Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
296


__ADS_3

"Baiklah sekarang kau boleh pergi dari tempat ini dan ingat jangan kembali ke tempat ini kalau hanya untuk omong kosong Kalau memang kau ingin bertraksi silakan kembali lagi." ucap wanita tersebut sambil mengambil kertas yang sudah ditandatangani oleh pria paruh baya tersebut


Pria tersebut hanya mengaguk lalu keluar tanpa perasaan bahkan menoleh saja tidak sedangkan Yuli tampak hanya bisa meremas bajunya dia tak tau harus melakukan apa


Sekarang kau ikut dengannya bersihkan tubuhnya dan obati luka-lukanya dia akan sangat laku keras jika kita sudah merawatnya dengan baik." ucap wanita tersebut sambil melihat Yuli dari ujung kaki sampai kepala


Tampak seorang wanita langsung menarik Yuli keluar dari ruangan tersebut tapi saat hendak sampai ke pintu Yuli menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap wanita yang sedang duduk di kursi kebesaranya


Nona aku mohon biarkan aku menjadi pelayan saja tolong aku." ucap Yuli mengunakan permohonannya terakhirnya sebelum dia keluar dari ruangan tersebut


Itu tidak mungkin sayang kau harus menerima kenyataan hidup ini Ku juga pernah ada di posisi mu tapi lihatlah aku sekarang aku menjadi wanita yang sukses." ucap wanita tersebut bangga

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau menjual diri untuk menjadi sukses." ucap Yuli dengan polosnya membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menahan tawanya sementara wanita yang tadinya duduk di kursi kebesaranya langsung bangkit suruh dia membersihkan semua toilet yang ada sebelum kau merawatnya." ucap wanita tersebut tampak marah


Baik nona ucap seorang wanita yang tadi menarik Yuli membuat Yuli langsung terkejut saat tangan wanita tersebut menariknya cukup keras membuat Yuli sedikit kesakitan akhirnya dengan terpaksa Yuli mengikuti langkah kaki wanita yang menariknya


Dasar wanita bodoh dan kalian untuk apalagi kalian berada di ruang ini pergi tinggalkan ruangan." ini ucap wanita tersebut dengan kesal


Beberapa pria dan wanita langsung bergegas keluar dari ruangan tersebut


Sementara itu di Bar tampak meja para pria yang memesan beberapa wanita Mulai meminum minuman yang ada di hadapannya sambil memeluk gadis-gadis yang tadi dia pesan


Sementara di kediaman keluarga huges tampak pembicaraan semakin dalam apalagi kini para orang tua sudah menceritakan tentang masa lalu mereka yang penuh dengan pengorbanan demi menjalani hidup

__ADS_1


Sementara itu di restoran hotel tampak makan malam sudah selesai kini semua orang akan bersiap kembali ke kamar mereka masing-masing


Rumi bisakah ayah berbicara padamu ayah ingin menanyakan sesuatu." ucap paman Alan mencari alasan agar bisa berbuat berdua dengan Rumi


"Ada apa Ayah apakah ada sesuatu yang salah sehingga Ayah memanggil Rumi untuk berbicara." tanya Doni


"Tidak hanya ingin memastikan apakah ada yang bisa ayah lakukan untuk Rumi kan dia sudah menikah denganmu jadi semua beban dirinya ada di pundakmu Ayah hanya ingin memastikan sesuatu siapa tau dia membutuhkan sesuatu yang mungkin dia tak berani katakan." ucap paman Alan


"Sudahlah ayah Rumi akan mengatakan jika memang dia menginginkan sesuatu sebaiknya ayah jangan membuta Doni merasa kurang nyaman." ucap ibu Fera sambil menggandeng tangan paman Alan untuk keluar dari restoran tersebut


"Sepertinya paman Alan ayah yang baik kau sudah seperti putri kandungnya jika saja kami tak mengetahui tentang dirimu kami pasti berpikir Kalian adalah ayah dan anak kandung ." ucap Doni

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2