Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
209


__ADS_3

Setelah Bima mengantarkan profesor Abdullah dan Edi ke kamar mereka masing-masing asisten Bima langsung izin Untuk Kembali sementara itu profesor Abdullah dan langsung masuk ke dalam kamar ke dalam kamar mereka masing-masing untuk memeriksa Apa benar barang-barang mereka sudah berada di dalam kamar masing-masing profesor Abdullah langsung masuk ke dalam kamarnya yang sangat luas dia tidak menyangka kamar tersebut sangat luas dan barang-barang nya juga sudah tertata rapi di dalam kamar tersebut


Sementara itu asisten edi tercengang bukan kepalang dia tak menyangka bahwa suami Aulia sangat kaya raya lihatlah kamarnya saat ini sangat luas dan semua barang-barangnya sudah berada dan tertata rapi dalam kamar tersebut


"Sungguh Aulia menikah dengan sultan kaya raya wah akhirnya aku bisa tidur nyenyak karena tak perlu menghawatirkan keselamatan ayah dan diriku." ucap asisten Edi bernapas lega


Sementara itu Bima yang sudah keluar dari ruangan bawah tanah menuju ke atas tampak begitu dia mau masuk ke dalam lift bertepatan dengan Elisabeth Bima melihat Elizabeth yang keluar dari lift dengan wajah Elizabeth masam bukan kepalang membuat Bima begidik ngeri


"Bisakah aku bertanya sesuatu padamu." ucap Elizabeth menghentikan langkah kaki Bima yang akan masuk ke dalam lift

__ADS_1


"Bima menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah Elizabeth katakan aku harus bertemu dengan tuan muda." ucap Bima


"Apakah dia benar-benar tak menyukaiku." tanya Elizabeth dengan tatapan yang sulit di artikan


"Sebenarnya dia menyukaimu tapi hanya sebatas sebagai teman tak lebih dan mengenai kemarin cara dia berdekatan denganmu karena dia berpikir bahwa adalah seorang wanita jadi sebaiknya kau tenangkan pikiranmu dan selesaikan misi yang diberikan oleh tuan muda setelah itu aku akan memberikan waktu untuk kalian berdua berbicara sebagai sesama lelaki." ucap Bima


Bima ingin sekali mencekik Elizabeth agar dia jangan terlalu percaya diri tapi apa mo dikata kekuatan Elizabeth dirinya seimbang walaupun dia satu tingkat lebih kuat tapi Elizabeth sangatlah terkenal dengan senjata rahasia miliknya yang tak seorangpun tau di mana dia menyembunyikannya


"Astaga Darmanto..... Darmanto..... cobalah kau berpikir secara baik-baik apakah selama ini aku pernah berdekatan denganmu atau memperhatikanmu aku dulu pertama kali merangkulmu karena menganggap Kau adalah sahabatku bukan berarti aku memiliki perasaan padamu apakah kau tak menyadari itu." ucap Bima yang sedikit Kiram dengan tingkah Elizabeth

__ADS_1


"Berhenti memanggilku Darmanto Aku adalah Elizabeth mana ada pria dan wanita yang bersahabat tak ada dalam sejarahnya pasti dalam persahabatan mereka itu pasti ada sesuatu perasaan yang akan timbul lama-kelamaan." ucap Elizabeth dengan percaya diri


"Itu jika kau adalah seorang wanita tapi pada intinya Kau adalah seorang pria sejati Pria yang memiliki tongkat pemukul dan penusuk di bawah sana apa kau tidak menyadari itu Apa perlu aku memperlihatkan di bagian mana tongkatmu berada." ucap Bima sangat geram


Elizabeth langsung terdiam sambil menatap ke arah Bima dengan tatapan yang sulit diartikan "jadi selama ini kau menganggap aku sebagai seorang pria bukan seorang wanita." ucap Elizabeth


"Ya iyalah Apa kau gila aku menganggap mu seorang wanita jelas aku menganggap mu sebagai seorang pria karena aku yang menemukanmu di saat terluka dan aku yang sudah membantumu." ucap Bima langsung berjalan masuk ke dalam lift Tak ingin lagi meladeni Elizabeth yang tak pernah mengerti bahwa dia tidak menyukainya dia hanya menolong Elizabeth saat Elizabeth terluka.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2