih di bekap dengan pengawal di sekitarnya termasuk komandan
Tampak komandan menelepon seseorang setelah selesai menghubungi orang tersebut komandan memasukan ponselnya di saku celana miliknya tak berselang lama stuart datang dengan aura iblis membuat komandan spontan menunduk, dokter Eni yang melihat tatapan penuh dendam padanya langsung mengingat apa yang dia lakukan pada kikan tapi tidak mungkin semua itu terbongkar dengan mudah dia sudah melakukannya dengan hati-hati tak akan ada yang tau bahwa pisau bedah yang dia gunakan beracun dan apalagi dia satu-satunya dokter yang di percaya stuart untuk menangani kikan
"Berani-beraninya kau melakukan hal sekeji itu dengan berusaha membunuh istriku." ucap stuart membuat komandan sangat terkejut, begitupun dokter Eni, "buka penutup mulutnya biarkan dia bicara aku ingin mendengar apa kata penghianat ini sebelum aku memberikan hukuman yang pantas untuknya." ucap stuart, dengan cepat pengawal membuka penutup mulut dokter Eni
__ADS_1
"Tidak aku tidak berusaha untuk membunuh nyonya semua itu pasti hanya kebohongan yang dikatakan oleh seseorang." ucap dokter Eni berusaha membela diri
"Dasar tidak tahu diri katakan padaku Kenapa kau ingin membunuh istriku Bukankah selama ini keluargaku begitu baik padamu bahkan aku menjadikanmu salah satu orang kepercayaanku untuk merawat istriku." ucap stuart
"Kau tidak tahu aku jatuh cinta padamu Sejak pertama kali melihatmu waktu kakek mengajak ku kemari dan setelah hari itu di mataku hanya ada dirimu Aku berusaha mati-matian agar bisa terus berada di sisimu tapi apa yang terjadi wanita yang baru saja beberapa hari kau temui sudah bisa membuatmu jatuh cinta apa kau pikir itu adil bagiku yang sudah mengabdi dan berusaha siang dan malam agar menjadi seseorang yang dapat di percaya oleh dirimu." ucap dokter ini mengeluarkan unek-unek di hatinya
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu komandan langsung mengalihkan padanya pandangannya pada seorang dokter yang ada di hadapannya "sekarang kau sudah mendengar semua perintah Tuan segera laksanakan aku akan menunggu." ucap komandan
"Apa tidak sebaiknya dokter bedah saja yang melakukan hal tersebut padanya apalagi banyak anggota tubuh yang akan kita ambil selain jantung, hati, mata dan lain-lain Aku ini seorang dokter hewan." ucap dokter tersebut , dokter Eni semakin memberontak mendengar ucapan ke dua orang tersebut yang berbicara di sampingnya
"Sudahlah itu Sama saja lagi pula saat kau melakukan pembedahan kalau sampai terjadi sesuatu itu tidak masalah to pada akhirnya tujuannya adalah membuatnya menderita sampai mati." ucap santai komandan .
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan